PONTIANAK POST – Sumur Zamzam yang menjadi sumber air suci bagi jutaan umat Islam ternyata tidak hanya dijaga melalui proses alamiah. Pemerintah Arab Saudi juga menerapkan sistem pemantauan dan pemeliharaan modern berbasis ilmu pengetahuan untuk memastikan debit air tetap stabil dan kualitasnya terjaga.
Seiring meningkatnya jumlah jamaah haji dan umrah setiap tahun, pengelolaan Sumur Zamzam menjadi salah satu prioritas penting. Berbagai penelitian, pemantauan, hingga pengawasan terhadap kondisi hidrogeologi dilakukan agar sumber air yang telah mengalir selama ribuan tahun itu tetap lestari.
Bangunan Sumur Kini Berada di Bawah Pelataran Thawaf
Baca Juga: Air Zamzam Ternyata Pernah Hilang, Begini Sejarah Penemuan Kembali Sumurnya
Mengutip laman Darunnajah.com, bangunan yang dahulu berdiri di atas Sumur Zamzam kini sudah tidak lagi terlihat. Akses menuju ruang bawah tanah tempat sumur berada juga telah ditutup sebagai bagian dari perluasan area Masjidil Haram.
Kebijakan tersebut dilakukan agar area thawaf menjadi lebih luas dan mampu menampung jutaan jamaah yang datang setiap tahun. Meski demikian, lokasi Sumur Zamzam masih berada di kawasan yang sama, yakni sekitar 20 meter di sebelah timur Ka'bah.
Saat melaksanakan thawaf, jamaah yang jeli masih dapat melihat penanda lokasi keberadaan sumur tersebut, meskipun tidak dapat mengaksesnya secara langsung.
Jumlah Jamaah Terus Meningkat
Pengelolaan Sumur Zamzam menjadi semakin penting karena jumlah jamaah haji terus mengalami peningkatan. Pada era 1970-an, jumlah jamaah haji tercatat sekitar 400 ribu orang setiap tahun. Angka tersebut meningkat menjadi lebih dari satu juta jamaah pada dekade 1990-an.
Kini, jutaan umat Islam dari berbagai negara datang ke Tanah Suci setiap tahun untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. Kondisi ini membuat distribusi serta pemeliharaan air Zamzam harus dilakukan secara lebih modern dan terencana.
Baca Juga: Sejarah Air Zamzam yang Tak Pernah Kering, Berawal dari Perjuangan Hajar di Lembah Tandus
Penelitian Ilmiah Mengawali Pengelolaan Modern
Salah satu tonggak penting dalam pengelolaan Sumur Zamzam terjadi pada 1971 ketika dilakukan penelitian hidrologi oleh ahli asal Pakistan, Tariq Hussain dan Moin Uddin Ahmed.
Penelitian tersebut dilakukan setelah muncul tudingan dari seorang dokter di Mesir yang menyebut air Zamzam telah tercemar limbah sehingga tidak layak dikonsumsi.
Baca Juga: Wagub Kalbar Dorong PDAM Bertransformasi Layani Air Minum Aman dan Modern
Hasil penelitian justru membantah tudingan tersebut. Selain membuktikan kualitas air Zamzam tetap baik, riset tersebut juga mendorong Pemerintah Arab Saudi untuk memperkuat sistem pengelolaan sumur secara ilmiah.
Langkah ini dinilai penting mengingat pembangunan gedung-gedung bertingkat, terowongan, dan berbagai infrastruktur di sekitar Kota Makkah berpotensi memengaruhi kondisi hidrogeologi kawasan apabila tidak diawasi secara ketat.
Dipantau oleh Badan Khusus Arab Saudi
Baca Juga: Program Pasminumas di Sambas Diharapkan Jadi Solusi Kebutuhan Air Minum Masyarakat
Saat ini, pemantauan Sumur Zamzam dilakukan oleh badan riset yang berada di bawah Saudi Geological Survey (SGS).
Lembaga tersebut memiliki sejumlah tugas penting untuk memastikan keberlangsungan sumber air Zamzam, di antaranya:
- Memantau debit air agar Sumur Zamzam tetap terjaga dan tidak mengalami kekeringan.
Baca Juga: Catatan Haji: Menelusuri Jejak Rasul di Makkah dan Madinah
- Melindungi kawasan Wadi Ibrahim sebagai daerah resapan yang berperan dalam pengisian air tanah.
- Mengatur aliran air dari kawasan tangkapan (recharge area).
- Mengawasi pergerakan air tanah serta menjaga kualitas air melalui berbagai sistem kontrol.
Baca Juga: Bukan Sekadar Pulang dari Makkah, Ini Tanda-Tanda Haji Mabrur Menurut Ulama
- Memperbarui pompa dan tangki penampungan agar distribusi air berjalan optimal.
- Mengoptimalkan pasokan dan distribusi air Zamzam kepada jutaan jamaah.
Bukti Ikhtiar Menjaga Keberkahan Air Zamzam
Baca Juga: Sejarah Ka’bah di Makkah dan Peran Lima Gunung Pilihan
Pengelolaan modern Sumur Zamzam menunjukkan menjaga keberkahan tidak hanya dilakukan melalui doa, tetapi juga melalui ikhtiar dan pemanfaatan ilmu pengetahuan.
Dengan sistem pemantauan yang berkelanjutan, Pemerintah Arab Saudi berupaya memastikan air Zamzam tetap tersedia, berkualitas, dan dapat dinikmati oleh jutaan jamaah haji maupun umrah dari seluruh dunia.
Keberadaan badan khusus yang menangani Sumur Zamzam juga menjadi bukti bahwa salah satu sumber air paling bersejarah dalam Islam dirawat secara profesional agar manfaatnya dapat terus dirasakan lintas generasi.
Editor : Silvina