PONTIANAK POST – Semangat kemerdekaan Indonesia ternyata juga berkobar di Pontianak sejak kabar Proklamasi 17 Agustus 1945 sampai ke Kalimantan Barat. Salah satu peristiwa bersejarah yang menjadi penanda perjuangan rakyat Pontianak adalah pengibaran Bendera Merah Putih pertama di Padang Sayok, kawasan yang kini dikenal sebagai Lapangan PSP.
Berdasarkan catatan sejarah yang disampaikan Syafarudin Daeng Usman dalam tulisan Mengenang Tokoh Pejuang 45 Bardan Nadi Sutrisno, pengibaran Merah Putih pertama di Pontianak berlangsung pada 16 September 1945.
Dalam peristiwa tersebut, Bendera Merah Putih dikibarkan oleh dua pemuda militan dan republikein, yakni Abang Achmad Noor dan A Hasan Bafadal. Aksi itu disaksikan ratusan warga Pontianak yang hadir melihat simbol kebangkitan bangsa setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya.
Padang Sayok Jadi Lokasi Bersejarah
Sehari setelah kabar kemerdekaan diterima, tepatnya 16 September 1945, para pemuda mengibarkan Sang Merah Putih di Padang Sayok Pontianak.
Peristiwa tersebut menjadi momen penting karena menjadi salah satu bentuk keberanian rakyat Pontianak dalam menunjukkan dukungan terhadap Republik Indonesia yang baru berdiri.
Pengibaran bendera dilakukan di tengah kondisi yang masih penuh ketidakpastian. Jepang baru saja menyerah kepada Sekutu, sementara situasi politik di berbagai daerah mulai berubah dengan masuknya kembali pengaruh Belanda melalui NICA.
Dua Pemuda Pengibar Sang Merah Putih
Dalam catatan Syafarudin Daeng Usman, dua nama yang tercatat sebagai pengibar Bendera Merah Putih pertama di Padang Sayok adalah Abang Achmad Noor dan A Hasan Bafadal.
Baca Juga: Sejarah Bendera Indonesia dan Makna Mendalam Dibalik Warna Merah Putih
Keduanya bersama para pemuda lainnya menunjukkan keberanian dalam menegaskan bahwa Pontianak menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Aksi tersebut bukan sekadar pengibaran kain merah putih, tetapi menjadi simbol bahwa semangat republik telah tumbuh di Kalimantan Barat.
Awal Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan
Baca Juga: Malam Ramah Tamah di Hari Kemerdekaan, Gubernur Kalbar: Perjuangan Bangsa Belum Usai
Setelah pengibaran bendera, gerakan pemuda semakin berkembang. Pada malam 16 September 1945, Ibrahim Saleh dan Buyung Raja Habibana menyebarkan kabar tersebut melalui telegram kepada rekan, keluarga, dan jaringan perjuangan di berbagai daerah Kalimantan Barat.
Gerakan perjuangan kemudian meluas hingga ke daerah-daerah lain. Salah satunya pembentukan Persatoean Ra'jat Indonesia (PRI) di Landak pada 20 September 1945 yang bertujuan menyebarkan berita kemerdekaan dan mempertahankan Republik Indonesia.
PSP Pontianak, Saksi Jejak Perjuangan
Baca Juga: Kisah Lahirnya Nama Indonesia dan Peran Pemuda dalam Sejarah Kebangsaan
Kini Padang Sayok lebih dikenal masyarakat sebagai Lapangan PSP Pontianak. Di balik aktivitas olahraga dan ruang publik yang ada saat ini, kawasan tersebut menyimpan cerita penting tentang perjuangan rakyat Kalimantan Barat pada masa awal kemerdekaan.
Kisah pengibaran Merah Putih pertama di lokasi itu menjadi pengingat bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan juga dilakukan oleh para pemuda di daerah, termasuk Pontianak.
Sejarah tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa yang menunjukkan keberanian generasi terdahulu dalam menjaga cita-cita kemerdekaan Indonesia.
Editor : Silvina