PONTIANAK POST – Pemberontakan yang berlangsung di Jawa pada 12 November 1926 dan kemudian di Sumatra pada awal 1927 menjadi salah satu titik penting dalam sejarah awal PKI menurut tulisan D.N. Aidit.
Fakta pemberontakan ini dilansir dari tulisan D.N.Aidit berjudul Lahirnya PKI dan Perkembangannya yang dimuat di Marxists.org.
Tekanan Pemerintah Kolonial
Baca Juga: Sejarah Lahirnya PKI, Berawal dari Gerakan Buruh dan ISDV pada 1920
Sebelum pemberontakan, menurut Aidit, kondisi politik semakin tegang. Pemerintah kolonial melakukan berbagai tindakan terhadap gerakan buruh dan organisasi yang berkaitan dengan PKI.
Aidit mencatat adanya pemecatan terhadap buruh yang melakukan pemogokan, penangkapan petani, pembubaran sekolah, pelarangan surat kabar buruh, serta penangkapan pemimpin buruh.
Pemberontakan di Jawa dan Sumatra
Baca Juga: PKI dan Gerakan Buruh 1920–1924, Dari Pemogokan hingga Perluasan Organisasi
Dalam tulisannya, Aidit mencatat pemberontakan rakyat pada 12 November 1926 di Jawa dan kemudian pada awal 1927 di Sumatra.
Namun, ia juga mengakui adanya kelemahan dalam tubuh PKI ketika menghadapi situasi tersebut.
Menurut Aidit, tidak terdapat kesatuan pandangan dalam pimpinan mengenai pemberontakan. Persiapan penyelamatan kader juga dinilai tidak memadai, sementara koordinasi antara satu wilayah dengan wilayah lainnya lemah.
Baca Juga: Sejarah Lahirnya TNI di Kalbar (Bag-1) : Tarik Ulur Politik Mengawali Jalan Panjang Kehadiran TNI
Penangkapan dan Pengasingan
Setelah pemberontakan, ribuan anggota dan pengurus PKI disebut dikejar dan dihukum oleh pemerintah kolonial.
Dalam tulisan Aidit juga disebut adanya anggota yang dijatuhi hukuman berat serta pengasingan ke Digul.
Baca Juga: Sejarah Lahirnya TNI di Kalbar (Bag-2): Demonstrasi Rakyat Menggema Demi Keamanan Daerah
Pemerintah kolonial kemudian melarang PKI sehingga partai tersebut tidak lagi dapat bekerja secara terbuka.
Evaluasi Aidit terhadap Kegagalan
Aidit menilai kekalahan tersebut tidak hanya disebabkan oleh tekanan pemerintah kolonial, tetapi juga persoalan internal PKI.
Ia menyoroti lemahnya pembangunan organisasi, pendidikan ideologi, kepemimpinan, serta kemampuan membangun front persatuan.
Baca Juga: Sejarah Lahirnya TNI di Kalbar (Bag-3): Keberangkatan Mayor Suharsono Memicu Langkah Baru Perjuangan
Periode pemberontakan 1926–1927 akhirnya menjadi awal dari masa panjang ketika PKI bergerak di bawah tanah.
Editor : Silvina