PONTIANAK POST - Media tanam dan teknik penanaman menjadi bagian penting dalam budidaya tomat di dalam pot.
Pemilihan media yang tepat diperlukan agar tanaman memiliki lingkungan tumbuh yang ringan dan memiliki drainase baik.
Menurut Balcony Garden Web, penggunaan potting mix berkualitas dibandingkan tanah kebun ketika menanam tomat dalam pot.
Baca Juga: Tips Menanam Tomat di Pot, Mulai dari Lokasi hingga Pilihan Varietas
Media tersebut memberikan lingkungan yang ringan, gembur, dan memiliki drainase baik bagi tanaman.
Tanah kebun tidak disarankan karena dapat memiliki tekstur berat dan berpotensi membawa hama serta patogen yang menyebabkan penyakit yang berasal dari tanah.
Selain media, teknik penanaman bibit juga perlu diperhatikan. Berbeda dari sejumlah tanaman lain, tomat disarankan ditanam lebih dalam.
Baca Juga: 5 Jenis Tomat yang Bisa Dipilih untuk Ditanam di Rumah
Teknik tersebut disebut dapat mendorong terbentuknya sistem perakaran yang sehat dan kuat.
Saat menanam, bagian bawah sekitar dua pertiga tanaman tomat muda dapat ditutup menggunakan media tanam.
Sebagai contoh, jika tanaman memiliki tinggi 10 inci, hanya sekitar 3-4 inci bagian atas tanaman yang dibiarkan berada di atas permukaan media.
Baca Juga: 3 Cara Mudah Mengetahui Tomat Sudah Matang, Lihat Warna hingga Tekstur Buah
Tanaman juga dapat diberi pupuk organik untuk menambah nutrisi. Pilihan yang disebutkan dalam antara lain tepung darah, tepung kedelai, dan tepung tulang.
Pupuk organik tersebut dapat membantu menyediakan keseimbangan nutrisi, termasuk fosfor, nitrogen, dan kalium.
Dengan media yang sesuai, teknik tanam yang tepat, serta tambahan nutrisi, tanaman tomat dalam pot memiliki kondisi awal yang lebih mendukung untuk tumbuh. (*)
Editor : Chairunnisya