PONTIANAK POST – Penemuan sebuah struktur Surya Majapahit atau bintang mandala berukuran besar di Situs Klinterejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menjadi salah satu temuan arkeologi yang menarik perhatian. Struktur yang memiliki bentuk khas menyerupai bintang itu disebut sebagai salah satu temuan paling unik yang pernah ditemukan pada kawasan peninggalan Kerajaan Majapahit.
Temuan tersebut semakin menguatkan posisi Mojokerto sebagai salah satu wilayah penting dalam sejarah Majapahit. Hingga kini, proses penelitian terhadap situs tersebut masih terus dilakukan untuk mengungkap fungsi serta bentuk keseluruhan bangunan yang pernah berdiri di lokasi tersebut.
Surya Majapahit Berukuran Besar Ditemukan di Situs Klinterejo
Dalam proses ekskavasi, tim arkeolog berhasil menemukan struktur berbentuk Surya Majapahit atau bintang mandala dengan ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan temuan serupa sebelumnya.
Bentuk bintang tersebut tersusun dari struktur bata kuno yang masih dapat dikenali pola geometrinya. Luasnya struktur membuat para peneliti memperkirakan bahwa bangunan yang berdiri di atasnya dahulu memiliki dimensi yang sangat besar.
Menurut informasi yang beredar melalui tayangan YouTube Shorts akun @asli_mojokerto, selama proses penggalian para arkeolog mengaku belum pernah menemukan struktur bintang mandala sebesar yang ada di Situs Klinterejo. Temuan ini kemudian menjadi salah satu penemuan penting dalam penelitian peninggalan Majapahit.
Diduga Menjadi Bagian Bangunan Penting Kerajaan Majapahit
Besarnya struktur Surya Majapahit membuat para peneliti menduga bahwa situs tersebut bukanlah bangunan biasa.
Hingga kini fungsi pasti bangunan tersebut masih terus dikaji. Para arkeolog masih melakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui apakah struktur itu merupakan bagian dari kompleks keagamaan, bangunan pemerintahan, atau fasilitas penting lainnya pada masa Kerajaan Majapahit.
Penelitian arkeologi semacam ini memerlukan waktu yang panjang karena setiap lapisan tanah harus dibuka secara bertahap agar tidak merusak tinggalan budaya yang masih tersisa.
Mojokerto Dikenal Sebagai Bumi Majapahit
Kabupaten Mojokerto sejak lama dikenal sebagai salah satu kawasan penting peninggalan Kerajaan Majapahit. Banyak situs purbakala ditemukan di wilayah ini, mulai dari candi, kolam kuno, permukiman, hingga berbagai struktur bata yang diperkirakan berasal dari abad ke-13 hingga ke-15.
Keberadaan berbagai situs tersebut menjadi bukti bahwa wilayah Mojokerto pernah menjadi pusat aktivitas pemerintahan, ekonomi, maupun kebudayaan Kerajaan Majapahit.
Tidak mengherankan apabila hampir setiap kegiatan penelitian arkeologi di kawasan ini kerap menghasilkan temuan-temuan baru yang memperkaya pemahaman tentang sejarah Nusantara.
Surya Majapahit Menjadi Simbol Kebesaran Kerajaan
Baca Juga: Dari Cerita Lisan ke Layar Kaca, Legenda Padang 12 Diangkat Jadi Film dan Sempat Trending
Surya Majapahit merupakan salah satu simbol yang identik dengan Kerajaan Majapahit. Lambang ini berbentuk lingkaran dengan sinar menyerupai matahari yang dalam sejumlah peninggalan seni dan arsitektur sering dikaitkan dengan konsep kosmologi Hindu-Buddha pada masa itu.
Penemuan struktur berbentuk bintang mandala di Situs Klinterejo memberikan peluang baru bagi para peneliti untuk memahami bagaimana simbol tersebut diterapkan dalam tata ruang bangunan pada masa Majapahit.
Meski demikian, berbagai dugaan mengenai fungsi bangunan tersebut masih menunggu hasil penelitian ilmiah yang lebih mendalam.
Baca Juga: Mengenal Pahlawan Wanita dari Kayong Utara yang Makamnya Masih Terawat di Perbukitan
Menambah Kekayaan Sejarah Nusantara
Temuan Surya Majapahit di Situs Klinterejo menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki warisan sejarah yang sangat kaya. Berbagai peninggalan Kerajaan Majapahit yang terus ditemukan menunjukkan masih banyak bagian sejarah Nusantara yang belum sepenuhnya terungkap.
Melalui penelitian arkeologi yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak informasi mengenai kehidupan masyarakat, arsitektur, hingga kebudayaan Majapahit yang dapat dipahami secara ilmiah. Penemuan seperti ini juga menjadi aset penting dalam pelestarian cagar budaya sekaligus memperkuat identitas sejarah bangsa Indonesia.
Editor : Silvina