Dari Klinik Era Belanda hingga Kereta Api Presiden, Begini Sejarah Penggunaan AC di Indonesia

Silvina • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 09:43 WIB
Ilustrasi sejarah penggunaan AC di Indonesia
Ilustrasi sejarah penggunaan AC di Indonesia

 

PONTIANAK POST – Air conditioner (AC) kini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Pendingin ruangan ini dapat ditemukan di rumah, kantor, pusat perbelanjaan, sekolah, hingga sarana transportasi umum. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa sejarah penggunaan AC di Indonesia ternyata telah dimulai sejak masa Hindia Belanda.

Pada awal kemunculannya, AC bukanlah perangkat yang dapat dinikmati semua orang. Teknologi pendingin ruangan hanya digunakan di tempat-tempat tertentu karena biaya pemasangan dan perawatannya sangat mahal.

Awal Penggunaan AC di Indonesia

Baca Juga: Penemu AC Ternyata Seorang Dokter, Bukan demi Kenyamanan tetapi Menyelamatkan Nyawa Pasien

Menurut  informasi dari  laman Aqua Elektronik, sejarah penggunaan AC di Indonesia bermula pada tahun 1935 ketika Indonesia masih berada di bawah pemerintahan Hindia Belanda.

Kala itu, pemerintah kolonial mendirikan Laboratorium Technische Hygiëne en Assaineering atau Laboratorium Teknik Sanitasi di Bandung. Laboratorium tersebut memiliki fokus pada penelitian dan pengaturan kualitas udara, termasuk teknologi pendingin ruangan.

Pada masa itu, penggunaan AC masih sangat terbatas. Pendingin ruangan hanya dipasang di beberapa klinik eksklusif karena biaya pengadaan dan perawatannya tergolong tinggi.

Baca Juga: Benarkah Jamur di AC Bisa Membunuh Manusia? Ini Penjelasan Ahli

Mulai Digunakan di Gedung-Gedung Besar

Seiring perkembangan zaman, penggunaan AC mulai meluas ke berbagai bangunan publik.

Salah satu gedung yang memanfaatkan teknologi pendingin ruangan adalah Teater Maxim di Surabaya. Kehadiran AC membuat suasana di dalam gedung menjadi lebih nyaman meskipun cuaca di Indonesia cenderung panas.

Baca Juga: Xiaomi Luncurkan AC Terbaru, Diklaim Mampu Dinginkan Ruangan dalam 15 Detik

Bagi pemerintah kolonial Belanda, penggunaan AC juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman untuk tinggal di wilayah tropis.

Mengubah Desain Bangunan

Masuknya teknologi pendingin ruangan turut memengaruhi perkembangan arsitektur bangunan di Indonesia.

Baca Juga: Upaya Kementerian Menyiasati Kebijakan Efisiensi Anggaran, Airlangga: Pendingin Ruangan dan Pemakaian Lift Dibatasi

Bangunan yang menggunakan AC umumnya dirancang dengan dinding lebih tebal dan kokoh agar suhu di dalam ruangan tetap stabil. Selain itu, ruangan dibuat memiliki sekat yang jelas sehingga udara dingin tidak mudah keluar dan proses pendinginan menjadi lebih efektif.

Konsep tersebut kemudian menjadi salah satu ciri bangunan modern pada masa itu.

AC Hadir di Kereta Presiden

Baca Juga: Menkeu Sebut Tambahan Dana Transfer Daerah Tinggal Tunggu Restu Presiden, Kalbar Berpeluang Ikut Menerima

Perkembangan penggunaan AC di Indonesia juga merambah sektor transportasi.

Pendingin ruangan mulai dipasang pada Kereta Api Luar Biasa (KLB) Presiden pertama Republik Indonesia. Proses pembuatannya dilakukan di bengkel kereta milik Staatsspoorwegen di Belanda sebelum digunakan di Indonesia.

Keberadaan AC pada kereta tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam pemanfaatan teknologi pendingin udara di sektor transportasi.

Baca Juga: Purbaya Soal Namanya Masuk Bursa Gubernur BI: Saya Ikuti Arahan Bapak Presiden

Industri AC Berkembang Pesat

Perkembangan industri AC semakin pesat setelah berakhirnya Perang Dunia II. Banyak produsen pendingin ruangan mulai memperluas pasar ke berbagai negara.

Sejak dekade 1970-an, kawasan ASEAN, termasuk Indonesia, menjadi salah satu tujuan utama ekspansi perusahaan-perusahaan produsen AC.

Baca Juga: Koeman Mundur Usai Belanda Tersingkir di Piala Dunia: Akhiri Periode Kedua Bersama Oranje

Permintaan yang terus meningkat membuat teknologi pendingin ruangan berkembang semakin cepat dan mulai menjangkau masyarakat luas.

Inovasi Hemat Energi Terus Berkembang

Krisis minyak dunia pada tahun 1973 menjadi titik balik dalam perkembangan teknologi AC.

Baca Juga: Sejarah Bendera Indonesia dan Makna Mendalam Dibalik Warna Merah Putih

Saat itu, banyak negara mulai mendorong penggunaan energi yang lebih efisien. Perusahaan-perusahaan elektronik asal Jepang kemudian menghadirkan berbagai inovasi pendingin ruangan yang lebih hemat energi.

Hingga kini, teknologi AC terus mengalami perkembangan dengan menghadirkan produk yang lebih efisien, ramah lingkungan, serta mampu memberikan kenyamanan tanpa mengonsumsi listrik secara berlebihan.

Editor : Silvina
klinik era belanda sejarah penggunaan AC sejarah AC di indonesia kereta presiden kereta api