
PONTIANAK POST - Lidah mertua sering dikenal sebagai tanaman yang tumbuh lambat. Namun, kondisi tersebut bukan berarti pertumbuhannya tidak dapat didorong.
Sejumlah penyesuaian pada media tanam dan lingkungan akar dapat membantu tanaman menghasilkan daun serta anakan baru lebih aktif.
Balcony Garden Web menyebut pertumbuhan baru lidah mertua berasal dari rimpang atau rhizome, yakni batang tebal yang tumbuh secara horizontal di bawah permukaan tanah dan kemudian menghasilkan tunas baru.
Baca Juga: 5 Tempat yang Sebaiknya Dihindari untuk Meletakkan Snake Plant
Karena itu, kondisi bagian bawah tanah menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong pertumbuhan.
1. Gunakan Pot Lebar, Bukan Terlalu Dalam
Lidah mertua cenderung menyebar ke samping sebelum tumbuh ke atas. Rimpangnya berkembang secara horizontal di dalam tanah untuk membentuk anakan baru.
Saat mengganti pot, gunakan wadah yang sekitar 5–10 sentimeter lebih lebar dari pot sebelumnya, bukan pot yang jauh lebih dalam.
Pot yang lebar dan relatif dangkal memberikan ruang lebih bagi rimpang untuk berkembang dan dapat membantu mempercepat munculnya anakan.
Pot yang terlalu dalam juga dapat membuat sebagian media tanam tidak segera digunakan akar sehingga kelembapan berlebih berpotensi bertahan lebih lama di sekitar akar.
2. Jaga Area Akar Tetap Hangat
Suhu akar juga berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan. Lidah mertua yang diletakkan di lantai dingin atau dekat jendela yang berangin dapat mengalami pertumbuhan lebih lambat meskipun kondisi daunnya terlihat sehat.
Disarankan menjaga zona akar pada kisaran 21–29 derajat Celsius. Tanaman tidak perlu terkena sinar matahari langsung atau menggunakan alas pemanas.



