Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kisah Cinta Rahadi Osman (Bag-2) : Rahadi Memilih Republik, Oetari Memilih Setia Menunggu

Silvina • Rabu, 15 Juli 2026 | 13:39 WIB

 

Buku Seabad Rahadi Osman yang ditulis Syafaruddin Daeng Usman. (IST)
Buku Seabad Rahadi Osman yang ditulis Syafaruddin Daeng Usman. (IST)
 
Buku Seabad Rahadi Osman yang ditulis Syafaruddin Daeng Usman (IST)

PONTIANAK POST – Perpisahan di Stasiun Jatinegara bukan sekadar kisah dua anak muda yang saling mencintai. Momen itu menjadi titik awal perjalanan panjang yang mempertemukan cinta dengan pengorbanan, ketika negara memanggil lebih dulu dibandingkan urusan hati.

Kisah ini dikutip dari penuturan Syafaruddin Daeng Usman, peneliti dan penulis sejarah asal Kalimantan Barat.

Republik Memanggil Putra-Putranya

Baca Juga: Kisah Cinta Rahadi Osman (Bag-1) : Senja Perpisahan di Stasiun Jatinegara yang Menjadi Awal Segalanya

Situasi Indonesia pada masa itu semakin genting. Setelah Proklamasi Kemerdekaan, berbagai daerah masih menjadi medan perjuangan mempertahankan kedaulatan. Pasukan Republik harus kembali ke daerah masing-masing untuk menghadapi ancaman yang terus datang.

Rahadi termasuk di antara para pemuda yang memilih jalan sulit tersebut.Meski baru mengenal kebahagiaan bersama Oetari, ia sadar bahwa tugas sebagai prajurit tidak dapat ditunda. Baginya, mempertahankan kemerdekaan adalah kewajiban yang harus didahulukan.

Oetari Hanya Bisa Menunggu

Baca Juga: Menyusuri Istana Versailles di Prancis, Kisah Cinta Louis XVI yang Berakhir Tragis

Bagi Oetari, hari-hari setelah kepergian Rahadi terasa begitu panjang. Ia tidak mengetahui di mana sang kekasih berada. Tidak ada telepon, tidak ada pesan singkat, bahkan surat pun belum tentu sampai dengan cepat.

Yang dimiliki Oetari hanyalah kenangan singkat tentang lelaki berkacamata yang selalu tampak tenang dan penuh disiplin. Kenangan itu menjadi teman dalam setiap hari penantian.

Janji yang Tidak Pernah Diingkari

Baca Juga: Kisah Sultan Kosen, Manusia Tertinggi di Dunia yang Kini Berjuang Mencari Cinta

Sebelum berpisah, keduanya pernah berbincang mengenai masa depan. Mereka sepakat tidak akan menikah selama perang masih berlangsung.

Keputusan itu bukan karena cinta mereka berkurang, melainkan karena keduanya memahami risiko yang harus dihadapi.

Oetari tidak ingin menjadi seorang istri yang sewaktu-waktu harus menerima kabar duka dari medan pertempuran. Rahadi pun memahami kegelisahan perempuan yang dicintainya.Namun, sebagai prajurit, ia tetap harus menjalankan amanah bangsa.

Baca Juga: Megawati dan Dio Resmi Menikah, Kisah Cinta Dua Atlet Berprestasi Indonesia

Cinta yang Tumbuh dalam Keheningan

Hari demi hari berlalu tanpa kabar pasti.Meski demikian, Oetari tidak pernah menghapus Rahadi dari hatinya.

Ia percaya bahwa lelaki itu sedang menjalankan tugas yang jauh lebih besar daripada kepentingan pribadi.

Baca Juga: Golkar Kalbar Ajak Masyarakat Nonton Film Lyora, Kisah Nyata Ketangguhan Cinta dan Perjuangan Menanti Buah Hati

Sementara Rahadi, di tengah kesibukan dan kerasnya perjuangan, diyakini tetap menyimpan sosok Oetari di sudut hatinya.

Perpisahan mereka bukan karena hilangnya cinta, melainkan karena keadaan yang memaksa.Tak ada yang mengetahui bagaimana akhir perjalanan dua insan muda tersebut.

Yang pasti, sejarah kemudian mencatat  Rahadi akan menghadapi tugas-tugas besar yang mengubah jalan hidupnya, sekaligus menguji kesetiaan cinta yang telah mereka bangun sejak usia belia.

(Bersambung ke Artikel 3: Ketika Rahadi Semakin Sibuk di Medan Juang, Oetari Mulai Dihantui Firasat yang Sulit Dijelaskan.)

 

Editor : Silvina
kisah cinta pahlawan perang sebelum merdeka gadis belia oetari Rahadi Osman republik indonesia