PONTIANAK POST – Lidah mertua (Dracaena trifasciata) atau snake plant selama ini dikenal sebagai salah satu tanaman hias yang relatif mudah dirawat. Tanaman berdaun tegak ini mampu bertahan di dalam ruangan, termasuk pada area dengan pencahayaan terbatas.
Karakter tersebut membuat lidah mertua banyak dipilih untuk menghiasi berbagai sudut rumah. Namun, daya tahan tanaman ini bukan berarti membuatnya kebal terhadap berbagai masalah.
Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah ketika daun lidah mertua yang semula tumbuh tegak mulai melemas, melengkung, hingga terkulai.
Kondisi tersebut dapat muncul akibat lingkungan tumbuh yang kurang sesuai atau kesalahan dalam perawatan. Mengutip MarthaStewart.com, sejumlah pakar hortikultura menjelaskan beberapa penyebab daun snake plant terkulai serta langkah yang dapat dilakukan untuk membantu memulihkannya.
Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Merawat Tanaman Snake Plant Supaya Bisa Berbunga Cantik dan Sangat Harum
1. Terlalu Banyak Disiram
Penyiraman berlebihan menjadi salah satu penyebab yang paling sering membuat lidah mertua mengalami masalah. Media tanam yang terus-menerus basah dapat memengaruhi kondisi jaringan tanaman dan melemahkan daun.
"Dalam kasus yang parah, jaringan daun akan mulai mati dan membusuk," kata Justin Hancock, pakar hortikultura di Costa Farms. "Saat hal ini terjadi, daun kehilangan stabilitas lalu layu atau terkulai, bahkan berpotensi lepas."
Untuk menghindari kondisi tersebut, pastikan media tanam memiliki waktu untuk mengering sebelum tanaman kembali disiram. Kelembapan tanah dapat diperiksa secara sederhana dengan memasukkan jari ke dalam media tanam.
2. Kekurangan Cahaya
Lidah mertua memang dapat tumbuh di lingkungan dengan cahaya terbatas. Akan tetapi, pencahayaan yang terlalu minim dapat memengaruhi bentuk dan kekuatan pertumbuhan daunnya.
Baca Juga: Selain Snake Plant, 3 Tanaman Ini Cocok untuk Menghiasi Rumah, Bikin Makin Asri dan Menarik
Dalam kondisi tersebut, daun dapat tumbuh memanjang atau meregang untuk mencari sumber cahaya. Pertumbuhan yang tidak seimbang membuat struktur daun menjadi lebih lemah.
"Semakin daun meregang, kondisinya akan semakin lemah dan semakin rentan untuk terkulai atau jatuh," ujar Hancock.
Salah satu cara mengatasinya adalah memindahkan tanaman ke lokasi yang memperoleh cahaya terang secara tidak langsung. Suhu ruangan yang cukup hangat juga dapat membantu menjaga pertumbuhan lidah mertua tetap optimal.
3. Akar Mengalami Masalah
Daun yang terkulai juga dapat berkaitan dengan kondisi sistem perakaran. Akar yang terlalu padat di dalam pot atau mengalami pembusukan dapat menghambat kemampuan tanaman dalam memperoleh air, oksigen, dan nutrisi.
"Ketika tanaman mengalami keterikatan akar yang parah, daun tidak bisa mendapatkan oksigen, air, atau nutrisi yang dibutuhkan, sehingga daun jatuh terkulai," jelas Linda Langelo, spesialis hortikultura di Colorado State University. "Tidak ada cukup energi untuk menopangnya."
Baca Juga: Botol Plastik Bekas Bisa Jadi Cetakan Snake Plant, Hasilnya Tak Lagi Tumbuh Lurus
Apabila akar sudah terlalu memenuhi pot atau menunjukkan tanda-tanda pembusukan, tanaman dapat dipindahkan ke media dan pot yang baru.
"Lidah mertua harus dipindahkan ke pot baru setiap tiga atau empat tahun sekali," saran Langelo. "Pastikan pot baru berdiameter 1 hingga 2 inci lebih besar dari pot lama."
Pada tanaman yang mengalami busuk akar, tanah lama yang masih menempel sebaiknya dibersihkan sebelum proses penanaman kembali dilakukan.
Sementara itu, daun yang sudah telanjur melemas dapat diberi penopang sementara. Hancock menyarankan beberapa pilihan untuk membantu menjaga posisi daun.
"Pilihan yang tidak mencolok adalah menggunakan satu turus yang kuat di dalam pot dan membuat kerangka penopang daun menggunakan tali pancing transparan. Jika ingin tampil lebih dekoratif, Anda bisa menggunakan kurungan penopang seperti yang biasa digunakan untuk tanaman tomat," terang Hancock.
Baca Juga: 8 Trik agar Snake Plant Tumbuh Lebih Cepat dan Banyak Anakan
4. Diserang Hama Pengisap Cairan
Serangan hama juga dapat menjadi penyebab daun lidah mertua kehilangan kekuatannya. Hama tertentu mengisap cairan dari jaringan tanaman sehingga pasokan air dan nutrisi pada daun berkurang.
Akibatnya, daun dapat kehilangan tekanan turgor dan perlahan menjadi lemas atau terkulai.
"Cairan tersebut mengandung nutrisi dan air milik tanaman," urai Langelo. "Kutu perisai, kutu putih, kutu daun, tungau, dan kutu kebul adalah masalah serangga utama pada lidah mertua. Semua serangga ini memiliki tipe mulut pengisap yang menyedot cairan dari daun tanaman."
Untuk mengendalikan serangan tersebut, minyak hortikultura (horticultural oil) dapat digunakan sesuai petunjuk pada kemasan. Penanganan secara berkala dapat membantu menekan populasi hama sekaligus mencegah kerusakan daun menjadi lebih parah.
5. Terpapar Perubahan Suhu yang Ekstrem
Suhu lingkungan juga berpengaruh terhadap kondisi lidah mertua. Paparan udara yang terlalu dingin dapat merusak sel-sel daun, membuatnya kehilangan kekuatan, terkulai, bahkan mengalami pembusukan.
Baca Juga: 5 Tempat yang Sebaiknya Dihindari untuk Meletakkan Snake Plant
"Suhu di bawah 50 derajat Fahrenheit (sekitar 10 derajat Celsius) akan membuat daun terkulai dan akhirnya membunuh tanaman lidah mertua," tegas Langelo. "Meletakkan lidah mertua jauh dari pintu atau hembusan angin dingin saat musim dingin akan menjaga tanaman Anda tetap sehat."
Perlindungan tambahan juga diperlukan apabila tanaman berada di luar ruangan atau harus dipindahkan ketika cuaca sedang dingin.
"Jika Anda menanamnya di luar ruangan seperti di dek, teras, atau serambi, bawalah masuk saat malam hari yang dingin," pungkas Hancock. "Jika Anda membelinya dari toko dan cuaca di luar sangat dingin, bungkuslah tanaman dengan plastik secara aman untuk melindunginya dari kerusakan akibat suhu dingin di perjalanan."
Memperhatikan pola penyiraman, pencahayaan, kondisi akar, kemungkinan serangan hama, serta suhu lingkungan dapat membantu menjaga daun lidah mertua tetap tumbuh tegak dan sehat. Ketika daun mulai terkulai, pemeriksaan terhadap beberapa faktor tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menemukan penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.
Editor : Miftahul Khair