PONTIANAK POST – Harmoni antara komunitas Muslim dan masyarakat di Kota Qufu, Provinsi Shandong, Tiongkok, ternyata tidak hanya tercatat dalam dokumen sejarah.Harmoni ini juga masih terlihat dalam kehidupan masyarakat hingga saat ini.
Temuan tersebut diperkuat oleh penjelasan Imam Masjid Qufu, H. Irsa (Yuan Caidong), yang menyebut hubungan antara umat Islam dengan masyarakat sekitar tetap berlangsung baik dan penuh rasa saling menghormati.
Menurut H. Irsa, semangat kebersamaan itu bahkan tampak ketika pembangunan kembali Masjid Qufu dilakukan pada era modern. Saat itu, sejumlah warga non-Muslim ikut memberikan bantuan dan donasi sebagai bentuk dukungan terhadap keberadaan rumah ibadah umat Islam tersebut.
Baca Juga: Jejak Harmoni Islam di Tiongkok (Bag-1): Terungkap Dukungan Keluarga Kong untuk Masjid Qufu
"Kami hidup berdampingan dengan masyarakat sekitar. Ketika pembangunan masjid dilakukan, ada warga non-Muslim yang ikut membantu dan memberikan donasi," ujar H. Irsa.
Harmoni Islam dan Konfusianisme Bukan Sekadar Wacana
Prof. Dr. Samsul Hidayat, M.A., dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, menilai fakta tersebut menjadi bukti bahwa hubungan antara Islam dan Konfusianisme tidak berhenti sebagai kajian akademik semata.
Baca Juga: Mengungkap Sejarah Masjid Batu Teluk Pakedai yang Dibangun Tanpa Kayu
Berdasarkan hasil penelitian lapangan dan penelusuran dokumen sejarah, hubungan kedua komunitas telah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Qufu selama berabad-abad.
Menurutnya, banyak orang selama ini memandang hubungan Islam dan Konfusianisme hanya dari sisi perbedaan ajaran agama. Padahal, berbagai arsip sejarah justru menunjukkan adanya kerja sama, saling percaya, dan penghormatan antarkelompok yang telah berlangsung sejak lama.
"Selama ini banyak orang melihat hubungan Islam dan Konfusianisme hanya dari perspektif perbedaan agama. Padahal, dokumen sejarah di Qufu memperlihatkan banyak contoh kerja sama, saling percaya, dan penghormatan antarkomunitas yang telah berlangsung lama," jelas Prof. Samsul.
Baca Juga: Menelusuri Sejarah dan Peran Masjid Jami’atus Sholihin, Pusat Dakwah Tertua di Tanjung Saleh
Pusat Dokumentasi Islam Menyimpan Kekayaan Sejarah Komunitas Hui
Selain mengisahkan hubungan harmonis antara keluarga Kong dan komunitas Muslim, pusat dokumentasi sejarah Islam di Kota Qufu juga menyimpan berbagai arsip penting mengenai perkembangan Islam di wilayah tersebut.
Dokumen-dokumen itu memuat sejarah komunitas Hui, silsilah keluarga Muslim, kiprah para ulama, hingga kontribusi tokoh-tokoh Muslim dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.
Keberadaan arsip tersebut menjadi sumber penting untuk memahami perjalanan panjang Islam yang berkembang secara damai di tengah kuatnya tradisi Konfusianisme.
Baca Juga: Tiongkok Ciptakan Matahari Buatan dari Baja Lokal, Hasilkan Energi tanpa Emisi Karbon
Qufu Menjadi Contoh Harmoni Antaragama
Bagi Prof. Samsul, temuan ini memiliki makna penting dalam pengembangan kajian hubungan antaragama dan peradaban.
Ia menilai sejarah Islam di Qufu menunjukkan identitas keagamaan tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk membangun kolaborasi demi kepentingan bersama.
Baca Juga: Moderasi Beragama Perkuat Cinta Kasih dan Harmoni Masyarakat Singkawang
"Qufu memberikan pelajaran bahwa harmoni tidak lahir karena menghilangkan perbedaan, melainkan karena adanya penghormatan terhadap nilai kemanusiaan yang sama. Di kota kelahiran Konfusius ini, Islam tumbuh berdampingan dengan tradisi Konfusianisme melalui hubungan sosial yang saling menguatkan," katanya.
Perkuat Kajian Islam dan Konfusianisme
Melalui Qilu Visiting and Research Residency Program, Prof. Samsul terus mendokumentasikan berbagai jejak sejarah Islam di Kota Qufu.
Baca Juga: Madrasah Aliyah Gerpemi Tebas Berikan Kajian Islami, Ajak Siswa Jadi Muslim Produktif saat Libur
Penelitian tersebut meliputi penelusuran sejarah Masjid Qufu (Qūfù Qīngzhēnsì), kawasan permukiman Muslim Hui, pusat dokumentasi sejarah Islam, hingga wawancara dengan tokoh agama dan akademisi setempat.
Menurutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah kajian mengenai hubungan Islam dan Konfusianisme sekaligus memperkuat kerja sama akademik antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya dalam bidang studi agama, sejarah, dan peradaban.
Jejak sejarah yang ditemukan di Kota Qufu menjadi bukti bahwa toleransi tidak hanya menjadi nilai yang diajarkan, tetapi juga telah diwujudkan dalam kehidupan masyarakat lintas agama selama ratusan tahun.
Editor : Silvina