Tak Hanya Menara Eiffel, Paris Menyimpan Arc dan Patung Liberty Penuh Sejarah

Silvina • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 15:45 WIB
Monumen Arc de Triomphe di kota Paris, Prancis. (DOK WIKIPEDIA)
Monumen Arc de Triomphe di kota Paris, Prancis. (DOK WIKIPEDIA)

 

PONTIANAK POST – Paris selama ini identik dengan Menara Eiffel, fashion, dan bangunan-bangunan klasik. Namun, di balik ikon yang sudah mendunia itu, ibu kota Prancis tersebut menyimpan banyak jejak sejarah yang menarik untuk ditelusuri.

Cerita tentang sisi lain Paris ini disampaikan Syafaruddin Daeng Usman, peminat traveling dan kajian sejarah, yang membagikan sejumlah temuan menarik dari berbagai sudut Kota Paris.

Menelusuri Jejak Arc di Tengah Kota Paris

Baca Juga: Menjelajahi Paris, Ibukota Belanja Dunia dari Galeries Lafayette hingga Pasar Loak

Paris ternyata tidak hanya dipenuhi bangunan bersejarah, tetapi juga berbagai konstruksi berbentuk arc atau gapura kemenangan.

Menurut Syafaruddin Daeng Usman, keberadaan bangunan-bangunan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan Napoleon. Raja Louis XIV, penguasa Prancis yang membangun Istana Versailles, juga dikenal menyukai konstruksi semacam itu sebagai bagian dari simbol kejayaan dan kemenangan.

Selain Arc de Triomphe yang paling dikenal wisatawan, terdapat Arc de Triomphe du Carrousel yang berada di kawasan Louvre.

Baca Juga: Menelusuri Rue Meslay, Kawasan Toko yang Menarik Perhatian  di Tengah Kota Paris

Bangunan lain yang tidak kalah menarik adalah Porte Saint-Denis dan Porte Saint-Martin yang berada di kawasan kota tua Paris. Kedua bangunan tersebut berkaitan dengan peringatan kemenangan perang melawan Spanyol.

Bagi Syafaruddin, berjalan di antara bangunan-bangunan tersebut seperti membuka kembali halaman sejarah yang masih berdiri kokoh di tengah kehidupan Paris yang modern.

Tugu Bastille Ternyata Bukan Mengenang Revolusi Prancis

Baca Juga: Paris Punya Banyak Kejutan, dari Butik Tersembunyi hingga Tradisi Roti Setiap Hari

Nama Bastille tentu sangat lekat dengan sejarah Revolusi Prancis. Namun, ada fakta menarik mengenai monumen yang berdiri di Place de la Bastille.

Syafaruddin menjelaskan, tugu yang berada di tengah kawasan tersebut bukan dibangun untuk mengenang Revolusi Prancis 1789.

Tugu setinggi sekitar 47 meter itu justru dibangun untuk mengenang Revolusi Juli 1830, sebuah pergolakan yang berujung pada jatuhnya Raja Charles X.

Baca Juga: Bukan Sekadar Hotel, Bangunan Bersejarah di Paris Ini Melahirkan Mahakarya Dunia

Pada tugu tersebut terukir nama-nama korban yang meninggal dalam pertempuran selama tiga hari.

Lokasi Place de la Bastille sendiri memiliki sejarah panjang. Kawasan tersebut juga berkaitan dengan area pemakaman korban perang revolusi pada 1830 dan 1848.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa sebuah tempat yang dikenal luas dengan satu peristiwa sejarah ternyata menyimpan lapisan cerita yang jauh lebih panjang.

Baca Juga: Museum Louvre Paris, Saksi Bisu Ribuan Tahun Sejarah yang Masih Memikat Dunia

Menemukan Patung Liberty di Beberapa Sudut Paris

Menara Eiffel ternyata bukan satu-satunya ikon yang menarik perhatian ketika menyusuri Paris.Salah satu kejutan yang diceritakan Syafaruddin adalah keberadaan Patung Liberty di beberapa sudut kota.

Saat menyusuri Sungai Seine hingga ujung Île aux Cygnes, terdapat Patung Liberty yang menghadap ke arah Menara Eiffel.

Baca Juga: Jejak Sejarah Flanerie di Paris, Seni Berjalan Santai yang Membentuk Kota Romantis Dunia

Patung tersebut merupakan karya Auguste Bartholdi, seniman keturunan Italia-Prancis yang juga dikenal sebagai perancang Patung Liberty di New York.

Tidak hanya di Île aux Cygnes, Patung Liberty lainnya dapat ditemukan di Luxembourg Gardens. Ada pula replika berbahan kuningan di depan Musée des Arts et Métiers.

Paris dan Amerika Punya Jejak yang Saling Terhubung

Baca Juga: Menyusuri Romantisme Paris (Bag-1): Dari Pesona Menara Eiffel hingga Montmartre yang Bersejarah

Keberadaan beberapa Patung Liberty di Paris bukan sekadar kebetulan. Menurut penuturan Syafaruddin, keberadaan replika dan patung tersebut memperlihatkan hubungan sejarah dan artistik yang menarik antara Paris dan Amerika Serikat.

Bagi pengunjung, temuan-temuan semacam ini membuat perjalanan di Paris tidak hanya menjadi perjalanan menikmati arsitektur atau pemandangan kota.

Setiap sudutnya dapat menjadi pintu masuk untuk memahami sejarah, mulai dari kekuasaan kerajaan, kemenangan perang, revolusi, hingga hubungan artistik antara dua negara.

Baca Juga: Menyusuri Romantisme Paris (Bag-2): Jejak Kuliner Kelas Dunia dan Hotel Bersejarah yang Mendunia

Syafaruddin Daeng Usman menilai, daya tarik Paris justru semakin terasa ketika perjalanan tidak berhenti pada ikon-ikon yang sudah dikenal, tetapi dilanjutkan dengan menelusuri cerita di balik bangunan dan monumen yang ditemui.

Dari gapura kemenangan, tugu revolusi, hingga Patung Liberty yang menghadap Menara Eiffel, Paris seolah menyimpan banyak kejutan sejarah di balik wajah modernnya.

 

Editor : Silvina
arc di paris tugu bastille patung liberty di paris jalan jalan ke paris jejak sejarah paris