"Sangat jelas, dalam Inpres 1/2021, Presiden menginstruksikan 10 Kementerian melaksanakan 21 program kegiatan di Aruk. Program Kegiatan tersebut harus diselesaikan dalam kurun waktu dua tahun," katanya.
Robert Simbolon juga memaparkan rincian kegiatan yang akan dilaksanakan. Yakni oleh Kementerian Pertanian yaitu pembangunan pusat pembenihan dan pengembangan kawasan sentra produksi tanaman lada, pengembangan kawasan sentra produksi tanaman jeruk yang menerapkan teknologi buah berjenjang sepanjang tahun (Bujangseta), pengembangan budidaya padi rawa dan padi inbrida, pengembangan kawasan sentra produksi tanaman padi untuk menghasilkan beras premium dan pengembangan kawasan sentra produksi kelapa.
Kementerian Perindustrian akan melaksanakan program pengembangan area sentra industri lada, pembangunan industri kemasan lada kualitas ekspor, pengembangan industri pengolahan dan kemasan komoditas jeruk, Pengembangan industri pengolahan dan packaging/kemasan komoditas beras sera pengembangan industri pengolahan kelapa di Kawasan Industri Semparuk (KIS).
Dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yaitu, pembangunan jalan sejajar perbatasan di Kalimantan Barat, yaitu Temajuk – Aruk – Nanga Badau dan Nanga Era – Batas Kalimantan Timur, Pembangunan Jalan Nasional di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), dan Peningkatan jalan Teluk Atong, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh.
Program Kementerian Perdagangan yaitu Pembangunan/revitalisasi pasar rakyat dan Pembangunan Gudang/Depo non-SRG. Di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan melaksanakan kegiatan pengembangan jaringan distribusi listrik di kawasan perbatasan Aruk dan Pembangunan SPBU di Aruk.
Kemudian program yang dilaksanakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, yaitu Peningkatan jalan perbatasan Desa Temajuk, Kecamatan Paloh. Kementerian Komunikasi dan Informatika, yaitu Peningkatan kapasitas jaringan telekomunikasi (seluler dan internet) serta yaitu Pengembangan terminal barang dan penumpang Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk yang dilaksanakan Kementerian Perhubungan.
Disampaikan Robert, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) akan sosialisasikan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan Negara di Aruk, Motaain, dan Skouw kepada Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sambas dan Provinsi Kalimantan Barat, yang rencananya dikemas dalam Rapat Koordinasi dan Konfirmasi Rencana Aksi Pelaksanaan Inpres 1/2021.
"Acara rencananya dilaksanakan di PLBN Aruk, BNPP tidak hanya akan mengoordinasikan serta mengonfirmasi Renaksi pelaksanaan Inpres 1/2021 di Aruk tapi juga kami mengajak OPD Kabupaten Sambas dan Provinsi Kalbar mengunjungi lapangan untuk mengetahui lokasi pelaksanaan program/kegiatan di Aruk," kata Robert.
Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menyampaikan kebanggaannya atas perhatian Pemerintah Pusat, dalam hal ini Presiden RI secara langsung. Di mana pembangunan secara besar-besaran, menurut dia, dilakukan untuk percepat perekonomian tapal batas negara.
"Kami bangga karena negara, Pemerintah Pusat, akan membangun secara besar-besaran dalam waktu 2 tahun untuk Kabupaten Sambas. Kami optimis, jika direalisasikan Kabupaten Sambas sebagai wilayah perbatasan ini akan semakin maju ke depan. Tentunya berefek kepada peningkatan ekonomi masyarakat Kabupaten Sambas," kata Bupati.
Sebagai pemerintah tingkat kabupaten, pihaknya akan selalu siap mendukung kesuksesan program dan kegiatan dari 10 Kementerian di Kabupaten Sambas. "Bagaimanapun ini adalah kesempatan yang terbaik untuk merespons segala sesuatu yang terkait dengan kepedulian serta Pemerintah Pusat terhadap kabupaten Sambas, jadi kami akan siap, kami akan segera melakukan koordinasi dilapangan sehingga segala persiapan matang," katanya.
Pemkab juga sudah menyampaikan ke masyarakat terkait perhatian Presiden RI kepada Kabupaten Sambas. "Sesungguhnya ini adalah cita-cita masyarakat perbatasan puluhan tahun yang lalu. Seharusnya puluhan tahun yang telah dilakukan hal semacam ini. Tapi Alhamdulillah pada era Bapak Presiden Jokowi ini terlaksana. Insyaallah kami sangat bangga dan bahagia," katanya. (fah) Editor : Administrator