Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Mengapa Ada Pohon Soekarno di Padang Arafah? Begini Fakta dan Sejarahnya

Silvina • Kamis, 2 Juli 2026 | 13:47 WIB
Ilustrasi Pohon Soekarno di Padang Arafah
Ilustrasi Pohon Soekarno di Padang Arafah
 
PONTIANAK POST – Di tengah hamparan Padang Arafah yang panas dan gersang di Mekkah, Arab Saudi, tumbuh deretan pohon rindang yang hingga kini dikenal sebagai Pohon Soekarno. Keberadaan pohon-pohon tersebut bukan sekadar penghijauan biasa, melainkan menjadi jejak sejarah yang dikaitkan dengan gagasan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, saat menunaikan ibadah haji pada 1955.

Di kawasan yang setiap tahunnya menjadi tempat wukuf jutaan jamaah haji itu, suhu udara pada musim panas dapat mencapai lebih dari 42 derajat Celsius. Kondisi tersebut membuat jamaah rentan mengalami kelelahan akibat terik matahari, sehingga keberadaan pepohonan menjadi peneduh yang sangat berarti.

Berawal dari Keprihatinan Soekarno Saat Berhaji

Baca Juga: STAKAT Negeri Pontianak dan Paroki Santa Sesilia Tanam 1.000 Pohon di Rumah Pelangi

Menurut informasi  Robi Deslia Waldi, S.Hut., M.Si  di laman  Rimbaraya Indonesia, kisah Pohon Soekarno bermula ketika Soekarno melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Saat berada di Padang Arafah, ia menyaksikan langsung luasnya kawasan tandus tanpa pepohonan yang dapat digunakan jamaah untuk berteduh

Melihat kondisi tersebut, Soekarno disebut mengajukan permohonan kepada Raja Arab Saudi saat itu, Raja Saud bin Abdulaziz Al-Saud, agar kawasan Arafah dapat dihijaukan melalui penanaman pohon.

Usulan tersebut mendapat sambutan positif. Pemerintah Arab Saudi kemudian memberikan izin untuk melaksanakan program penghijauan di Padang Arafah melalui program kesejahteraan wakaf yang dipimpin pengusaha Arab, Abdul Rahman Fakieh.

Baca Juga: Bupati Kubu Raya Sujiwo Tanam Pohon Usai Fun Bike, Dorong Gerakan Peduli Lingkungan Berkelanjutan

Tantangan Menghijaukan Padang Arafah

Mewujudkan penghijauan di kawasan gurun bukan perkara mudah. Tanah Padang Arafah yang kering, berpasir, dan minim unsur hara menjadi tantangan utama bagi pertumbuhan tanaman.

Untuk mengatasinya, proyek penghijauan dilakukan dengan mendatangkan tanah subur dari Indonesia dan Thailand sebagai media tanam. Ribuan bibit pohon kemudian ditanam di kawasan seluas sekitar 1.250 hektare.

Baca Juga: Hari Arafah, Hari Paling Utama Sepanjang Tahun yang Sayang Disia-siakan

Tak hanya itu, sejumlah ahli tanaman dari Indonesia juga dilibatkan dalam proyek tersebut. Mereka membantu memberikan pendampingan teknis, mulai dari pemilihan metode penanaman hingga sistem irigasi yang sesuai agar pohon mampu bertahan di tengah cuaca ekstrem khas kawasan gurun.

Mengapa Memilih Pohon Mindi?

Jenis pohon yang dipilih untuk menghijaukan Padang Arafah adalah pohon mindi (Melia azedarach). Pohon ini dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap suhu panas, kekeringan, dan kondisi lingkungan yang keras.

Baca Juga: Sejarah Air Zamzam yang Tak Pernah Kering, Berawal dari Perjuangan Hajar di Lembah Tandus

Selain adaptif, pohon mindi juga memiliki pertumbuhan relatif cepat. Dalam waktu sekitar dua tahun, pohon ini mampu mencapai tinggi sekitar empat hingga lima meter sehingga dapat memberikan keteduhan bagi para jamaah.

Tak hanya berfungsi sebagai peneduh, daun pohon mindi juga dikenal dalam pengobatan tradisional karena dipercaya memiliki manfaat untuk membantu mengatasi beberapa gangguan kulit dan peradangan.

Menjadi Simbol Kontribusi Indonesia

Baca Juga: Fakta Sains Air Zamzam: Bebas Kuman, Kaya Mineral, hingga Penelitian Masaru Emoto yang Mengundang Perhatian

Keberadaan Pohon Soekarno hingga kini sering disebut sebagai simbol kontribusi Indonesia dalam menghadirkan kenyamanan bagi jamaah haji di Padang Arafah.

Meski berbagai pembaruan infrastruktur telah dilakukan di kawasan Arafah selama puluhan tahun terakhir, kisah mengenai gagasan penghijauan yang dikaitkan dengan Soekarno tetap menjadi salah satu cerita sejarah yang banyak diperbincangkan.

Deretan pepohonan tersebut menjadi pengingat bahwa sebuah gagasan sederhana yang lahir dari kepedulian terhadap sesama dapat memberikan manfaat bagi jutaan orang yang datang menunaikan ibadah haji dari berbagai penjuru dunia.

.

Editor : Silvina
#pohon soekarno #jejak penghijauan makkah #Makkah #padang arafah #pohon