Dewi Soekarno Kembali ke Indonesia Saat HUT ke-81 RI, Ini Kisah Cintanya dengan Bung Karno

Silvina • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 15:58 WIB
Dewi Soekarno kembali ke Indonesia pada 17 Agustus 2026 setelah puluhan tahun menjalani kehidupan tanpa Bung Karno. (DOK JAWA POS)
Dewi Soekarno kembali ke Indonesia pada 17 Agustus 2026 setelah puluhan tahun menjalani kehidupan tanpa Bung Karno. (DOK JAWA POS)

 

PONTIANAK POST – Kisah Ratnasari Dewi Soekarno dan Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno bermula dari pertemuan di Tokyo pada 26 Juni 1959. Pertemuan itu kemudian berkembang menjadi hubungan serius hingga pernikahan pada 3 Maret 1962.

Kisah tersebut kembali menjadi perhatian setelah Dewi Soekarno hadir di Indonesia pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kisah Dewi Soekarno dan Bung Karno tersebut diangkat dalam YouTube Shorts akun @fastforwardproperty yang ditayangkan pada 21 Agustus 2026.

Baca Juga: Pemuda Ancam Soekarno Jelang Proklamasi, Ini yang Terjadi di Pegangsaan Timur

Bertemu di Tokyo

Dalam video tersebut disebutkan, Naoko Nemoto masih berusia 19 tahun ketika bertemu Soekarno dalam kunjungan presiden pertama RI itu ke Jepang.

Pertemuan berlangsung di Akasaka's Copacabana, sebuah klub malam terkenal di Tokyo. Saat itu Soekarno sedang melakukan kunjungan keduanya ke Jepang.

Baca Juga: 16 Agustus,Situasi Memanas di Rengasdengklok, Pemuda Desak Soekarno Segera Proklamasikan Kemerdekaan

Menurut narasi video yang mengutip catatan Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan, pertemuan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi keduanya.

Setelah kembali ke Indonesia, Soekarno mengirim surat kepada Naoko. Surat tersebut kemudian dibalas dan komunikasi keduanya semakin dekat.

Naoko selanjutnya datang ke Indonesia dan sempat menemani Soekarno dalam perjalanan ke Bali.

Baca Juga: Rumah Pegangsaan Timur 56 Jadi Saksi Proklamasi, Tapi Mengapa Soekarno Malah Membongkarnya?

Menikah pada 1962

Hubungan yang bermula dari pertemuan di Tokyo tersebut kemudian berkembang menjadi hubungan serius. Naoko akhirnya menerima pinangan Soekarno.

Keduanya menikah pada 3 Maret 1962. Saat pernikahan berlangsung, Naoko berusia 22 tahun, sedangkan Soekarno berusia 60 tahun.

Baca Juga: Tak Hanya Proklamator, Soekarno Disebut Punya Jasa Besar bagi Mahasiswa Indonesia Kuliah di Mesir

Setelah menikah, Naoko Nemoto mendapat nama Indonesia Ratnasari Dewi Soekarno. Dewi kemudian menjadi salah satu perempuan yang mendampingi kehidupan Soekarno pada masa akhir pemerintahannya.

Ia juga dikenal luas sebagai istri keenam Soekarno. Namun, video tersebut menyebut sejumlah sumber memiliki perbedaan dalam pencatatan urutan istri Bung Karno.

Memiliki Seorang Putri

Baca Juga: Pidato Terakhir Soekarno di HUT RI 1966: Pesan Keras tentang "Jasmerah"

Dari pernikahan tersebut, lahir seorang putri bernama Kartikasari Dewi Soekarno pada 11 Maret 1967 di Tokyo.

Kebersamaan Dewi dan Soekarno tidak berlangsung panjang. Beberapa tahun kemudian, Soekarno meninggal dunia ketika Kartika masih sangat kecil.

Setelah itu, Dewi menjalani kehidupannya tanpa Soekarno dan tidak menikah lagi.

Baca Juga: Pohon Soekarno di Padang Arafah Masih Meneduhkan Jamaah Haji hingga Kini

Sementara itu, Kartika tumbuh dewasa dan kemudian memiliki seorang putra bernama Fedrik Kiran Soekarno Sigers. Ia disebut sebagai cucu Bung Karno sekaligus cucu Ratnasari Dewi.

Kembali ke Indonesia pada Usia 86 Tahun

Puluhan tahun setelah meninggalkan Indonesia, Dewi Soekarno kembali hadir di Tanah Air pada 17 Agustus 2026.

Baca Juga: Dari Pohon Soekarno di Padang Arafah, Lahir Inspirasi Menanam Pohon hingga Kini

Kehadirannya bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Jika dahulu datang ke Indonesia sebagai seorang gadis muda asal Jepang, pada 2026 Dewi kembali sebagai perempuan berusia 86 tahun.

Kehadirannya kembali mengingatkan perjalanan panjang hubungan Naoko Nemoto dan Soekarno, yang bermula dari pertemuan di Tokyo, berlanjut melalui surat, pernikahan, kelahiran seorang anak, hingga kenangan yang bertahan selama puluhan tahun.

 

Editor : Silvina
sejarah Indonesia Dewi Soekarno Naoko Nemoto kisah cinta Soekarno bung karno