PONTIANAK POST – Jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, wilayah Kalimantan Barat pernah menjadi tempat berdirinya sebuah pemerintahan yang dikenal sebagai Republik Lanfang. Dalam berbagai kajian sejarah, Lanfang kerap disebut sebagai salah satu republik paling awal di Nusantara yang lahi dari komunitas penambang emas keturunan Tionghoa
Kisah mengenai Republik Lanfang kembali menjadi perbincangan setelah diulas dalam sebuah video yang menampilkan podcaster Deddy Corbuzier bersama narasumber yang membahas sejarah Kalimantan Barat. Dalam pembahasan yang diunggah akun TikTok @ficlipyt4 tersebut dijelaskan bagaimana republik itu lahir, berkembang, hingga akhirnya dibubarkan oleh pemerintah kolonial Belanda.
Menurut penjelasan narasumber dalam video tersebut, sejarah Republik Lanfang bermula pada sekitar abad ke-18 ketika banyak perantau asal Tiongkok, terutama dari etnis Hakka, datang ke Kalimantan Barat untuk bekerja di sektor pertambangan emas. Kedatangan mereka mendapat izin dari kerajaan-kerajaan setempat dengan sistem kerja sama, di mana para penambang diperbolehkan mengelola tambang emas dengan kewajiban menyerahkan sebagian hasil tambang kepada pihak kerajaan.
Baca Juga: Kalbar Ternyata Pernah Berstatus Daerah Istimewa, Babak Penting yang Jarang Diketahui
Kongsi Penambang Menjadi Cikal Bakal Republik
Semakin banyaknya pendatang membuat komunitas penambang membentuk berbagai organisasi yang dikenal sebagai kongsi. Organisasi ini tidak hanya mengatur aktivitas pertambangan, tetapi juga perdagangan, keamanan, hingga kehidupan sosial para anggotanya.
Namun, seiring perkembangan waktu, muncul perselisihan di antara sejumlah kongsi. Konflik tersebut dinilai berpotensi mengganggu aktivitas pertambangan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat saat itu.
Baca Juga: Sejarah Rumah Tertua Keluarga Tjhia di Singkawang, Dibangun Perantau yang Bangkit dari Kebangkrutan
Dalam pembahasan video tersebut dijelaskan seorang tokoh bernama Lo Fong Pak kemudian tampil sebagai pemersatu berbagai kongsi yang sebelumnya berselisih. Atas kesepakatan bersama, kongsi-kongsi tersebut akhirnya membentuk sebuah pemerintahan yang kemudian dikenal sebagai Republik Lanfang.
Memiliki Sistem Pemerintahan Sendiri
Republik Lanfang dikenal memiliki sistem pemerintahan yang cukup terorganisasi pada masanya. Pemerintahan dipimpin oleh seorang presiden yang dipilih dari kalangan masyarakat kongsi.
Baca Juga: Menyusuri Rumah Hakka Terbesar di Kalbar, Bangunan Unik yang Disebut Hanya Ada Dua di Asia Tenggara
Dalam sejumlah literatur sejarah, sistem pemerintahan Republik Lanfang sering disebut sebagai salah satu bentuk pemerintahan republik paling awal di kawasan Nusantara. Keberadaannya menunjukkan komunitas penambang saat itu telah memiliki tata kelola pemerintahan sendiri untuk mengatur kehidupan masyarakat di wilayah pertambangan.
Selain mengelola aktivitas ekonomi, pemerintahan Republik Lanfang juga berperan menjaga ketertiban serta memperkuat hubungan antarkomunitas yang bermukim di kawasan pertambangan emas Kalimantan Barat.
Bertahan Lebih dari Satu Abad
Baca Juga: Rumah Hakka Kubu Raya Terinspirasi Warisan Dunia UNESCO, Arsiteknya Berkali-kali Belajar ke Tiongkok
Masih berdasarkan penjelasan narasumber dalam video tersebut, Republik Lanfang mampu bertahan selama sekitar 107 tahun.
Pada awal keberadaannya, pemerintah kolonial Belanda disebut masih mengakui eksistensi Republik Lanfang. Namun, kondisi itu berubah ketika kepentingan Belanda terhadap sumber daya alam, terutama tambang emas di Kalimantan Barat, semakin besar.
Dalam berbagai catatan sejarah, Belanda kemudian memperluas pengaruhnya di wilayah tersebut hingga akhirnya membubarkan Republik Lanfang pada akhir abad ke-19. Peristiwa itu menandai berakhirnya salah satu pemerintahan yang pernah berdiri di kawasan Kalimantan Barat sebelum Indonesia merdeka.
Baca Juga: Asal Usul Nama Singkawang, Diyakini Berasal dari Bahasa Tionghoa yang Penuh Makna
Menjadi Bagian Penting Sejarah Kalimantan Barat
Meski telah lama berakhir, Republik Lanfang tetap menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan sejarah Kalimantan Barat. Keberadaannya memperlihatkan bagaimana komunitas perantau Tionghoa, khususnya dari etnis Hakka, berperan dalam perkembangan sektor pertambangan emas sekaligus membangun sistem organisasi dan pemerintahan di wilayah tersebut.
Hingga kini, sejarah Republik Lanfang masih menjadi bahan kajian para sejarawan dan sering diangkat kembali dalam berbagai diskusi maupun konten edukasi sejarah. Kisahnya menjadi salah satu bukti bahwa Kalimantan Barat memiliki jejak sejarah yang unik dan berperan penting dalam perjalanan Nusantara sebelum lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Editor : Silvina