Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengungkap Kekerasan PKI Madiun 1948 : Ulama Diburu, Santri Terancam, Pesantren Dibakar

S
Penulis: Silvina❯
Ilustrasi suasana pesantren pada masa pergolakan Madiun 1948, ketika ulama dan santri menghadapi ancaman kekerasan.
Ilustrasi suasana pesantren pada masa pergolakan Madiun 1948, ketika ulama dan santri menghadapi ancaman kekerasan.

Advertisement

 

PONTIANAK POST--Peristiwa Madiun 1948 tidak hanya berkaitan dengan perebutan kekuasaan politik, tetapi juga menyisakan catatan kekerasan terhadap ulama, santri, dan masyarakat muslim. Berbagai kesaksian yang dikutip literasiislam.com menggambarkan ancaman terhadap pesantren, madrasah, serta tokoh agama dalam pergolakan tersebut.

Kisah itu menjadi bagian dari pembahasan sejarah pemberontakan yang dipimpin kelompok komunis dan berlangsung di sejumlah wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Advertisement

Ulama dan Santri Menjadi Sasaran Kekerasan

Setelah Musso kembali dari Uni Soviet, kelompok-kelompok berhaluan Marxisme-Leninisme melakukan konsolidasi politik. Dalam informasi yang dikutip literasiislam.com, Partai Buruh Indonesia, Partai Sosialis Indonesia, dan PKI ilegal disebut disatukan dalam wadah Partai Komunis Indonesia.

Advertisement

Gerakan tersebut kemudian berkembang menjadi pemberontakan Madiun 1948. Sejumlah wilayah strategis di Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi sasaran penguasaan melalui agitasi, demonstrasi, perusakan, pelucutan senjata, hingga kekerasan.

Dampak pergolakan tidak hanya dirasakan pemerintah, tetapi juga masyarakat sipil dan kelompok keagamaan.

Antropolog Amerika Robert Jay, sebagaimana dikutip dalam artikel literasiislam.com, menggambarkan kekerasan terhadap pejabat pemerintah, penduduk biasa, ulama tradisionalis, dan santri.

Dalam uraian tersebut, disebutkan adanya pembunuhan, pembakaran, serta perusakan masjid, madrasah, dan rumah warga.

Ancaman Pembakaran Pesantren

Kekerasan juga dikisahkan terjadi melalui ancaman terhadap pesantren. Artikel tersebut menyebut Pesantren Takeran dan Pesantren Tremas sebagai lokasi yang berkaitan dengan penculikan dan ancaman terhadap ulama.

Sebagian ulama disebut menyerahkan diri untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak di kalangan pengikut mereka. Sementara itu, ulama lainnya berupaya menyamarkan identitas agar tidak dikenali.

Salah satu kesaksian yang dikutip Robert Jay menggambarkan kabar mengenai ulama dan santri yang dikunci di dalam madrasah sebelum bangunan tersebut dibakar.

Advertisement

Artikel Terkait

Sejarah PMI Bermula dari Pekope yang Membantu Korban Perang di Indonesia

Sejarah PMI Bermula dari Pekope yang Membantu Korban Perang di Indonesia

gagasan membentuk organisasi palang merah untuk masyarakat Indonesia mulai muncul pada 1938

PKI dan Pemberontakan 1926, Dari Persoalan Internal hingga Tekanan Belanda

PKI dan Pemberontakan 1926, Dari Persoalan Internal hingga Tekanan Belanda

Sebelum pemberontakan, menurut Aidit, kondisi politik semakin tegang. Pemerintah kolonial melakukan berbagai tindakan.

Calvin Verdonk Selangkah Lagi Cetak Sejarah Indonesia di Liga Champions

Calvin Verdonk Selangkah Lagi Cetak Sejarah Indonesia di Liga Champions

Calvin Verdonk berpeluang menjadi WNI pertama yang tampil di fase utama Liga Champions bersama Lille musim 2026/2027.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer