Museum AH Nasution Simpan Jejak Peristiwa 1965, Ada Diorama hingga Lubang Bekas Peluru

Silvina • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 14:29 WIB
Pengunjung melihat diorama Jenderal AH Nasution di Museum Jenderal Besar AH Nasution, Jakarta. (DOK ANTARA)
Pengunjung melihat diorama Jenderal AH Nasution di Museum Jenderal Besar AH Nasution, Jakarta. (DOK ANTARA)

 

PONTIANAK POST- Museum AH Nasution di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, menyimpan jejak peristiwa tragis yang terjadi pada dini hari 1 Oktober 1965. Bangunan tersebut merupakan rumah asli Jenderal AH Nasution yang menjadi lokasi penyerbuan pasukan Cakrabirawa.

Kisah mengenai kunjungan ke museum tersebut ditulis Rumikas Journey dalam artikel tentang Ade Irma Suryani dan Museum AH Nasution.

Rumah yang Menjadi Saksi Sejarah

Baca Juga: Kisah Sayid Fahrul Baraqbah, Keturunan Arab dari Kalimantan yang Bergabung dengan PKI

Rumah tersebut menjadi kediaman AH Nasution sejak akhir 1940-an hingga akhir hayatnya. Pada dini hari 1 Oktober 1965, rumah itu menjadi lokasi penyerbuan pasukan Cakrabirawa yang ingin menculik AH Nasution.

AH Nasution berhasil menyelamatkan diri dengan melompati tembok di samping rumah. Namun, peristiwa tersebut tetap meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya.

Di dalam museum, pengunjung dapat melihat berbagai diorama, lubang bekas peluru, serta sejumlah ruangan yang masih dipertahankan seperti dahulu.

Baca Juga: Jejak Sayid Fahrul Baraqbah di Kalimantan Timur, dari Gerilyawan hingga Tokoh PKI

Menyimpan Jejak Peristiwa 1965

Suasana museum juga memperlihatkan berbagai benda dan ruang yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Jejak penyerbuan menjadi bagian dari cerita yang dapat ditelusuri pengunjung ketika memasuki rumah tersebut.

Museum AH Nasution tidak hanya memperlihatkan perjalanan hidup sang jenderal, tetapi juga menghadirkan kisah keluarga yang terdampak langsung oleh peristiwa 1965.

 


 

Editor : Silvina
Jejak Sejarah sejarah Indonesia Museum AH Nasution peristiwa 1965 diorama sejarah