Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Remaja, Media Sosial, dan Puasa Ramadan

A'an • Kamis, 13 Maret 2025 | 10:21 WIB
Dr. Hesty Nurrahmi, M. Pd
Dr. Hesty Nurrahmi, M. Pd

Oleh: Dr. Hesty Nurrahmi, M. Pd

(Dosen Prodi Bimbingan dan Konseling IAIN Pontianak)

 

MASA remaja dikenal masa transisi menuju kedewasaan, masa ini remaja mengalami kondisi labil tentang dirinya dan lingkungan. Ditemukan aktivitas negative yang ditimbulkan oleh remaja beberapa tahun terakhir, tercatat dalam sepanjang tahun 2024, beberapa kejadian yang diliput media sosial tentang anak remaja yang melakukan tawuran senjata tajam, perang sarung, yang akhirnya diamankan oleh pihak berwajib. Menjelang akhir Februari 2025, para guru dikejutkan oleh hinaan dan cacian dengan kata-kata tidak sopan mengatakan bahwa guru  tukang palak dan koruptor oleh remaja laki-laki Pontianak (RK) yang berpakaian putih abu-abu melalui video di akun media sosialnya. Dan masih banyak lagi, kasus-kasus siswa melawan guru dan orang tua yang penulis saksikan di media televisi.

Penulis memandang, masalah remaja saat ini disebabkan salah satunya adalah dampak penggunaan media sosial. Kepemilikan akun sosial dengan keinginan memiliki follower yang banyak, menjadikan mereka untuk membuat konten dengan berbagai cara, yang mungkin akan merugikan diri sendiri atau orang lain. Miris sekali jika tujuan penggunaan akun media sosial hanya untuk mencari pengasilan, namun harus melakukan hal-hal yang tidak terpuji dan jauh dari akhlak mulia. Walaupun penyebab lainnya antara lain adalah putus sekolah, kurang perhatian orangtua, keluarga, guru dan ingin membuktikan aktualisasi diri.

Ramadan tahun ini anak dan remaja belajar di sekolah kurang lebih 2 pekan, ini bermakna hari-hari lainnya mereka belajar di rumah. Penulis dan kita semua berharap anak remaja dapat mengisi bulan ramadan dengan hal-hal yang positive dan memberikan manfaat untuk diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar. Banyak hal yang dapat mereka lakukan untuk mengisi Ramadan, mulai dari aktivitas dirumah, di masjid, di sekolah dan Masyarakat. Aktivitas di rumah seperti membersihkan kamar pribadi dan rumah, taman, halaman, membantu pekerjaan orangtua, membaca buku, memperbanyak membaca Al-quran, melakukan sholat sunnah, ikutan pasar Ramadan dan lain sebagainya yang bermanfaat. Aktivitas di masjid, anak dan remaja dapat aktif dalam kegiatan buka Bersama, sholat teraweh, sahur Bersama, sholat subuh Bersama, dan terlibat jadwal piket masjid. Peran anak-dan remaja di sekolah, selain belajar dengan waktu lebih pendek, siswa yang beragama muslim juga diminta mengisi jurnal aktivitas selama Ramadan, mulai dari ceklis, puasa, sholat wajib dan sunnah, tilawah, sedekah dll. Biasa nya juga disekolah mengadakan pesantren kilat di awal Ramadhan dan acara buka puasa Bersama menjelang akhir sekolah sebelum libur syawal. Anak dan remaja memiliki peran di Masyarakat selama Ramadan, diantara selalu menjaga kestabilan hidup bermasyarakat, seperti menghargai dan menghormati orang-orang yang berpuasa, tidak membuat keributan/ tawuran baik di jalan maupun tempat umum.

Peran keluarga Islam, idealnya memberikan pendampingan maksimal pada anak-anaknya dalam pengasuhan, memberikan pendidikan agama seperti. Pada Surah Luqman: 17 “ Wahai anakku! Laksanakanlah sholat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari perbuatan munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting”. Pada ayat ini menyiratkan ajakan orangtua agar anaknya mau melaksanakan sholat dan berbuat baik, menjauhi perbuatan yang dilarang Allah SWT, bersikap sabar dalam kesulitan/tidak mudah menyerah. Moment Ramadhan kali ini, saatnya orangtua mengaktifkan kembali perannya dalam mendidik anak dan pengasuhan, mengakrabkan diri dalam keluarga, pada saat berbuka dan makan sahur dapat saling bercerita, diskusi dan berbagi cerita. Ayah dan ibu setidaknya memiliki waktu yang lebih banyak dibandingkan hari-hari lain di luar ramadan. Selama ramadan jam kerja di perpendak, ini berarti kesempatan bertemu, berinteraksi dan komunikasi lebih banyak dalam keluarga, sehingga ajakan negative di luar “sana” berkurang atau tidak terjadi lagi, anak remaja disibukkan dengan aktivitas ramadan yang dibimbing oleh orang tua mereka lansung dan inilah diantaranya hikmah ramadhan bagi keluarga islam.

Penggunaan media sosial oleh anak dan remaja saat ramadhan dapat diisi dengan hal-hal positive, jadikan media sosial sebagai pengingat diri, penyambung silaturahmi, media menambah amal, menyalurkan ide kreatif yang Islami, menyebar konten kebaikan dan sebagainya. Jadikan Ramadhan kali ini, lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya karena anak remaja, merupakan generasi emas tahun 2045 bagi bangsa Indonesia. Wallahu’alam bisawab. (*)

 

Editor : A'an
#medsos #Remaja #ramadan