Menyusuri Rumah Lanting di Nanga Pinoh, Warisan Pemukiman Tionghoa yang Masih Bertahan hingga Kini

Silvina • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 14:26 WIB
RUMAH LANTING : Potongan video dari kanal  yang menggambarkan suasana dan kondisi rumah lanting di Sungai Melawi Nanga Pinoh
RUMAH LANTING : Potongan video dari kanal pieiemejink9082 yang menggambarkan suasana dan kondisi rumah lanting di Sungai Melawi Nanga Pinoh

 

PONTIANAK POST – Di tengah perkembangan Kota Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, masih berdiri deretan rumah lanting yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di tepian Sungai Melawi. Sebagian rumah terapung tersebut hingga kini masih dihuni warga Tionghoa yang telah lama bermukim di kawasan tersebut.

Gambaran kehidupan masyarakat di bantaran Sungai Melawi itu terlihat dalam video yang diunggah kanal YouTube pieiemejink9082 pada 27 Juli 2026. Video tersebut memperlihatkan suasana permukiman rumah lanting yang berada tidak jauh dari pusat kota dan kawasan pasar.

Rumah Lanting Masih Menjadi Bagian Kehidupan Tepian Sungai

Baca Juga: Polres Melawi Tahan Dua Pelaku Pencurian yang Membobol Rumah Warga di Nanga Pinoh

Rumah lanting merupakan rumah yang dibangun di atas permukaan air dengan sistem pelampung sehingga dapat mengikuti naik turunnya permukaan sungai.

Di kawasan tepian Sungai Melawi, rumah-rumah lanting masih berjajar di sepanjang bantaran sungai. Sebagian menggunakan pelampung kayu yang telah dipakai sejak lama, sementara beberapa lainnya telah beralih menggunakan pelampung berbahan besi sebagai bentuk penyesuaian terhadap perkembangan zaman.

Meski berada berdampingan, rumah-rumah lanting tersebut memiliki karakter yang unik.

Baca Juga: Polisi dan Warga Sigap Padamkan Kebakaran Semak di Nanga Pinoh

Tidak Ada Jembatan Penghubung Antar Rumah

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah rumah-rumah lanting di kawasan tersebut tidak saling terhubung dengan jembatan.

Artinya, apabila penghuni ingin mengunjungi rumah tetangga yang berada di sebelahnya, mereka harus terlebih dahulu naik ke daratan sebelum kembali turun menuju rumah tujuan.

Baca Juga: Selesai Tugas Sebagai Kapolres Melawi, AKBP Harris Batara Simbolon Sujud Syukur di Gerbang Mako

Kondisi ini menjadi pemandangan yang berbeda dibandingkan sejumlah permukiman rumah terapung di daerah lain yang umumnya memiliki jalur penghubung antarrumah.

Di sekitar permukiman juga terlihat dermaga kecil tempat warga menambatkan perahu maupun motor air yang digunakan sebagai sarana transportasi.

Mayoritas Dihuni Warga Tionghoa

Baca Juga: Remaja 14 Tahun Dilaporkan Hilang Diduga Tenggelam di Sungai Pinoh Melawi

Dalam video tersebut dikatakan cukup banyak rumah lanting di kawasan itu ditempati warga Tionghoa. Namun, terdapat pula warga dari etnis lain yang tinggal maupun berusaha di sekitar bantaran sungai.

Di dekat permukiman juga tampak sebuah pekong yang menjadi salah satu penanda keberadaan komunitas Tionghoa di kawasan tersebut.

Keberadaan rumah-rumah lanting ini menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat Tionghoa di Nanga Pinoh memiliki keterkaitan yang erat dengan Sungai Melawi yang sejak dahulu menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Baca Juga: Mengapa Singkawang Memiliki Populasi Tionghoa Terbesar? Jejaknya Berawal dari Tambang Emas Monterado

Menjadi Saksi Perubahan Zaman

Seiring berkembangnya jaringan jalan darat di Kabupaten Melawi, aktivitas transportasi sungai memang tidak lagi seramai beberapa dekade lalu.

Meski demikian, rumah-rumah lanting di tepian Sungai Melawi masih bertahan sebagai bagian dari identitas kawasan. Sekaligus menjadi saksi perubahan kehidupan masyarakat dari masa ketika sungai menjadi jalur utama transportasi hingga sekarang.

Baca Juga: Mengapa Singkawang Memiliki Populasi Tionghoa Terbesar? Jejaknya Berawal dari Tambang Emas Monterado

Keberadaan permukiman tersebut juga menjadi gambaran bagaimana masyarakat di tepian Sungai Melawi mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jejak sejarah yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Editor : Silvina
pemukiman nanga pinoh rumah lanting di sungai melawi rumah terapung nanga pino sungai melawi warga tionghoa