PONTIANAK POST -Snake Plant, termasuk Sansevieria trifasciata dikenal luas sebagai tanaman hias dalam ruangan. Di Belanda, tanaman ini bahkan disebut sebagai mother-in-law’s tongue atau “lidah mertua”.
Nama tersebut ternyata berkaitan dengan karakter fisik daunnya. Menurut Nederlandse Vereniging van Botanische Tuinen (NVBT), daun Sansevieria tumbuh tegak dari rimpang yang menjalar.
Daunnya berbentuk memanjang seperti pedang dan memiliki tepi yang tajam. Karakter tersebut menjadi alasan tanaman ini mendapatkan nama mother-in-law’s tongue.
Baca Juga: Daun Lidah Mertua Mendadak Terkulai? Kenali 5 Penyebab dan Cara Mudah Mengatasinya Menurut Ahli
Daunnya Tumbuh Tegak seperti Pedang
Sansevieria trifasciata merupakan tanaman sukulen yang membentuk rumpun dengan daun tegak berbentuk pedang. Daunnya berwarna hijau tua dengan pola melintang hijau pucat dan dapat tumbuh hingga sekitar 1,2 meter.
Pada bagian tepi daun terdapat warna kuning-putih. Sementara permukaan daunnya memiliki pola tidak beraturan berwarna putih dan hijau yang menjadi salah satu daya tarik dekoratif tanaman tersebut.
Baca Juga: Panduan Merawat Tanaman Snake Plant untuk Pemula agar Tumbuh Sehat dan Subur di Rumah
Berasal dari Afrika Barat Tropis
NVBT mencatat Sansevieria trifasciata berasal dari Afrika Barat tropis. Tanaman tersebut tercatat memiliki persebaran di Nigeria dan dapat ditemukan di habitat berupa gurun berpasir atau berbatu.
Sebagai tanaman yang populer untuk ditanam di dalam ruangan, Sansevieria dikenal cukup tahan terhadap berbagai kondisi. Tanaman ini dapat bertahan dalam kondisi dingin, kekurangan air, debu, dan cahaya yang minim.
Karakter tersebut pula yang membuatnya banyak ditemukan di ambang jendela dan kafe tradisional di Belanda.
Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Merawat Tanaman Snake Plant Supaya Bisa Berbunga Cantik dan Sangat Harum
Bisa Menghasilkan Bunga Harum
Meski lebih dikenal karena daunnya, Sansevieria juga dapat menghasilkan bunga. NVBT menyebut tanaman yang mendapatkan banyak cahaya dan kondisi yang sesuai dapat menghasilkan bunga berwarna putih kehijauan dengan aroma manis.
Bunga-bunga kecil berbentuk tabung tersebut tumbuh dalam rangkaian sepanjang 30 hingga 90 sentimeter dan terkadang tersembunyi di antara daun. Ketika ditemukan, bunganya memiliki aroma yang manis.
Pernah Dimanfaatkan sebagai Serat
Sansevieria juga memiliki sejarah pemanfaatan yang tidak berkaitan dengan tanaman hias. NVBT mencatat bagian daun tanaman ini mengandung serat kuat yang dahulu digunakan untuk membuat tali busur panahan.
Serat tersebut menjadi salah satu alasan Sansevieria tidak hanya menarik sebagai tanaman dekoratif, tetapi juga pernah dimanfaatkan sebagai sumber bahan alami.
Baca Juga: Botol Plastik Bekas Bisa Jadi Cetakan Snake Plant, Hasilnya Tak Lagi Tumbuh Lurus
Perlu Diperhatikan Jika Ada Hewan Peliharaan
Di balik ketahanannya, Sansevieria memiliki kandungan saponin. Zat tersebut bersifat sedikit beracun bagi anjing dan kucing dan dapat menyebabkan gangguan pencernaan jika tanaman tertelan.
Karena itu, keberadaan tanaman ini di rumah perlu diperhatikan terutama jika terdapat anjing atau kucing yang berpotensi menggigit atau memakan bagian tanaman.
Baca Juga: 7 Cara Membuat Snake Plant Tumbuh Tegak dan Rapi
Dengan daun tegak berbentuk pedang dan tepi yang tajam, Sansevieria trifasciata akhirnya memiliki nama populer mother-in-law’s tongue. Sebutan tersebut bukan berasal dari nama ilmiah tanaman, melainkan menggambarkan karakter fisik daunnya. (*)
Editor : Chairunnisya