PONTIANAK POST – Bagi sebagian orang, berbuka puasa dengan makanan manis menjadi hidangan favorit. Tak heran jika sebagian pengunjung Pasar Juadah Ramadan di Kota Mempawah berburu takjil manis. Jika Anda termasuk penggemar makanan manis, maka tak salah jika mencoba kue gandasturi.
Memang tak mudah menemukan lapak pedagang yang menjual kue gandasturi saat Ramadan ini. Namun, ada salah satu lapak di Pasar Juadah Mempawah yang menjualnya. Bahkan, menurut si pedagang, kue gandasturi cukup laris dan selalu ludes setiap harinya.
Mengutip dari berbagai sumber, gandasturi merupakan salah satu kue tradisional khas masyarakat Betawi. Kue ini terbuat dari bahan dasar kacang hijau yang ditumbuk halus. Kemudian, kacang hijau yang halus tersebut dipadatkan dan dibalut dengan adonan tepung beras dan tepung terigu agar menambah rasa renyah.
Yang paling menggoda dari gandasturi adalah rasa kacang hijau yang lembut dan manis serta dipadukan dengan renyahnya lapisan tepung beras yang membalut kacang hijau tersebut. Karena itu, makanan manis dan lembut ini sangat cocok menjadi hidangan berbuka puasa.
Namun, dibalik rasa lembut dan manisnya gandasturi belakangan ini sudah mulai terlupakan. Gandasturi cukup sulit ditemukan di lapak-lapak pedagang. Sehingga, sangat disayangkan jika gorengan yang enak ini semakin lama akan hilang dari hidangan favorit di masyarakat.
Bahkan, jika kita bertanya kepada sebagian besar kaum muda saat ini kemungkinan mereka tidak akan mengetahui apa itu gandasturi. Terlepas dari mana asal makanan ini, gandasturi layak untuk dilestarikan agar tidak semakin terlupakan. (wah)
Editor : A'an