PONTIANAK POST – Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, memiliki banyak lokasi yang menyimpan nilai sejarah sekaligus cerita yang berkembang di tengah masyarakat. Salah satunya adalah Bukit Vandering yang berada di Dusun Serukam, Desa Pasti Jaya, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang.
Kisah mengenai bukit ini kembali menjadi perhatian akun Livusbengkayang1k lewat video YouTube Shorts. Selain dikenal sebagai lokasi bersejarah pada masa penjajahan, Bukit Vandering juga dikaitkan dengan berbagai cerita misteri yang masih dipercaya sebagian masyarakat hingga kini.
Pernah Menjadi Pos Pengintaian Belanda
Berdasarkan narasi dalam video tersebut, Bukit Vandering pada masa lalu merupakan lokasi berdirinya pos pengintaian milik Belanda.
Pos tersebut digunakan untuk mengawasi pergerakan pasukan Jepang pada masa perang. Letaknya yang berada di kawasan perbukitan membuat lokasi ini memiliki pandangan yang luas sehingga dinilai strategis sebagai titik pemantauan.
Keberadaan bukit ini menjadi salah satu bukti sejarah yang menggambarkan situasi Kalimantan Barat pada masa penjajahan.
Diusulkan Menjadi Cagar Budaya
Masih menurut sumber yang sama, Bukit Vandering digadang-gadang menjadi salah satu cagar budaya di Kabupaten Bengkayang. Lokasi ini dinilai memiliki nilai sejarah karena menjadi saksi perjalanan bangsa Indonesia pada masa perjuangan kemerdekaan.
Apabila dikembangkan sebagai kawasan wisata sejarah, Bukit Vandering diharapkan dapat menjadi tempat edukasi bagi masyarakat. Sekaligus mengingatkan generasi muda terhadap perjalanan panjang bangsa dalam meraih kemerdekaan.
Baca Juga: Mengungkap Fakta Sejarah Padang 12 Ketapang, Benarkah Pernah Ada Kampung yang Hilang?
Jalan Berkelok dengan Tikungan U yang Ikonik
Selain sejarahnya, Bukit Vandering juga dikenal karena kondisi jalannya yang berkelok-kelok. Salah satu bagian paling terkenal adalah tikungan berbentuk U yang memiliki tanjakan dan turunan cukup curam.
Tikungan tersebut kerap menjadi lokasi favorit para pengendara maupun wisatawan untuk berfoto karena menawarkan panorama alam khas perbukitan Bengkayang.
Namun demikian, pengendara tetap diimbau berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut mengingat kondisi jalan yang menantang.
Baca Juga: Kisah Orang Limun dan Kota Tak Terlihat di Padang 12 Ketapang, Fakta atau Legenda?
Minim Penerangan Saat Malam Hari
Pada malam hari, suasana Bukit Vandering berubah menjadi lebih sunyi. Penerangan jalan yang masih terbatas membuat pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi jalur tersebut, terutama saat cuaca berkabut atau hujan.
Kondisi inilah yang kemudian memunculkan berbagai cerita dari masyarakat mengenai pengalaman-pengalaman yang dianggap tidak biasa saat melintas di kawasan tersebut.
Baca Juga: Kisah Rhoma Irama di Ketapang Bikin Penasaran, Benarkah Pernah Manggung di Padang 12?
Cerita Misteri yang Masih Beredar di Masyarakat
Selain dikenal sebagai lokasi bersejarah, Bukit Vandering juga memiliki berbagai kisah mistis yang telah lama berkembang dari mulut ke mulut.
Dalam video yang diunggah akun Livusbengkayang1k, disebutkan sebagian masyarakat meyakini kawasan ini menyimpan cerita-cerita yang sulit dijelaskan secara logika. Berbagai pengalaman yang dikisahkan oleh warga maupun pengendara turut memperkuat citra Bukit Vandering sebagai salah satu lokasi yang penuh misteri di Bengkayang.
Baca Juga: Dari Cerita Lisan ke Layar Kaca, Legenda Padang 12 Diangkat Jadi Film dan Sempat Trending
Meski demikian, hingga kini tidak terdapat bukti ilmiah ataupun keterangan resmi yang dapat membuktikan kebenaran cerita-cerita tersebut. Kisah yang beredar merupakan bagian dari cerita rakyat dan kepercayaan yang hidup di tengah masyarakat.
Warisan Sejarah yang Patut Dijaga
Di balik cerita misteri yang melekat, Bukit Vandering sesungguhnya menyimpan nilai sejarah yang penting bagi Kalimantan Barat.
Baca Juga: Cagar Budaya Ratusan Tahun di Mempawah Ini Masih Berdiri, Tapi Kondisinya Memprihatinkan
Jejak pos pengintaian Belanda menjadi pengingat kawasan ini pernah menjadi bagian dari dinamika perjuangan pada masa penjajahan. Karena itu, pelestarian situs beserta sejarahnya dinilai lebih penting agar generasi mendatang dapat memahami perjalanan masa lalu sekaligus membedakan antara fakta sejarah dan cerita yang berkembang di masyarakat.
Editor : Silvina