PONTIANAK POST – Jauh sebelum Republik Indonesia berdiri, Kalimantan Barat pernah menjadi tempat lahirnya sebuah pemerintahan yang dikenal sebagai Republik Lanfang. Meski telah dibubarkan pada 1884, jejak peradabannya masih dapat ditemukan di sejumlah lokasi yang tersebar di wilayah Kalimantan Barat.
Keberadaan situs-situs tersebut menjadi pengingat wilayah ini pernah menjadi pusat salah satu republik demokratis paling awal di Asia yang dibangun para perantau Hakka (Hakka/Kejia) dari Tiongkok.
Taman Lanfang, Pengingat Berdirinya Republik Lanfang
Baca Juga: Mengenal Republik Lanfang di Kalimantan Barat, Republik Pertama di Nusantara yang Berdiri 107 Tahun
Mengutip kanal YouTube Record PNK Channel, salah satu lokasi yang menyimpan sejarah Republik Lanfang adalah Taman Lanfang di Kabupaten Landak.
Sebelum memasuki kawasan taman, pengunjung diwajibkan meminta izin serta mengisi buku tamu. Taman ini dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada Luo Fangbo, tokoh yang dikenal sebagai pendiri sekaligus presiden pertama Republik Lanfang.
Di dalam kawasan tersebut terdapat sejumlah gazebo dan area terbuka yang kerap digunakan sebagai tempat berkumpul masyarakat saat kegiatan keagamaan maupun budaya.
Baca Juga: Benarkah Pendiri Singapura Lee Kuan Yew Keturunan Republik Lanfang? Ini Penjelasannya
Klenteng yang Mengenang Luo Fangbo
Selain taman, jejak sejarah Republik Lanfang juga dapat ditemukan di sejumlah klenteng yang dibangun untuk mengenang jasa Luo Fangbo.
Salah satunya berada di kawasan Sungai Purun. Kelenteng tersebut didirikan sebagai penghormatan kepada Luo Fangbo yang hidup pada 1738–1795 dan dikenal sebagai tokoh penting dalam berdirinya Kongsi Lanfang.
Jejak penghormatan terhadap pendiri Republik Lanfang juga dapat dijumpai di kawasan Siantan, Pontianak. Selain itu terdapat Kelenteng Lo Thai Pak di kawasan Serikat Baru yang hingga kini masih dikenal masyarakat sebagai salah satu tempat bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan Republik Lanfang.
Republik Demokratis di Kalimantan Barat
Republik Lanfang didirikan sekitar tahun 1777 oleh para imigran Hakka yang awalnya membentuk perkongsian pertambangan emas di wilayah Mandor.
Baca Juga: Kalbar Ternyata Pernah Berstatus Daerah Istimewa, Babak Penting yang Jarang Diketahui
Dalam perkembangannya, perkongsian tersebut berubah menjadi sebuah pemerintahan yang memiliki sistem administrasi sendiri, termasuk undang-undang, sistem peradilan, hingga mekanisme pemilihan pemimpin secara demokratis.
Meski memiliki pemerintahan sendiri, keberadaan Republik Lanfang tetap berada dalam lingkungan kekuasaan Kesultanan Pontianak.
Bertahan Lebih dari Seabad
Selama lebih dari satu abad berdiri, Republik Lanfang dipimpin oleh 13 presiden Luo Fangbo menjadi presiden pertama, sedangkan Liu Aseng tercatat sebagai presiden terakhir sebelum republik tersebut dibubarkan oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1884.
Walaupun pemerintahannya telah lama berakhir, berbagai peninggalan sejarah yang masih tersisa menjadi bukti bahwa Kalimantan Barat pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan demokrasi di Asia.
Editor : Silvina