PONTIANAK POST - Tanaman Snake Plant atau Lidah mertua (Dracaena trifasciata atau Sansevieria) merupakan tanaman hias populer karena tampilannya yang elegan dan daya tahannya yang tinggi. Namun, masalah umum yang sering dijumpai para pecinta tanaman adalah munculnya warna kuning pada daun.
Perubahan warna ini dikenal sebagai klorosis, yakni kondisi ketika tanaman tidak memperoleh zat gizi mikro yang cukup untuk memproduksi klorofil. Apabila daun yang menguning bertambah banyak, hal tersebut menjadi sinyal bahwa tanaman mengalami stres akibat perawatan yang kurang tepat.
Ringkasan Penyebab dan Solusi Daun Lidah Mertua Menguning
7 Penyebab Utama Daun Lidah Mertua Menguning
1. Penyiraman Berlebihan (Overwatering)
Lidah mertua memiliki sifat mirip sukulen yang menyimpan cadangan air pada daunnya. Penyiraman berlebihan—terutama pada musim hujan—dapat merusak jaringan akar dan memicu pembusukan, sehingga tanaman gagal menyerap nutrisi dan daun pun menguning.
2. Terlalu Banyak Paparan Sinar Matahari Langsung
Meski mampu beradaptasi di berbagai kondisi cahaya, paparan sinar matahari terik secara langsung dalam jangka panjang dapat membakar jaringan daun, menimbulkan bercak pucat, kuning, hingga cokelat kusam.
3. Fluktuasi Suhu dan Aliran Udara
Perubahan suhu secara mendadak atau penempatan tanaman di dekat ventilasi, pendingin ruangan, serta pintu yang sering dibuka-tutup dapat membuat tanaman stres dan memicu klorosis pada daun.
4. Serangan Hama Tanaman
Hama seperti kutu sisik, kutu putih, kutu daun, dan tungau laba-laba mengisap cairan nutrisi dari dalam daun. Bekas hisapan ini menyebabkan daun kehilangan warna hijau alami, menguning, lalu mati.
Baca Juga: 6 Jenis Black Snake Plant yang Bikin Ruangan Terlihat Elegan
5. Ketidakseimbangan Nutrisi dan Pupuk
Pemberian pupuk yang berlebihan dapat membakar ujung daun hingga mengering. Sebaliknya, media tanam tua yang tidak pernah diberi pupuk selama bertahun-tahun membuat tanaman kekurangan unsur hara harian.
6. Kapasitas Pot Terlalu Sempit (Root-bound)
Ketika sistem perakaran sudah terlalu padat dan memenuhi seluruh ruang pot, akar tidak lagi memiliki cukup ruang untuk bernapas dan menyerap air serta nutrisi dari media tanam.
7. Fase Penuaan Alami
Apabila hanya satu daun di bagian paling luar atau paling bawah yang menguning secara bertahap, hal ini merupakan proses alami. Tanaman menggugurkan daun tua untuk mengalihkan energi pertumbuhan ke daun baru.
Langkah Penanganan dan Pemangkasan
Perlu diingat bahwa daun yang sudah terlanjur menguning tidak dapat kembali hijau. Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memangkas daun menguning tersebut menggunakan gunting atau pisau steril sedekat mungkin dengan pangkal tanaman agar estetika dan kesehatan tanaman tetap terjaga.
Setelah memangkas, lakukan tindakan perbaikan berikut:
-
Atur Ulang Penyiraman: Biarkan media tanam benar-benar kering hingga kedalaman lima sentimeter sebelum melakukan penyiraman berikutnya.
-
Repotting & Pembagian Tanaman: Jika akar sudah sangat padat atau membusuk, keluarkan tanaman, bersihkan akar yang rusak, lalu tanam kembali di pot baru menggunakan media yang poros.
-
Pembersihan Hama: Usap daun yang terinfeksi menggunakan kapas bersumbu alkohol gosok atau semprotkan larutan minyak mimba secara berkala.
Tips Mencegah Daun Menguning Sejak Dini
-
Letakkan tanaman di area dengan paparan cahaya terang tidak langsung selama 8–10 jam sehari.
-
Gunakan pot yang memiliki lubang drainase memadai di bagian dasar.
-
Pertahankan suhu lingkungan pada rentang ideal 21–32 derajat Celsius.
-
Berikan pupuk secukupnya hanya dua kali dalam setahun, yakni pada awal musim pertumbuhan (musim semi/kemarau).