PONTIANAK POST — Sejarah Gerakan Pramuka di Indonesia memang lahir dari ratusan organisasi pada 1961. Namun ada satu nama yang tidak bisa dilepaskan dari pembentukan Gerakan Pramuka tersebut: Sri Sultan Hamengkubuwana IX.
Raja Kesultanan Yogyakarta itu bukan sekadar tokoh yang ikut berada di balik pembentukan Gerakan Pramuka. Ia juga menjadi salah satu sosok penting yang membangun arah dan karakter kepramukaan Indonesia pada masa-masa awal.
Ketika Presiden Soekarno menggagas penyatuan berbagai organisasi kepanduan ke dalam satu wadah, Sri Sultan Hamengkubuwana IX menjadi salah satu tokoh yang dipercaya untuk mengemban peran penting dalam organisasi baru tersebut.
Baca Juga: Dari Ratusan Organisasi Kepanduan hingga Kepres 1961, Begini Sejarah Pramuka Indonesia
Pada 1961, Gerakan Pramuka resmi diperkenalkan sebagai satu-satunya organisasi kepanduan nasional. Momentum itu menjadi titik penting setelah sebelumnya Indonesia memiliki ratusan organisasi kepanduan dengan latar belakang dan nama yang beragam.
Dari Tokoh Kepanduan hingga Memimpin Gerakan Pramuka
Menurut Ruangguru Keterlibatan Sri Sultan Hamengkubuwana IX dalam dunia kepanduan sebenarnya bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba.
Baca Juga: Sebelum Bernama Pramuka, Indonesia Punya Sejarah Padvinders yang Menarik
Ia telah memiliki perhatian terhadap pendidikan kepanduan dan pembinaan generasi muda. Karena itu, ketika gagasan penyatuan organisasi kepanduan muncul, keberadaan Sultan Hamengkubuwana IX menjadi penting.
Pengalamannya membuat ia dipercaya menduduki posisi Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang pertama.
Di bawah kepemimpinannya, Gerakan Pramuka tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan baris-berbaris atau aktivitas di alam terbuka. Kepramukaan ditempatkan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda.
Baca Juga: Dua Pramuka SLB Sintang Tembus Jamnas XII di Cibubur, Jadi Bagian dari 35 Kontingen Daerah
Nilai kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, tanggung jawab, persaudaraan, serta kecintaan kepada tanah air menjadi bagian penting dalam pendidikan kepramukaan.
Sosok yang Membentuk Wajah Awal Pramuka
Salah satu kontribusi penting Sri Sultan Hamengkubuwana IX adalah membantu membangun fondasi organisasi Gerakan Pramuka pada masa awal.
Baca Juga: Karolin Margret Natasa Lepas Kontingen Pramuka Landak Menuju Jambore Nasional2026 di Cibubur Jakarta
Gerakan yang baru disatukan dari berbagai kelompok kepanduan tentu membutuhkan sistem organisasi yang kuat. Tidak mudah menyatukan tradisi, metode pendidikan, dan kelompok-kelompok kepanduan yang sebelumnya berjalan dalam organisasi berbeda.
Di sinilah pengalaman dan kepemimpinan Sultan Hamengkubuwana IX memiliki arti penting.
Gerakan Pramuka kemudian berkembang menjadi organisasi pendidikan nonformal yang memiliki jaringan luas hingga ke berbagai daerah. Kegiatan kepramukaan juga semakin dekat dengan kehidupan anak-anak dan remaja melalui kegiatan di sekolah, gugus depan, perkemahan, pelatihan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Baca Juga: Hari Merdeka hingga Hymne Pramuka, Ini Lagu-Lagu Nasional Karya Husein Mutahar yang Melegenda
Mengapa Sultan Hamengkubuwana IX Begitu Penting?
Peran Sultan Hamengkubuwana IX tidak berhenti pada urusan organisasi. Ia turut memberikan warna pada identitas Gerakan Pramuka sebagai gerakan pendidikan bagi generasi muda.
Pramuka dibangun bukan sekadar untuk mencetak anak muda yang terampil bertahan hidup di alam terbuka. Lebih jauh, kepramukaan diarahkan untuk membentuk manusia yang memiliki karakter, disiplin, rasa tanggung jawab, serta kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa.
Baca Juga: Jelang Jamnas XII di Cibubur, Kontingen Kubu Raya Dikukuhkan sebagai Pramuka Garuda Terpilih
Karena itu, perjalanan Gerakan Pramuka tidak dapat dipisahkan dari sosok Sultan Hamengkubuwana IX.
Jika penyatuan berbagai organisasi kepanduan pada 1961 menjadi tonggak kelahiran Gerakan Pramuka, maka kepemimpinan Sultan Hamengkubuwana IX menjadi salah satu fondasi penting yang membantu organisasi tersebut tumbuh dan menemukan bentuknya.
Dari sinilah perjalanan Pramuka Indonesia berlanjut—dari sebuah gerakan yang menyatukan ratusan organisasi kepanduan menjadi wadah pendidikan generasi muda yang bertahan hingga hari ini.
.
Editor : Silvina