PONTIANAK POST – Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, aktivitas politik dan organisasi kembali berkembang di Indonesia. PKI juga kembali muncul dalam kehidupan politik.
Informasi mengenai aktivitas PKI ini mengutip tulisan D.N. Aidit “Lahirnya PKI dan Perkembangannya”, yang dimuat Marxists.org.
Aktivitas Politik Setelah Proklamasi
Baca Juga: Sejarah Lahirnya PKI, Berawal dari Gerakan Buruh dan ISDV pada 1920
Dalam tulisannya, Aidit menggambarkan periode setelah Proklamasi sebagai masa revolusi.
Ia menyebut berbagai kelompok, termasuk buruh, petani, pemuda, dan mahasiswa, terlibat dalam upaya mempertahankan Republik.
Pada periode tersebut, PKI kembali berusaha membangun organisasi dan menjalankan aktivitas politik.
Baca Juga: PKI dan Gerakan Buruh 1920–1924, Dari Pemogokan hingga Perluasan Organisasi
Konflik Politik dan Jalan Baru
Aidit juga membahas perubahan garis politik dan pembangunan organisasi PKI.
Dalam tulisan tersebut disebut adanya resolusi “Jalan Baru” pada Agustus 1948. Konsep tersebut kemudian menjadi bagian dari evaluasi dan pembangunan kembali organisasi PKI.
Baca Juga: PKI dan Pemberontakan 1926, Dari Persoalan Internal hingga Tekanan Belanda
Namun, perkembangan politik saat itu berlangsung dalam situasi konflik yang semakin tajam.
Peristiwa Madiun 1948
Salah satu peristiwa besar yang dibahas Aidit adalah Peristiwa Madiun 1948.
Baca Juga: Setelah Dilarang Belanda, PKI Bergerak di Bawah Tanah hingga Masa Pendudukan Jepang
Aidit memberikan penjelasan dari sudut pandang PKI mengenai rangkaian peristiwa tersebut. Karena itu, uraian dalam bagian ini merupakan versi dan penilaian Aidit, bukan rekonstruksi sejarah yang berdiri sendiri.
Dalam tulisannya, Aidit juga menguraikan perkembangan konflik, posisi PKI, serta dampak politik dan organisasi setelah peristiwa tersebut.
Menuju Konsolidasi Kembali
Baca Juga: Dari Budi Utomo hingga Indonesia Modern, Ini Sejarah Harkitnas
Setelah periode konflik tersebut, PKI memasuki tahap baru dalam pembangunan organisasi.
Aidit kemudian menghubungkan perkembangan tersebut dengan proses konsolidasi partai dan perubahan politik yang berlangsung pada awal 1950-an.
Editor : Silvina