3 Cara Mudah Mengetahui Tomat Sudah Matang, Lihat Warna hingga Tekstur Buah

Rafael B. Junior • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 14:30 WIB
Tomat matang di tanaman dapat dikenali dari perubahan warna kulit dan teksturnya sebelum dipanen. (Freepik)
Tomat matang di tanaman dapat dikenali dari perubahan warna kulit dan teksturnya sebelum dipanen. (Freepik)

PONTIANAK POST - Menentukan waktu yang tepat untuk memanen tomat ternyata tidak cukup hanya dengan melihat ukurannya. Warna kulit, tekstur buah hingga kondisi cuaca bisa menjadi petunjuk apakah tomat sudah siap dipetik.

Melansir dari Gardenary, ada tiga tanda utama yang dapat diperhatikan sebelum memanen tomat. Artikel yang ditulis Nicole Burke dan dipublikasikan pada 4 Agustus 2026 itu menyebut tomat umumnya membutuhkan sekitar 65 hingga 90 hari untuk mencapai kematangan. Setelah buah mulai terbentuk, diperlukan sekitar 15 hingga 20 hari lagi hingga matang sepenuhnya.

1. Warna kulit berubah sekitar 90 persen

Tanda pertama yang paling mudah dilihat adalah perubahan warna kulit.

Tomat disebut berada pada tingkat kematangan terbaik ketika sekitar 90 persen permukaan kulitnya sudah berubah menjadi warna matang sesuai varietasnya. Warna tersebut tidak selalu merah.

Beberapa jenis tomat dapat berubah menjadi kuning, sementara varietas tertentu memiliki warna ungu tua atau kombinasi beberapa warna ketika matang.

Tomat yang masih hijau menandakan buah belum matang. Setelah itu, buah akan mulai mengalami perubahan warna atau blushing sebelum mencapai warna matangnya.

Baca Juga: Jangan Asal Menanam Tomat, 8 Trik Ini Disebut Bisa Membantu Memperpanjang Masa Panen

2. Buah terasa sedikit lunak saat ditekan

Selain warna, tekstur buah juga bisa menjadi indikator.

Tomat matang tidak seharusnya terlalu keras, tetapi juga belum terlalu lunak. Cukup tekan bagian bawah buah secara perlahan. Jika terasa sedikit empuk atau memberikan tekanan ringan, tomat kemungkinan sudah siap dipanen.

Sebaliknya, jika bagian bawah buah masih terasa keras, sebaiknya tunggu beberapa waktu lagi.

Tomat matang juga cenderung lebih mudah dilepaskan dari batang. Jika buah masih sangat kuat menempel dan membutuhkan tarikan, kemungkinan proses pematangannya belum selesai.

Baca Juga: Tips Berkebun Pakai Raised Bag agar Tanaman Tumbuh Optimal di Halaman Rumah

3. Embun beku mulai mengancam

Kondisi cuaca juga menjadi alasan untuk segera memanen tomat.

Jika embun beku diperkirakan datang, buah sebaiknya dipetik meskipun belum matang sepenuhnya. Tomat yang sudah mulai berubah warna atau mengalami blushing masih dapat melanjutkan proses pematangan setelah dipetik.

Buah dapat dibawa ke dalam rumah dan diletakkan di ambang jendela atau dimasukkan ke dalam kantong kertas cokelat. Namun, tomat yang matang setelah dipetik tidak akan memiliki tingkat kemanisan yang sama dengan buah yang matang sepenuhnya di pohon.

Tomat hijau juga bisa dipanen

Tomat sebenarnya dapat dipetik pada berbagai tahap setelah buah terbentuk sempurna. Tomat hijau memiliki tekstur lebih keras sehingga lebih cocok untuk sejumlah olahan makanan.

Sementara itu, tomat yang mulai menunjukkan perubahan warna sudah menghasilkan gas etilen yang membantu proses pematangan. Buah seperti ini masih dapat dipetik dan dibiarkan matang di dalam rumah, terutama jika ada risiko embun beku atau serangan hewan.

Baca Juga: 6 Tanda Ada Tikus di Kebun, Kenali Sebelum Tanaman dan Hasil Panen Rusak

Cara memanen tomat agar tanaman tidak rusak

Untuk memetik tomat, buah dapat ditarik perlahan dengan sedikit sudut. Namun, cara tersebut memiliki risiko merusak cabang tanaman.

Gardenary menyarankan penggunaan gunting pangkas yang bersih. Batang dapat dipotong tepat di atas buah atau pada bagian tandan sehingga tanaman tetap lebih aman.

Memanen tomat pada waktu yang tepat juga penting agar buah tidak terlalu lama berada di tanaman. Jika terlambat dipetik, tomat berisiko pecah, terlalu lunak, dimakan burung atau bahkan membusuk di pohon. (*)

Editor : Rafael B. Junior
tomat matang cara panen tomat menanam tomat tanaman tomat Tips Berkebun