PONTIANAK POST —Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI kembali banyak dicari setiap memasuki akhir September. Selain ceritanya, film yang dirilis pada 1984 ini juga menarik untuk dikenali dari orang-orang yang berada di balik produksinya, mulai dari sutradara, aktor, hingga penata musik.
Film berdurasi panjang tersebut disutradarai Arifin C. Noer dan diproduksi Perum Produksi Film Nasional (PPFN). Arifin juga menjadi penulis naskah bersama Nugroho Notosusanto.
Disutradarai Arifin C. Noer
Baca Juga: Dulu Wajib Ditonton, Film G30S/PKI Kini Tak Lagi Tayang di TVRI, Ini Alasannya
Arifin C. Noer merupakan sosok utama di balik film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI. Ia bertindak sebagai sutradara sekaligus penulis naskah bersama Nugroho Notosusanto.
Dalam data film yang dirangkum dari berbagai sumber, film tersebut dibuat pada 1982 dan dirilis pada 1984. Film ini bergenre dokudrama dengan durasi sekitar 271 menit atau hampir lima jam
Arifin tidak hanya mengandalkan satu bahan dalam menggarap film. Sejumlah literatur, dokumen pengadilan, dan wawancara dengan saksi digunakan dalam proses penyusunan film.
Baca Juga: Sejarah Lahirnya PKI, Berawal dari Gerakan Buruh dan ISDV pada 1920
Merujuk Buku tentang Peristiwa G30S
Film tersebut juga memiliki kaitan dengan buku Tragedi Nasional: Percobaan Kup G30S/PKI di Indonesia karya Nugroho Notosusanto dan Ismail Saleh.
Historia mencatat buku tersebut menjadi salah satu acuan pembuatan film Pengkhianatan G30S/PKI. Buku itu sendiri merupakan bagian dari narasi sejarah yang berkembang pada masa Orde Baru mengenai peristiwa G30S.
Baca Juga: Kisah Sayid Fahrul Baraqbah, Keturunan Arab dari Kalimantan yang Bergabung dengan PKI
Karena itu, film ini perlu dilihat sebagai dokudrama, yakni karya yang mengemas peristiwa sejarah melalui pemeranan dan unsur sinematik, bukan semata-mata sebagai dokumentasi sejarah.
Amoroso Katamsi hingga Umar Kayam
Film ini melibatkan sejumlah aktor terkenal Indonesia untuk memerankan tokoh-tokoh yang berkaitan dengan peristiwa 1965.
Baca Juga: Mengungkap Kekerasan PKI Madiun 1948 : Ulama Diburu, Santri Terancam, Pesantren Dibakar
Amoroso Katamsi memerankan Mayjen Soeharto, sementara Umar Kayam berperan sebagai Presiden Sukarno. Syubah Asa memainkan tokoh DN Aidit dan Bram Adrianto berperan sebagai Kolonel Untung.
Pemeran lainnya antara lain Rudy Sukma sebagai AH Nasution, Ade Irawan sebagai Ny AH Nasution, Keke Tumbuan sebagai Ade Irma Suryani, Didi Sadikin sebagai Sarwo Edhie Wibowo, serta Wawan Wanisar sebagai Kapten Pierre Tendean. Data pemeran tersebut juga dicantumkan dalam rangkuman informasi film oleh Detik dengan merujuk data Film Indonesia.
Musik Film Digubah Embie C. Noer
Baca Juga: PKI Setelah Kemerdekaan, Begini Catatan D.N. Aidit tentang Peristiwa Madiun 1948
Selain Arifin C. Noer, ada nama lain yang penting dalam produksi film tersebut, yakni Embie C. Noer.
Embie C. Noer, yang merupakan adik Arifin, menjadi penata musik film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI. Musik menjadi salah satu unsur penting dalam membangun suasana dramatis sepanjang film.
Dalam catatan penghargaan yang dihimpun Detik dari data Film Indonesia, Embie C. Noer meraih Piala Citra untuk Tata Musik Terbaik dalam Festival Film Indonesia 1984.
Baca Juga: PKI dan Pemberontakan 1926, Dari Persoalan Internal hingga Tekanan Belanda
Bisa Menonton Filmnya
Bagi pembaca yang ingin melihat langsung film yang pernah menjadi bagian dari tradisi penayangan televisi setiap akhir September tersebut, tersedia tautan video berikut.
Versi YouTube:
Tonton Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI di YouTube
Versi Vidio:
Tonton Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI di Vidio
Baca Juga: Jejak Rencana Negara Komunis PKI, Dokumen 1957 Ungkap Tiga Tahap Pemberontakan
Film tersebut dapat dilihat sebagai karya dokudrama yang mempertemukan kisah sejarah, pemeranan aktor, penyutradaraan Arifin C. Noer, serta tata musik Embie C. Noer dalam satu produksi film yang hingga kini masih diperbincangkan setiap akhir September.
Editor : Silvina