PONTIANAK POST - Istilah Dayak Besar memiliki perjalanan sejarah yang menarik untuk ditelusuri. Sebelum dikaitkan dengan berbagai gagasan politik mengenai Kalimantan, istilah tersebut memiliki latar belakang sebagai penamaan suatu wilayah dalam sejarah pembagian daerah di Pulau Kalimantan.
Dalam catatan sejarah yang dirujuk, istilah Groote Dajak atau Dayak Besar pada awalnya memiliki cakupan yang lebih terbatas. Penyebutan tersebut berkaitan dengan daerah aliran Sungai Biaju Besar atau Kahayan, sehingga tidak serta-merta mencakup seluruh kawasan yang kemudian sering dikaitkan dengan wilayah Dayak.
Dari Groote Dajak hingga Tanah Dayak
Baca Juga: Ternyata Pernah Ada Gagasan Membentuk Negara Dayak Besar di Kalimantan, Begini Sejarahnya
Menurut tulisan Folks of Dayak, wilayah Groote Dajak pada masa itu berbeda dengan kawasan Kotawaringin Raya, Tanah Dusun atau Barito, serta wilayah Kleine Dajak yang kemudian dikaitkan dengan kawasan Kapuas.
Istilah Kleine Dajak atau Dayak Kecil menjadi bagian lain dari pembagian wilayah tersebut. Dengan demikian, Groote Dajak dan Kleine Dajak merupakan dua penyebutan yang memiliki konteks geografis masing-masing.
Ketika kedua wilayah tersebut digabungkan dalam satu penyebutan, muncul istilah Dajaklandeen atau Tanah Dayak. Istilah ini menunjukkan bahwa penggunaan nama Dayak dalam pembagian wilayah memiliki sejarah yang berkembang dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Bendera Borneo Raya Berkibar, Ternyata Bermula dari Jejak Negara Dayak Besar di Kalimantan
Perkembangan tersebut penting dicermati karena nama wilayah tidak selalu memiliki batas yang sama dengan pengertian identitas suku. Dalam sejarah Kalimantan, terdapat beragam kelompok masyarakat yang memiliki identitas, kebudayaan, dan wilayah kehidupan masing-masing.
Ketika Nama Wilayah Meluas
Dalam perkembangannya, penyebutan Dayak Besar kemudian dapat ditemukan dalam cakupan yang lebih luas daripada pengertian awal Groote Dajak. Perluasan istilah inilah yang menjadi salah satu bagian menarik dari sejarah penamaan wilayah Kalimantan.
Baca Juga: Negara Dayak Besar Tak Terwujud, Begini Akhir Gagasan Negara Kalimantan
Penggunaan istilah tersebut perlu dilihat berdasarkan konteks sejarahnya agar tidak mencampuradukkan antara nama daerah dengan identitas seluruh masyarakat yang tinggal di dalam suatu kawasan.
Kalimantan sendiri sejak dahulu merupakan ruang hidup berbagai kelompok masyarakat. Selain masyarakat Dayak dengan beragam subkelompoknya, terdapat pula masyarakat Melayu, Banjar, Kutai, dan kelompok lainnya yang memiliki perjalanan sejarah tersendiri.
Karena itu, memahami sejarah wilayah Dayak Besar tidak cukup hanya dengan melihat namanya. Batas geografis, sejarah pemerintahan, serta perkembangan istilah pada masa kolonial turut menentukan bagaimana suatu daerah disebut dan dipahami.
Baca Juga: Gagasan Negara Dayak Dikabarkan Kembali Berembus, Ini Latar Belakang dan Tuntutannya
Dari Daerah Menuju Gagasan Negara Borneo
Menariknya, sejarah penamaan wilayah tersebut kemudian bersinggungan dengan perubahan politik di Kalimantan menjelang terbentuknya Republik Indonesia Serikat atau RIS. Pada periode tersebut, sejumlah daerah di Kalimantan diarahkan dalam suatu rancangan struktur negara bagian.
Dalam konteks itu, muncul penyebutan Daerah Dayak Besar, berdampingan dengan daerah-daerah lain seperti Daerah Banjar dan Daerah Kalimantan Barat. Gagasan yang berkembang kemudian mengarah pada kemungkinan pembentukan sebuah negara bagian di Kalimantan yang dikenal sebagai Negara Borneo.
Namun, perubahan politik berlangsung cepat. Daerah-daerah yang sebelumnya diarahkan untuk membentuk negara bagian sendiri tidak semuanya sempat berkembang menjadi negara bagian tersendiri sebelum struktur Republik Indonesia Serikat terbentuk.
Baca Juga: Ini Asal-Usul Nama Borneo dan Kalimantan yang Jarang Diketahui
Memahami Dayak Besar dari Konteks Sejarah
Karena itu, istilah Dayak Besar memiliki setidaknya dua konteks yang perlu dibedakan. Pertama, sebagai istilah kewilayahan yang muncul dalam sejarah pembagian daerah di Kalimantan. Kedua, sebagai bagian dari wacana politik mengenai bentuk pemerintahan federal pada masa menjelang dan sekitar pembentukan RIS.
Pembedaan tersebut penting agar pembahasan mengenai Dayak Besar tidak berhenti pada persoalan nama. Di balik istilah tersebut terdapat sejarah mengenai bagaimana wilayah Kalimantan dibagi, bagaimana identitas daerah digunakan, dan bagaimana perubahan politik memengaruhi gagasan tentang masa depan wilayah tersebut.
Baca Juga: LPD Kalbar Dorong Perempuan Dayak Jadi Penggerak Pembangunan Lewat Senam Borneo
Sejarah wilayah Dayak Besar memperlihatkan bahwa nama sebuah daerah dapat mengalami perubahan makna seiring perkembangan zaman. Dari Groote Dajak yang memiliki cakupan geografis tertentu, kemudian dikenal dalam konteks Tanah Dayak, hingga bersinggungan dengan gagasan politik Negara Borneo, semuanya menjadi bagian dari perjalanan panjang sejarah Kalimantan.
Editor : Silvina