Benarkah Pendiri Singapura Lee Kuan Yew Keturunan Republik Lanfang? Ini Penjelasannya

Silvina • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 11:16 WIB
Pendiri Singapura Lee Kuan Yew saat bertandang ke Indonesa membesuk Presiden Soeharto (DOK ANTARA)
Pendiri Singapura Lee Kuan Yew saat bertandang ke Indonesa membesuk Presiden Soeharto (DOK ANTARA)

 

PONTIANAK POST – Nama Lee Kuan Yew, pendiri sekaligus Perdana Menteri pertama Singapura, kembali menjadi perbincangan setelah dikaitkan dengan Republik Lanfang. Sebuah pemerintahan yang pernah berdiri di Kalimantan Barat jauh sebelum Indonesia merdeka

Pembahasan tersebut mencuat melalui video yang diunggah akun TikTok @ficlipyt4. Dalam video itu tampak podcaster sekaligus figur publik Deddy Corbuzier berbincang dengan seorang narasumber yang mengulas sejarah Republik Lanfang. Di akhir pembahasan, narasumber menyebut bahwa Lee Kuan Yew memiliki hubungan keturunan dengan masyarakat Lanfang.

Pernyataan tersebut sontak menarik perhatian banyak warganet. Jika benar, maka kisah Republik Lanfang tidak hanya menjadi bagian penting dari sejarah Kalimantan Barat, tetapi juga memiliki kaitan dengan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah modern Asia Tenggara.

Baca Juga: Mengenal Republik Lanfang di Kalimantan Barat, Republik Pertama di Nusantara yang Berdiri 107 Tahun

Siapa Lee Kuan Yew?

Lee Kuan Yew merupakan tokoh yang dikenal sebagai pendiri Singapura modern. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri Singapura sejak 1959 hingga 1990 dan berperan besar mengubah negara kecil itu menjadi salah satu pusat perdagangan dan keuangan dunia.

Di bawah kepemimpinannya, Singapura mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat serta dikenal memiliki tata kelola pemerintahan yang efisien. Hingga kini, Lee Kuan Yew masih dikenang sebagai salah satu pemimpin paling berpengaruh di Asia.

Baca Juga: Sejarah Rumah Tertua Keluarga Tjhia di Singkawang, Dibangun Perantau yang Bangkit dari Kebangkrutan

Mengapa Dikaitkan dengan Republik Lanfang?

Dalam video yang dibahas, narasumber menjelaskan bahwa Lee Kuan Yew disebut memiliki garis keturunan yang berasal dari masyarakat Republik Lanfang.

Republik Lanfang sendiri didirikan oleh komunitas perantau Tionghoa, terutama dari etnis Hakka, yang datang ke Kalimantan Barat pada abad ke-18 untuk bekerja di sektor pertambangan emas. Setelah berbagai kongsi penambang berhasil dipersatukan oleh Lo Fong Pak, lahirlah Republik Lanfang yang kemudian bertahan selama lebih dari satu abad sebelum dibubarkan oleh pemerintah kolonial Belanda.

Baca Juga: Mengapa Singkawang Memiliki Populasi Tionghoa Terbesar? Jejaknya Berawal dari Tambang Emas Monterado

Menurut narasumber, setelah Republik Lanfang berakhir, sebagian keturunan masyarakatnya menyebar ke berbagai wilayah di Asia Tenggara. Dari sinilah muncul klaim bahwa salah satu garis keturunan tersebut berkaitan dengan keluarga Lee Kuan Yew.

Masih Menjadi Perdebatan

Meski cukup menarik perhatian, hubungan genealogis antara Lee Kuan Yew dan Republik Lanfang hingga kini belum menjadi fakta sejarah yang diterima secara luas.

Baca Juga: Asal Usul Nama Singkawang, Diyakini Berasal dari Bahasa Tionghoa yang Penuh Makna

Sejumlah peneliti memang menyebut keluarga Lee Kuan Yew berasal dari kelompok Hakka yang memiliki hubungan dengan komunitas Tionghoa di Asia Tenggara. Namun, klaim ia merupakan keturunan langsung masyarakat Republik Lanfang masih memerlukan pembuktian melalui dokumen silsilah, arsip keluarga, maupun penelitian sejarah yang lebih mendalam.

Karena itu, informasi tersebut perlu dipahami sebagai klaim yang masih berkembang dan belum menjadi konsensus di kalangan sejarawan.

Warisan Budaya Lanfang Masih Dikenang

Baca Juga: Mengintip Klenteng Surga Neraka di Singkawang, Destinasi Ikonik dengan Arsitektur Memukau dan Sarat Filosofi

Dalam video yang sama juga disebutkan warisan budaya masyarakat Lanfang masih terus dikenang oleh sebagian komunitas keturunan Tionghoa di Asia Tenggara.

Republik Lanfang tidak hanya dikenal sebagai bagian dari sejarah Kalimantan Barat, tetapi juga menjadi simbol semangat gotong royong dan organisasi masyarakat yang dibangun oleh para perantau Tionghoa pada masa pertambangan emas berkembang pesat.

Keberadaan republik tersebut hingga kini masih menjadi bahan penelitian sejarah dan sering diangkat dalam berbagai diskusi akademik maupun konten edukasi di media sosial.

Baca Juga: Bukit Vandering Bengkayang, Jejak Pos Pengintaian Belanda  yang Diselimuti Beragam Cerita Misteri

Menarik Minat Generasi Muda Mengenal Sejarah

Ramainya pembahasan mengenai Republik Lanfang di media sosial menunjukkan sejarah lokal masih memiliki daya tarik bagi masyarakat, terutama generasi muda.

Meski demikian, setiap informasi yang beredar, termasuk klaim mengenai hubungan Lee Kuan Yew dengan Republik Lanfang, perlu disikapi secara kritis dengan membandingkannya dengan sumber-sumber sejarah yang kredibel.

Baca Juga: Dari Gang Nurali ke Jalan Nurali, Jejak Sejarah Pontianak yang Bertahan Melintasi Tiga Zaman

Terlepas dari benar atau tidaknya klaim tersebut, Republik Lanfang tetap menjadi salah satu warisan sejarah penting Kalimantan Barat yang menunjukkan besarnya peran komunitas perantau Tionghoa dalam perkembangan ekonomi dan kehidupan sosial di wilayah ini sebelum Indonesia merdeka.

Editor : Silvina
republik lanfang sejarah republik lanfang di kalbar pendiri singapura suku hakka lee kuan yew