PONTIANAK POST – Tanaman hias dengan warna dan pola daun yang tidak biasa kerap memiliki daya tarik lebih tinggi dibanding tanaman berpenampilan normal. Namun, sebelum membeli tanaman hias unik, penghobi perlu memperhatikan karakter, kestabilan, hingga kondisi tanaman agar tidak hanya tergiur tampilan.
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Hortikultura BRIN, Sri Rianawati, menyebut preferensi pasar menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan tanaman hias. Tren seperti variegata, warna daun gelap, dan tekstur unik dapat meningkatkan daya tarik suatu varietas.
"Dalam tanaman hias, keunikan lebih penting daripada produktivitas," ujar Sri dalam Webinar HortiActive #25, Rabu (22/4).
Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan sebelum memilih tanaman hias unik.
1. Jangan Hanya Melihat Harga
Tanaman hias dengan tampilan tidak biasa memang dapat memiliki harga lebih tinggi. Namun, harga bukan satu-satunya indikator bahwa tanaman tersebut memiliki nilai koleksi.
Perhatikan terlebih dahulu keunikan karakter tanaman, kondisi fisik, kelangkaan, dan apakah karakter tersebut memang menjadi ciri khas varietasnya.
Tanaman dengan tampilan unik tetapi kondisinya buruk tentu membutuhkan perhatian lebih setelah dibeli.
2. Perhatikan Pola Variegata
Variegata menjadi salah satu karakter yang banyak diminati penghobi. Pola warna pada daun dapat berupa kombinasi hijau dengan putih, kuning, atau warna lain.
Namun, jangan hanya mengejar daun dengan warna paling banyak.
Tanaman tetap membutuhkan bagian hijau untuk mendukung fotosintesis. Karena itu, perhatikan keseimbangan antara bagian berwarna dan bagian hijau pada daun.
3. Cek Apakah Karakternya Stabil
Keunikan pada tanaman tidak selalu berarti karakter tersebut akan bertahan pada pertumbuhan berikutnya.
BRIN menyebut ketidakstabilan mutasi dan kesulitan menjaga uniformitas menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan kultivar baru.
Karena itu, calon pembeli sebaiknya mencari informasi apakah karakter tanaman sudah stabil atau masih dapat berubah.
4. Lihat Kondisi Daun dan Batang
Jangan sampai perhatian terhadap warna dan pola membuat kondisi kesehatan tanaman terabaikan.
Periksa daun, batang, akar jika memungkinkan, serta tanda-tanda serangan hama atau penyakit.
Tanaman dengan daun menarik tetapi mengalami kerusakan berat membutuhkan perawatan lebih intensif.
5. Cari Tahu Asal-Usul Tanaman
Sebelum membeli tanaman hias bernilai tinggi, tanyakan asal-usul dan nama kultivarnya kepada penjual.
Informasi tersebut penting terutama jika tanaman dibanderol dengan harga tinggi karena karakter tertentu.
6. Jangan Menganggap Semua Mutasi Bernilai Tinggi
Mutasi dapat menghasilkan perubahan karakter tanaman. Perubahan tersebut bisa terlihat pada warna daun, bentuk, tekstur, maupun karakter ornamental lainnya.
Namun, tidak setiap mutasi otomatis menghasilkan tanaman bernilai ekonomi tinggi.
Nilai tanaman tetap dipengaruhi oleh preferensi pasar, tingkat kelangkaan, keindahan, kestabilan karakter, serta kemampuan tanaman untuk diperbanyak.
7. Pertimbangkan Kemudahan Perawatan
Tanaman yang cantik tetapi sulit dirawat belum tentu cocok untuk semua penghobi.
Sebelum membeli, cari tahu kebutuhan cahaya, media tanam, kelembapan, penyiraman, dan suhu yang sesuai.
Dengan begitu, tanaman tidak hanya menarik ketika dibeli, tetapi juga memiliki peluang tumbuh baik setelah dibawa pulang.
Kenapa Tanaman Unik Bisa Mahal?
Secara biologis, perubahan karakter tanaman dapat terjadi melalui mutasi alami maupun mutasi yang diinduksi.
Perubahan tersebut dapat memengaruhi ekspresi gen dan menghasilkan variasi fenotip, termasuk perubahan warna daun. Jalur klorofil, antosianin, dan karotenoid, misalnya, berkaitan dengan munculnya berbagai variasi warna pada tanaman.
Karakter yang tidak lazim kemudian dapat menjadi daya tarik ornamental.
Dalam konteks pasar, sesuatu yang jarang ditemukan dapat memiliki nilai lebih tinggi ketika diminati kolektor.
Indonesia Punya Potensi Besar
Menurut Sri Rianawati, Indonesia memiliki kekayaan plasma nutfah tropis yang besar. Tantangannya bukan kekurangan tanaman, melainkan bagaimana menghasilkan inovasi varietas.
"Kita bukan kekurangan tanaman, tetapi masih kurang inovasi varietas," tegasnya.
Pengembangan kultivar lokal dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap varietas impor. Teknologi seperti kultur in vitro juga dapat membantu mempercepat seleksi dan produksi massal kultivar baru.
Ke depan, teknologi pemuliaan yang lebih presisi, termasuk CRISPR-Cas9, dapat membuka peluang baru. Namun, penerapannya tetap menghadapi tantangan biaya dan regulasi.
Intinya, Jangan Terpaku pada Tampilan
Tanaman hias unik memang menarik. Tetapi bagi penghobi, keputusan membeli sebaiknya tidak hanya didasarkan pada warna daun atau label "langka".
Periksa keunikan, kesehatan, kestabilan karakter, asal-usul, harga, dan kebutuhan perawatannya.
Dengan cara tersebut, tanaman yang dibawa pulang bukan sekadar indah untuk dipandang, tetapi juga memiliki nilai koleksi dan peluang tumbuh yang lebih baik.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro