Panduan Merawat Philodendron Atabapoense agar Tumbuh Sehat dan Tidak Busuk Akar

Chairunnisya • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 16:04 WIB
Philodendron Atabapoense memiliki daun besar berbentuk hati yang memanjang dengan permukaan hijau mengilap. (BALCONYGARDENWEB)
Philodendron Atabapoense memiliki daun besar berbentuk hati yang memanjang dengan permukaan hijau mengilap. (BALCONYGARDENWEB)

PONTIANAK POST - Perawatan Philodendron Atabapoense perlu memperhatikan kondisi lingkungan tempat tanaman diletakkan.

BalconyGardenWeb menyebut, tanaman ini menyukai cahaya sedang dan masih dapat beradaptasi dengan cahaya rendah.

Lokasi dengan cahaya terang yang terdifusi atau tersaring dapat menjadi pilihan. Sinar matahari langsung perlu dihindari karena dapat memengaruhi warna daun.

Baca Juga: Cara Merawat Philodendron Jose Buono, Mulai Penyiraman hingga Pemupukan

Gunakan Media Tanam yang Gembur

Media tanam sebaiknya berupa tanah organik yang gembur dan memiliki drainase baik.

Kulit kayu anggrek atau sedikit pasir dapat ditambahkan untuk meningkatkan drainase dan aerasi. Peat moss atau sphagnum moss juga dapat dicampurkan untuk membantu menjaga kelembapan.

pH tanah ideal yang disebut sumber berada pada kisaran 6,1–7,3.

Baca Juga: Cara Merawat Philodendron Jose Buono, Mulai Penyiraman hingga Pemupukan

Jangan Berlebihan Menyiram

Selama musim semi dan musim panas, penyiraman dapat dilakukan satu hingga dua kali seminggu. Frekuensinya perlu dikurangi pada musim gugur dan musim dingin.

Sebelum kembali menyiram, tunggu hingga bagian atas media tanam sedalam sekitar 2 inci atau 5 sentimeter benar-benar kering.

Baca Juga: Philodendron Jose Buono Bisa Diperbanyak dengan Stek Batang, Begini Caranya

Penyiraman berlebihan perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan busuk akar.

Jaga Suhu dan Kelembapan

Philodendron Atabapoense tumbuh pada suhu sekitar 65–80 derajat Fahrenheit atau 18–27 derajat Celsius.

Tanaman perlu dijauhkan dari suhu di bawah 50 derajat Fahrenheit atau 10 derajat Celsius karena kondisi tersebut dapat merusak atau bahkan mematikan tanaman.

Baca Juga: Philodendron Jose Buono Punya Daun Variegata Besar, Ini Asal-usul dan Karakternya

Kelembapan yang disarankan berada pada kisaran 50–60 persen. Udara terlalu kering dapat membuat daun berubah cokelat atau menyebabkan bagian ujung daun berwarna cokelat.

Kelembapan dapat ditingkatkan dengan menyemprot daun secara rutin, menempatkan nampan berisi air dan kerikil di dekat tanaman, atau menggunakan humidifier.

Beri Pupuk pada Musim Pertumbuhan

Pupuk cair seimbang dapat diberikan dua hingga tiga kali dalam setahun pada musim semi atau musim panas. Pemupukan sebaiknya dihentikan selama musim dingin.

Baca Juga: Cara Memangkas Philodendron agar Tidak Tumbuh Terlalu Panjang

Pangkas Secukupnya

Pemangkasan Philodendron Atabapoense cukup dilakukan secara ringan. Daun atau batang yang mati dan rusak dapat dipotong agar energi tanaman diarahkan pada pertumbuhan baru.

Pemangkasan ringan juga dapat membantu membentuk pertumbuhan yang lebih penuh. Sebaliknya, pemangkasan berat perlu dihindari karena dapat membuat tanaman mengalami stres.

Kapan Perlu Repotting?

Repotting dapat dilakukan pada awal musim semi atau musim panas ketika media mulai padat atau akar sudah terlihat.

Baca Juga: Philodendron Tortum Punya Daun Tipis dan Berpilin, Ini Cara Merawatnya

Repotting setiap dua hingga tiga tahun untuk menjaga ketersediaan nutrisi dalam media tanam.

Karena memiliki karakter pertumbuhan memanjat, tanaman juga dapat diberikan moss pole atau trellis. Penyangga tersebut membantu pertumbuhan ke arah atas sekaligus mendukung perkembangan daun. (*)

Editor : Chairunnisya
cara merawat Philodendron Atabapoense kelembapan pemupukan Penyiraman media tanam