PONTIANAK POST - Merawat Philodendron Caramel Marble membutuhkan perhatian pada beberapa kondisi dasar, mulai dari cahaya hingga media tanam.
Balcony Garden Web menyebut tanaman ini menyukai cahaya terang tidak langsung dengan tingkat cahaya sedang hingga tinggi.
Paparan matahari langsung perlu dihindari karena dapat menyebabkan daun terbakar. Lokasi dengan cahaya terang yang tersaring, seperti di dekat jendela yang menghadap utara atau timur, disebut sesuai untuk tanaman ini.
Baca Juga: Philodendron Caramel Marble Tampil Unik dengan Daun Karamel, Krem, dan Hijau
Pilih Pot dan Media Tanam
Tanaman dapat ditanam terlebih dahulu dalam pot berukuran 8–10 inci. Wadah tersebut disebut dapat digunakan selama beberapa tahun.
Ketika tanaman semakin berkembang dan menyebar, pindahkan ke wadah yang ukurannya satu tingkat lebih besar dari pot sebelumnya.
Media tanam perlu mampu mempertahankan kelembapan tanpa membuat air menggenang. Direkomendasikan campuran peat moss, perlite, dan potting soil yang memiliki aerasi baik.
Baca Juga: Cara Memangkas Philodendron agar Tidak Tumbuh Terlalu Panjang
Campuran tersebut membantu menyeimbangkan kemampuan menahan air dan drainase. Media dengan pH sedikit asam hingga netral, sekitar 6,0–7,0, disebut ideal.
Tanah liat berat sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan genangan air.
Siram Saat Bagian Atas Tanah Mengering
Media tanam sebaiknya tetap lembap, tetapi tidak basah. Sebelum melakukan penyiraman berikutnya, biarkan sekitar satu inci bagian atas tanah mengering.
Baca Juga: Philodendron Tortum Punya Daun Tipis dan Berpilin, Ini Cara Merawatnya
Penyiraman berlebihan dapat menyebabkan busuk akar, sementara kekurangan air dapat membuat tanaman layu.
Saat menyiram, berikan air secara menyeluruh hingga mencapai zona akar. Pastikan kelebihan air dapat mengalir keluar dari pot.
Perhatikan Suhu dan Kelembapan
Philodendron Caramel Marble menyukai suhu ruangan sekitar 65–85 derajat Fahrenheit atau 18–29 derajat Celsius. Lingkungan yang hangat dan stabil dibutuhkan tanaman ini.
Hembusan udara dingin serta lokasi dekat ventilasi pemanas perlu dihindari karena perubahan suhu mendadak dapat memengaruhi pertumbuhannya.
Baca Juga: 6 Varietas Philodendron yang Mudah Dirawat di Dalam Rumah, Cocok untuk Tanaman Indoor
Untuk kelembapan, tanaman menyukai tingkat sedang hingga tinggi, sekitar 50 persen atau lebih.
Jika udara terlalu kering, kelembapan dapat ditingkatkan menggunakan humidifier, pebble tray berisi air, atau penyemprotan daun secara berkala.
Beri Pupuk Secara Berkala
Untuk mendukung pertumbuhan, direkomendasikan pupuk larut air seimbang dengan formula NPK 20-20-20 atau formulasi serupa.
Baca Juga: Philodendron Lickety Split, Tanaman Berdaun Terbelah yang Unik
Pupuk diencerkan sesuai petunjuk kemasan, biasanya hingga setengah dari kekuatan yang dianjurkan.
Pemberian dilakukan setiap empat hingga enam minggu selama musim pertumbuhan, terutama musim semi hingga musim panas.
Pangkas untuk Menjaga Bentuk Tanaman
Pemangkasan dapat dilakukan untuk mempertahankan kesehatan dan tampilan tanaman. Daun mati, menguning, atau rusak dapat dipotong agar energi tanaman diarahkan pada pertumbuhan baru.
Baca Juga: 6 Jenis Philodendron Pink yang Punya Warna Daun Menarik
Batang yang terlalu panjang atau kurus juga dapat dipangkas untuk mendorong pertumbuhan lebih rimbun dan kompak.
Gunakan gunting atau alat pangkas yang bersih dan tajam. Pemotongan dilakukan tepat di atas node daun.
Pemangkasan dapat dilakukan sepanjang tahun, tetapi pemangkasan berat sebaiknya dihindari ketika tanaman memasuki masa dorman pada akhir musim gugur dan musim dingin. (*)
Editor : Chairunnisya