Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Fakta Menakjubkan Situs Liyangan Temanggung, Kota Kuno yang Disebut Mirip Pompeii dan Masih Terus Digali

Silvina • Selasa, 7 Juli 2026 | 15:14 WIB
Situs  Liyangan Temanggung di  yang diyakini warisan dari pemukiman Jawa Kuno
Situs Liyangan Temanggung di Jawa Tengah yang diyakini warisan dari pemukiman Jawa Kuno

 

PONTIANAK POST – Indonesia kembali menyimpan kisah sejarah yang luar biasa melalui Situs Liyangan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Situs ini disebut sebagai salah satu kompleks permukiman Jawa Kuno paling lengkap yang pernah ditemukan di Indonesia karena menyimpan berbagai bukti kehidupan masyarakat pada masa lampau.

Keberadaan Situs Liyangan tidak hanya menarik perhatian para arkeolog, tetapi juga wisatawan yang ingin menyaksikan langsung jejak peradaban kuno dengan latar megah Gunung Sindoro. Menariknya, situs ini sempat terkubur material vulkanik selama sekitar 1.000 tahun sebelum akhirnya ditemukan secara tidak sengaja.

Ditemukan Berkat Aktivitas Penambang Pasir

Baca Juga: Fakta Mengejutkan Makam Juang Mandor, Dari Kawasan Militer Jepang hingga Menjadi Situs Sejarah Kalimantan Barat

Dikutip dari Instagram @suciambarwati25, Situs Liyangan pertama kali ditemukan pada 2008. Penemuan tersebut bermula ketika para penambang pasir menemukan struktur batu yang tidak biasa saat melakukan aktivitas penambangan.

Temuan itu kemudian diteliti oleh para arkeolog. Hasil penelitian menunjukkan kawasan tersebut merupakan bekas permukiman masyarakat Jawa Kuno yang terkubur akibat letusan gunung berapi sekitar abad ke-10 Masehi.

Penemuan ini menjadi salah satu temuan arkeologi terpenting di Indonesia karena memperlihatkan bagaimana masyarakat pada masa itu telah membangun kehidupan yang tertata.

Baca Juga: Mengapa Islam Cepat Berkembang di Nusantara? Ini Sejarah dan Cara Penyebarannya

Jalan Batu Asli Berusia Ribuan Tahun

Salah satu temuan yang paling menarik perhatian adalah jalan batu selebar sekitar lima meter yang masih dapat dikenali hingga sekarang.

Jalan tersebut diyakini merupakan bagian dari infrastruktur asli permukiman kuno. Keberadaannya menjadi bukti masyarakat Liyangan telah memiliki sistem tata ruang yang cukup maju pada masanya.

Baca Juga: Sejarah Jamu Nusantara, Tetap Dipercaya Masyarakat di Tengah Medis Modern

Selain jalan batu, para peneliti juga menemukan saluran air yang menunjukkan kemampuan masyarakat kuno dalam mengelola sumber daya air untuk kehidupan sehari-hari.

Permukiman Kuno Terlengkap di Indonesia

Situs Liyangan disebut sebagai salah satu kompleks permukiman kuno terlengkap yang pernah ditemukan di Indonesia.

Baca Juga: Sejarah Bendera Indonesia dan Makna Mendalam Dibalik Warna Merah Putih

Di kawasan ini ditemukan berbagai peninggalan penting, mulai dari tempat peribadatan, peralatan rumah tangga, saluran air, jalan, hingga fosil padi yang masih tersimpan di dalam lumbung pangan.

Beragam temuan tersebut memberikan gambaran bahwa masyarakat Liyangan telah memiliki kehidupan sosial, ekonomi, dan spiritual yang berkembang dengan baik sebelum kawasan itu tertimbun material vulkanik.

Luas Kawasan Diperkirakan Mencapai 150 Hektare

Baca Juga: Sejak Kapan Orang Indonesia Makan Durian? Jawabannya Ada di Candi Borobudur

Zona inti Situs Liyangan memiliki luas sekitar 10 hektare. Namun, para peneliti memperkirakan keseluruhan kawasan situs mencapai sekitar 150 hektare.

Artinya, masih banyak bagian situs yang hingga kini diperkirakan masih tersimpan di bawah tanah dan terus menjadi objek penelitian serta ekskavasi arkeologi.

Setiap proses penggalian berpotensi mengungkap informasi baru mengenai kehidupan masyarakat Jawa Kuno yang pernah menghuni kawasan tersebut.

Baca Juga: Benarkah Candi Borobudur Warisan Nabi Sulaiman? Ini Ulasannya

Dijuluki Pompeii dari Indonesia

Situs Liyangan kerap dibandingkan dengan Kota Pompeii di Italia karena sama-sama tertimbun akibat letusan gunung berapi.

Meski memiliki kemiripan dalam proses bencana alam yang mengubur sebuah permukiman, terdapat perbedaan penting. Hingga saat ini, para arkeolog belum menemukan jasad manusia di kawasan Situs Liyangan.

Baca Juga: Kota Pompeii yang Musnah Mendadak, Benarkah Mirip Kisah Kaum Nabi Luth?

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa masyarakat setempat telah lebih dahulu mengungsi setelah mampu membaca tanda-tanda aktivitas gunung sebelum letusan besar terjadi.

Bukti Kemajuan Peradaban Nusantara

Keberadaan Situs Liyangan menunjukkan nenek moyang bangsa Indonesia telah mampu membangun permukiman yang tertata, mengembangkan sistem pertanian, mengelola air, serta membangun tempat ibadah jauh sebelum era modern.

Baca Juga: Penelitian DNA Ungkap Fakta Mengejutkan tentang Penduduk Kota Pompeii Kuno

Warisan sejarah ini menjadi pengingat bahwa peradaban Nusantara telah berkembang dengan baik dan hidup berdampingan dengan alam.

Selain memiliki nilai sejarah tinggi, kawasan Situs Liyangan juga menawarkan panorama alam yang indah dengan latar Gunung Sindoro sehingga menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik bagi masyarakat.

Editor : Silvina
#kota pompeii #jaw akuno #liyangan temanggung #jawa tengah #Situs Sejarah