PONTIANAK POST – Perpisahan di Stasiun Jatinegara bukan sekadar kisah dua anak muda yang saling mencintai. Momen itu menjadi titik awal perjalanan panjang yang mempertemukan cinta dengan pengorbanan, ketika negara memanggil lebih dulu dibandingkan urusan hati.
Kisah ini dikutip dari penuturan Syafaruddin Daeng Usman, peneliti dan penulis sejarah asal Kalimantan Barat.
Republik Memanggil Putra-Putranya
Situasi Indonesia pada masa itu semakin genting. Setelah Proklamasi Kemerdekaan, berbagai daerah masih menjadi medan perjuangan mempertahankan kedaulatan. Pasukan Republik harus kembali ke daerah masing-masing untuk menghadapi ancaman yang terus datang.
Rahadi termasuk di antara para pemuda yang memilih jalan sulit tersebut.Meski baru mengenal kebahagiaan bersama Oetari, ia sadar bahwa tugas sebagai prajurit tidak dapat ditunda. Baginya, mempertahankan kemerdekaan adalah kewajiban yang harus didahulukan.
Oetari Hanya Bisa Menunggu
Baca Juga: Menyusuri Istana Versailles di Prancis, Kisah Cinta Louis XVI yang Berakhir Tragis
Bagi Oetari, hari-hari setelah kepergian Rahadi terasa begitu panjang. Ia tidak mengetahui di mana sang kekasih berada. Tidak ada telepon, tidak ada pesan singkat, bahkan surat pun belum tentu sampai dengan cepat.
Yang dimiliki Oetari hanyalah kenangan singkat tentang lelaki berkacamata yang selalu tampak tenang dan penuh disiplin. Kenangan itu menjadi teman dalam setiap hari penantian.
Janji yang Tidak Pernah Diingkari
Baca Juga: Kisah Sultan Kosen, Manusia Tertinggi di Dunia yang Kini Berjuang Mencari Cinta
Sebelum berpisah, keduanya pernah berbincang mengenai masa depan. Mereka sepakat tidak akan menikah selama perang masih berlangsung.
Keputusan itu bukan karena cinta mereka berkurang, melainkan karena keduanya memahami risiko yang harus dihadapi.
Oetari tidak ingin menjadi seorang istri yang sewaktu-waktu harus menerima kabar duka dari medan pertempuran. Rahadi pun memahami kegelisahan perempuan yang dicintainya.Namun, sebagai prajurit, ia tetap harus menjalankan amanah bangsa.
Baca Juga: Megawati dan Dio Resmi Menikah, Kisah Cinta Dua Atlet Berprestasi Indonesia
Cinta yang Tumbuh dalam Keheningan
Hari demi hari berlalu tanpa kabar pasti.Meski demikian, Oetari tidak pernah menghapus Rahadi dari hatinya.
Ia percaya bahwa lelaki itu sedang menjalankan tugas yang jauh lebih besar daripada kepentingan pribadi.
Sementara Rahadi, di tengah kesibukan dan kerasnya perjuangan, diyakini tetap menyimpan sosok Oetari di sudut hatinya.
Perpisahan mereka bukan karena hilangnya cinta, melainkan karena keadaan yang memaksa.Tak ada yang mengetahui bagaimana akhir perjalanan dua insan muda tersebut.
Yang pasti, sejarah kemudian mencatat Rahadi akan menghadapi tugas-tugas besar yang mengubah jalan hidupnya, sekaligus menguji kesetiaan cinta yang telah mereka bangun sejak usia belia.
(Bersambung ke Artikel 3: Ketika Rahadi Semakin Sibuk di Medan Juang, Oetari Mulai Dihantui Firasat yang Sulit Dijelaskan.)
Editor : Silvina