Oleh: H. Nahruji, M.Si
Kepaĺa Bidang PAPKIS Kanwil Kemenag Kalbar
MALAM lailatul qadar adalah malam yang sangat istimewa dalam Islam. Malam ini disebutkan dalam Alquran sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Keutamaannya sangat besar karena merupakan malam diturunkannya Alquran dan menjadi malam penuh keberkahan serta ampunan bagi umat Islam yang menghidupkannya dengan ibadah. Namun, waktu pastinya tidak disebutkan secara eksplisit sehingga umat Islam dianjurkan untuk mencarinya di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Oleh karena itu, memahami keutamaan dan tanda-tanda malam lailatul qadar sangatlah penting bagi setiap muslim. Tentang lailatul qadar ini bisa kita lihat dalam Surah Al-Qadr. Para ulama memberikan beberapa penafsiran mengenai asbabun nuzul (sebab turunnya) surat ini.
Pertama Imam As-Suyuthi dalam Tafsir Ad-Durrul Mantsur bahwa surat ini turun sebagai penghibur bagi Rasulullah SAW dan umatnya. Sebab, orang-orang dahulu memiliki umur panjang dan banyak kesempatan untuk beribadah, sementara umat Nabi Muhammad umurnya lebih pendek. Maka Allah memberikan lailatul qadr sebagai hadiah, agar satu malam ibadah dapat bernilai lebih baik dari seribu bulan.
Sedangkan menurut Al-Wahidi dalam Asbabun Nuzul, surat ini turun terkait dengan pertanyaan para sahabat tentang malam yang penuh kemuliaan dan keutamaannya. Mereka bertanya apakah malam tersebut hanya untuk Rasulullah SAW atau juga untuk umatnya. Maka Allah menegaskan bahwa lailatul qadr adalah untuk seluruh umat Islam, dan setiap tahun malam itu hadir dengan keberkahannya.
Sementara menurut Prof. Quraish Shihab (Tafsir Al Misbah) menyebutkan bahwa lailatul qadar adalah malam yang penuh kemuliaan, penuh keberkahan, dan menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk mendapatkan pahala yang luar biasa serta mendekatkan diri kepada Allah.
Dari asbabun nuzul Surah Al-Qadr melalui berbagai pendapat ulama ini, bisa kita simpulkan malam lailatul qadar meliputi lima kemuliaan di antaranya lebih baik dari seribu bulan. Malam turunnya Alquran, malam penuh keselamatan, diampuni dosa-dosa yang telah lalu, dan malaikat turun membawa keberkahan.
Adapun tanda-tanda turunya lailatul qadar yang harus kita ketahui adalah udara yang sejuk dan tidak panas maupun dingin berlebihan. Kemudian cahaya bulan tampak lebih lembut. Matahari terbit tanpa sinar yang menyilaukan, tidak ada bintang jatuh atau hujan deras serta ketenangan hati dan perasaan nyaman bagi orang yang beribadah.
Dengan demikian lailatul qadar adalah malam yang sangat mulia dan lebih baik dari seribu bulan. Pada malam ini, Allah SWT menurunkan keberkahan, ampunan, dan pahala yang luar biasa bagi orang-orang yang menghidupkannya dengan ibadah. Keutamaannya meliputi turunnya malaikat, keberkahan sepanjang malam, dan penghapusan dosa bagi yang beribadah dengan penuh keimanan. Tanda-tanda malam lailatul qadar meliputi suasana malam yang tenang, matahari terbit tanpa sinar menyilaukan, serta ketenangan hati bagi orang yang beribadah.
Mari kita berusaha semaksimal mungkin untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan dengan ibadah. Terutama pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir, agar tidak melewatkan keutamaan lailatul qadar.*
Editor : A'an