PONTIANAK POST – Austria memiliki banyak kota bersejarah yang menjadi tujuan wisata dunia. Setelah Wina, salah satu destinasi paling populer adalah Salzburg, kota yang berada di bagian barat Austria dan berbatasan langsung dengan kawasan Bavaria, Jerman.
Kota ini dikenal karena kekayaan sejarah, arsitektur klasik, serta lanskap alam yang memadukan sungai, perbukitan, dan Pegunungan Alpen. Menurut Syafaruddin Daeng Usman, peminat kajian sejarah dari Kalimantan Barat, daya tarik utama Salzburg terletak pada kawasan Altstadt atau Kota Tua yang hingga kini masih terpelihara dengan sangat baik.
Kota Tua yang Tetap Mempertahankan Keaslian Selama Berabad-abad
Baca Juga: Menyusuri Sejarah Besar Austria di Museum Wien Stadt yang Terasa Begitu Mistis
Altstadt Salzburg kerap disebut sebagai salah satu kawasan kota tua yang paling terjaga keasliannya di Eropa. Wilayah ini diapit oleh Sungai Salzach di satu sisi dan Bukit Festungsberg di sisi lainnya.
Perpaduan bangunan bergaya klasik, jalanan berbatu, serta deretan gereja dan istana bersejarah menjadikan kawasan ini seolah membawa pengunjung kembali ke masa lampau.
Keindahan kawasan tersebut semakin lengkap dengan latar Pegunungan Alpen yang tampak menjulang, terutama ketika musim dingin tiba dan puncaknya diselimuti salju.
Baca Juga: Menyusuri Sejarah dan Keunikan Klenteng Tengah Laut Kubu Raya, Satu-Satunya di Dunia
Hohensalzburg, Kastel Berusia Hampir Seribu Tahun
Di puncak Bukit Festungsberg berdiri Benteng Hohensalzburg, salah satu ikon utama Kota Salzburg.
Menurut Syafaruddin Daeng Usman, benteng ini mulai dibangun pada 1077 dan hingga kini masih berdiri megah sebagai salah satu kastel abad pertengahan terbesar yang masih bertahan di Eropa.
Baca Juga: Menyusuri Istana Versailles di Prancis, Kisah Cinta Louis XVI yang Berakhir Tragis
Dari kawasan benteng, pengunjung dapat menikmati panorama Kota Tua Salzburg, aliran Sungai Salzach, hingga kawasan modern kota yang berada di seberangnya. Pada cuaca cerah, hamparan Pegunungan Alpen juga terlihat membingkai keindahan kota.
Residenzplatz, Alun-alun Bersejarah dengan Air Mancur Barok
Pusat aktivitas Kota Tua Salzburg berada di Residenzplatz, sebuah alun-alun yang menjadi salah satu ruang publik paling terkenal di kota tersebut.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Migran Indonesia di Belanda yang Kini Jadi Masyarakat Multikultural
Di tengah alun-alun berdiri Residenzbrunnen, air mancur bergaya Barok setinggi sekitar 15 meter yang dibangun pada 1661.
Air mancur ini dikenal sebagai salah satu karya seni bergaya Barok terbesar di kawasan Eropa Tengah dan menjadi salah satu objek favorit wisatawan untuk berfoto.
Istana Residenz, Saksi Pemerintahan Prince Bishop
Baca Juga: Menyusuri Romantisme Paris (Bag-1): Dari Pesona Menara Eiffel hingga Montmartre yang Bersejarah
Di sisi barat Residenzplatz berdiri Residenz Salzburg, istana yang selesai dibangun pada 1619.
Bangunan megah ini dahulu menjadi kediaman para Prince Bishop Salzburg, yakni pemimpin gereja yang sekaligus menjalankan pemerintahan di wilayah tersebut.
Saat ini, Residenz difungsikan sebagai museum dan galeri seni yang menyimpan berbagai koleksi sejarah, lukisan, hingga perabot klasik dari masa pemerintahan Salzburg tempo dulu.
Baca Juga: Menyusuri Romantisme Paris (Bag-2): Jejak Kuliner Kelas Dunia dan Hotel Bersejarah yang Mendunia
Salzburg Pernah Dipimpin Pemimpin Agama
Keunikan sejarah Salzburg tidak hanya terlihat dari bangunan-bangunannya, tetapi juga sistem pemerintahannya.
Syafaruddin juga mnejelaskan sejak abad ke-13, Salzburg merupakan wilayah independen yang dipimpin oleh Prince Bishop, yaitu seorang uskup yang sekaligus memegang kekuasaan pemerintahan.
Baca Juga: Jejak Harmoni Islam di Tiongkok (Bag-1): Terungkap Dukungan Keluarga Kong untuk Masjid Qufu
Model pemerintahan ini berbeda dengan kebanyakan kerajaan di Eropa yang dipimpin oleh raja atau pangeran.Kekuasaan Prince Bishop berakhir pada 1803 ketika Salzburg berubah menjadi wilayah sekuler.
Pernah Berpindah Kekuasaan Sebelum Kembali ke Austria
Perjalanan politik Salzburg sempat mengalami beberapa kali perubahan.Pada 1805, Salzburg menjadi bagian dari Austria. Empat tahun kemudian, tepatnya pada 1809, wilayah ini dialihkan ke dalam Kerajaan Bavaria.
Namun perubahan tersebut tidak berlangsung lama. Pada 1816, Salzburg kembali menjadi bagian dari Austria dan terus berkembang hingga menjadi salah satu kota bersejarah paling terkenal di negara tersebut.
Kini, Kota Tua Salzburg bukan hanya menjadi pusat wisata budaya, tetapi juga simbol bagaimana warisan sejarah dapat dipelihara selama berabad-abad tanpa kehilangan nilai dan keasliannya. Tak heran jika kawasan ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang ingin menikmati perpaduan sejarah, arsitektur, dan keindahan alam khas Eropa.
Editor : Silvina