Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Jejak Harmoni Islam di Tiongkok (Bag-1): Terungkap Dukungan Keluarga Kong untuk Masjid Qufu

Silvina • Senin, 6 Juli 2026 | 15:15 WIB
H. Irsa Imam Masjid Qufu ketika berbincang dengan Prof DR. Samsul Hidayat, MA
H. Irsa Imam Masjid Qufu ketika berbincang dengan Prof DR. Samsul Hidayat, MA. (IST)

 

PONTIANAK POST – Kota Qufu di Provinsi Shandong, Tiongkok, selama ini dikenal sebagai tempat kelahiran filsuf besar dunia, Konfusius. Namun, di balik reputasinya sebagai pusat peradaban Konfusianisme, kota ini juga menyimpan jejak sejarah yang memperlihatkan harmoni antara umat Islam dan keluarga keturunan Konfusius.

Fakta menarik tersebut ditemukan oleh Prof. Dr. Samsul Hidayat, M.A., dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, saat mengikuti Qilu Visiting and Research Residency Program yang diselenggarakan oleh Confucius Research Institute (CRI) di Qufu, Provinsi Shandong.

Melalui penelusuran dokumen sejarah yang dipamerkan di pusat informasi budaya Islam Qufu serta wawancara dengan Imam Masjid Qufu, H. Irsa (Yuan Caidong), Prof. Samsul memperoleh gambaran mengenai hubungan persahabatan yang luar biasa. Hubungan ini telah berlangsung selama berabad-abad antara komunitas Muslim dan keluarga Kong, keturunan langsung Konfusius.

Baca Juga: Jejak Sejarah Flanerie di Paris, Seni Berjalan Santai yang Membentuk Kota Romantis Dunia

Jejak Sejarah Hubungan Muslim dan Keluarga Kong

Dokumen sejarah yang dipamerkan di pusat informasi budaya Islam Qufu menjelaskan sejak masa Dinasti Ming hingga Dinasti Qing, keluarga Muslim bermarga Wang menjalin hubungan yang erat dengan keluarga Kong yang menyandang gelar Yansheng Gong, pewaris resmi Konfusius.

Hubungan tersebut tidak hanya berlangsung dalam kehidupan sosial, tetapi juga berkembang pada bidang pendidikan, kesehatan, hingga kebudayaan.

Baca Juga: Klenteng Kong Miao Litang, Jejak Sejarah Konghucu dan Toleransi di Pulau Borneo

Salah satu tokoh Muslim yang tercatat dalam sejarah adalah Wang Hongxu (1871–1954). Ia dikenal sebagai seorang dokter, kaligrafer, sekaligus cendekiawan yang memiliki hubungan baik dengan keluarga Kong.

Bahkan, Wang Hongxu pernah membantu pengobatan anggota keluarga Kong dan mendapatkan penghargaan dari pemerintah Kekaisaran Qing atas jasa-jasanya.

Keluarga Konfusius Ikut Mendukung Pembangunan Masjid Qufu

Baca Juga: Kahlenberg dan Danube di Austria, Jejak Sejarah yang Melahirkan Lagu Abadi Dunia

Salah satu fakta yang paling menarik dari dokumen sejarah tersebut adalah adanya dukungan keluarga Kong terhadap pembangunan dan renovasi Masjid Qufu.

Catatan sejarah menyebutkan pejabat keluarga Kong turut memberikan dukungan bagi pembangunan masjid. Selain itu, sejumlah sahabat serta masyarakat non-Muslim juga ikut menyumbangkan dana untuk proses renovasi rumah ibadah tersebut.

Menurut Prof. Samsul Hidayat, fakta ini menjadi bukti hubungan antara Islam dan Konfusianisme di Kota Qufu dibangun di atas semangat kerja sama, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara damai.

Baca Juga: Kelenteng Tengah Laut Kubu Raya Masuk Nominasi API Award 2026 Kategori Destinasi Unik

"Berdasarkan dokumen sejarah, pembangunan dan renovasi masjid tidak hanya didukung oleh komunitas Muslim, tetapi juga mendapat perhatian dari pihak keluarga Kong dan masyarakat sekitar," ujar Prof. Samsul.

Bukti Nyata Toleransi di Pusat Peradaban Konfusianisme

Keberadaan Masjid Qufu beserta sejarah panjang yang menyertainya menunjukkan perbedaan keyakinan tidak menghalangi masyarakat untuk saling mendukung dalam membangun kehidupan bersama.

Baca Juga: Menyusuri Sejarah dan Keunikan Klenteng Tengah Laut Kubu Raya, Satu-Satunya di Dunia

Di kota yang dikenal sebagai pusat ajaran Konfusianisme itu, hubungan harmonis antara komunitas Muslim dan keluarga keturunan Konfusius menjadi contoh nyata bahwa toleransi dapat tumbuh melalui saling menghormati, kerja sama, dan penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Temuan Prof. Samsul Hidayat ini sekaligus memperkaya khazanah sejarah hubungan Islam dengan peradaban Tiongkok. Jejak tersebut menjadi pengingat dialog lintas budaya dan agama telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu, bahkan di salah satu pusat intelektual terbesar dalam sejarah Tiongkok.

 

Editor : Silvina
#jejak islam #harmoni islam di Tiongkok #keluarga kong #kota kelahiran konfusius #masjid qufu