Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kemenag Kirim 8 Dai Ke Perbatasan, Sambas jadi Percontohan

Syahriani Siregar • Jumat, 1 April 2022 | 16:25 WIB
BERTUGAS: Sebanyak delapan Dai siap dikirim ke perbatasan Sambas untuk mengemban misi dakwah. (IST)
BERTUGAS: Sebanyak delapan Dai siap dikirim ke perbatasan Sambas untuk mengemban misi dakwah. (IST)
SAMBAS – Kementerian Agama RI menjadikan pengiriman Dai ke perbatasan yang ada di Kabupaten Sambas, sebagai percontohan program serupa untuk di daerah perbatasan lainnya di Indonesia. Program ini dalam rangka penguatan moderasi beragama.

Koordinator Fungsi Dakwah dan Hari Besar Islam Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Hj Lubenah menyebutkan dari 8 Dai ini berasal dari berbagai wilayah di tanah aiar.

Photo
Photo


Mereka akan ditugaskan di Kecamatan Sajingan Besar yakni Saiful Amar (Koordinator), Syarif Habibie Al Qadrie, Maptuh Supriyadi dan Kamaludin Umar. Sedangkan yang di Kecamatan Paloh yakni Rendi Tanjung (Koordinator), Trisno, Adheya Nur, Ihya Umuludin.

“Delapan Dai yang akan dikirim ini, berasal dari sejumlah daerah di Indonesia termasuk dari Kalimantan Barat,” kata Lubenah, Kamis (31/3), saat turut hadir di Kabupaten Sambas.

Sebelumnya, Kementerian Agama RI melakukan tahapan seleksi, dimana ada sekitar 189 Dai yang disiapkan. Namun yang terpilih sebanyak delapan, yang sekarang ini dikirim ke Kabupaten Sambas.

“Dai yang dikirimkan, sudah melalui tahapan panjang, termasuk seleksi sebelum dikirim ke Kecamatan Sajingan Besar dan Paloh di Kabupaten Sambas,” katanya.

Photo
Photo


Pengiriman Dai, sebut Lubenah, menjadi program Kemenag RI untuk penguatan moderasi beragama di Indonesia. Dimana Negara ini tingkat keberagaman luar biasa, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi para dai yang dikirim untuk berdakwah.

Lubenah juga berharap, kedatangan para Dai bisa mendapatkan sambutan baik dari masyarakat Kabupaten Sambas, khususnya di Kecamatan Sajingan dan Paloh.

“Dakwah yang menjadi program Kemenag, tak hanya menyasar perkotaan. Tapi bagaimana juga memprioritaskan wilayah terpencil, pedalaman dan perbatasan. Terlebih daerah perbatasan, adalah benteng pertama Negara termasuk dalam berkehidupan beragama,” katanya.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalbar, H Syahrul Yadi mengapresiasi Kemenag RI melalui pejabat yang hadir langsung menghantarkan rombongan Dai ke Kabupaten Sambas. Dirinya pun berpesan kepada seluruh Dai, untuk secepatnya beradaptasi kepada umat yang akan menjadi objek dakwah.

“Setelah satu bulan ditugaskan nanti, harus ada hal baik dimasyarakat. Jangan sampai saat selesai, menimbulkan gesekan dimasyarakat,” kata Syahrul Yadi yang meresmikan pengiriman Dai ke Kecamatan Sajingan Besar dan Paloh. Kemudian, bagaimana para Dai, sesuai dengan tujuan Kemenag, yakni peningkatan moderasi beragama. Hal tersebut harus menjadi titik berat untuk disampaikan ke masyarakat.

Kepala Kemenag Kabupaten Sambas, H Sipni menyatakan terimakasih, adanya program Dai perbatasan di Kabupaten Sambas. Pihaknya akan menerima dengan lapang dada.

“Program Dai perbatasan memang sangat kami tunggu, dan Alhamdulillah sekarang terealisasi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kemenag juga menyerahkan Alquran sebanyak 8 Kardus untuk dibawa ke dua kecamatan. Kegiatan yang juga dihadiri para penyuluh, KUA se Kabupaten Sambas tersebut juga dirangkai dengan seminar Moderasi beragama, serta peresmian Kantor Urusan Agama di Kecamatan Galing dan Sajad. (fah) Editor : Syahriani Siregar
#kemenag #perbatasan #Dai #kementerian agama #sambas