“Bantuan yang dibagikan untuk masyarakat yang kurang mampu. Guna mencegah terjadinya inflasi dan meringankan beban masyarakat. Alhamdulillah, masyarakat Kabupaten Sambas patut bersyukur, karena Pak Gubernur sudah ke sekian kalinya datang ke daerah ini, membawa, dan memberikan bantuan sembako," kata Bupati Sambas.
Satono juga menyerukan kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidur dan pekarangan rumah, untuk bercocok tanam seperti menanam sayur-sayuran, cabai, dan lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. “Ayo tanam dan tanam di lahan kosong termasuk dipekarangan rumah. Tanami cabai, tomat, sayur-sayuran, ini untuk ketahanan pangan serta menekan terjadinya inflasi di Kabupaten Sambas,” sebutnya.
Bahkan, dirinya meminta kepada seluruh camat dan kepala desa se Kabupaten Sambas, untuk mensosialisasikan hal tersebut di wilayahnya masing-masing. “Kepala desa dan camat, biasa kan diundang di kegiatan warganya, seperti pernikahan atau acara lain. Saat itu diberikan kesempatan memberikan sambutan, manfaatkan ajang ini untuk mensosialisasikan atau mengajak warga masyarakatnya menanami lahan kebun, pekarangan rumah dengan sayur-sayuran, cabai dan lainnya. Paling tidak untuk dikonsumsi keluarga,” katanya.
Hal itu menjadi penting disaat dunia saat ini banyak yang terancam krisis pangan. “Alhamdulillah, Indonesia masih aman, Kalbar masih aman, Kabupaten Sambas insya Allah aman. Jadi untuk menjaga agar tak terjadi inflasi dan upaya ketahanan pangan, manfaatkan lahan kebun yang masih kosong, lahan pekarangan rumah,” katanya.
Gerakan tanam dan tanam ini, harus menjadi aksi nyata agar daerah ini tak dilanda inflasi dan kekurangan pangan. “Kalau ini (tanam dan tanam) benar-benar dilaksanakan oleh masyarakat, misalnya cabai per kilogramnya Rp100 ribu, masyarakat Kabupaten Sambas tak akan berdampak, karena mereka sudah menanam sendiri di pekarangan rumah, begitu juga sayur-sayuran dan lainnya,” katanya. (fah) Editor : Misbahul Munir S