PONTIANAK POST - Philodendron Caramel Marble dikenal dengan corak daun yang khas. Namun, tampilan tersebut bukan satu-satunya faktor yang disebut berkontribusi terhadap harga relatif tinggi tanaman ini.
Balcony Garden Web menyebut kelangkaan sebagai salah satu faktor. Tanaman ini merupakan kultivar dengan tampilan daun yang khas dan banyak dicari kolektor serta penggemar tanaman.
Ketersediaan yang terbatas turut membuatnya lebih sulit diperoleh. Tingkat kesulitan dalam perbanyakan juga disebut menjadi faktor yang berkontribusi terhadap harga.
Baca Juga: Cara Merawat Philodendron Caramel Marble agar Tumbuh Sehat dan Tetap Rimbun
Selain itu, waktu dan upaya yang diperlukan untuk merawat tanaman hingga mencapai ukuran yang layak dijual turut berkontribusi terhadap biaya.
Waspadai Tungau dan Kutu Putih
Di balik tampilannya, Philodendron Caramel Marble tetap perlu diperhatikan dari gangguan hama.
Beberapa hama yang dapat menyerang tanaman ini antara lain tungau laba-laba, kutu putih, dan kutu daun.
Baca Juga: Philodendron Caramel Marble Tampil Unik dengan Daun Karamel, Krem, dan Hijau
Hama tersebut mengisap cairan tanaman dan dapat menyebabkan kerusakan daun, daun menguning, serta penurunan kondisi tanaman.
Pemeriksaan secara rutin diperlukan untuk mengetahui keberadaan hama lebih awal. Jika ditemukan hama, sumber menyarankan penggunaan sabun atau minyak insektisida untuk mengendalikannya.
Busuk Akar dan Infeksi Jamur
Selain hama, tanaman juga rentan terhadap busuk akar dan infeksi jamur.
Baca Juga: Cara Memangkas Philodendron agar Tidak Tumbuh Terlalu Panjang
Busuk akar dapat terjadi akibat penyiraman berlebihan atau drainase yang buruk. Karena itu, media dengan drainase baik diperlukan untuk mengurangi risikonya.
Penyiraman juga sebaiknya dilakukan hanya ketika bagian atas tanah sudah mengering.
Sirkulasi udara yang baik serta menghindari penyiraman dari atas dapat membantu mengurangi risiko penyakit jamur.
Dengan demikian, harga relatif tinggi Philodendron Caramel berkaitan dengan beberapa faktor, termasuk kelangkaan, tampilan khas, ketersediaan yang terbatas, serta waktu dan upaya perawatan hingga tanaman mencapai ukuran yang layak dijual. (*)
Editor : Chairunnisya