Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Hendy Wijaya SKM MPH mengatakan gerakan makan telur di Posyandu (Materindu) adalah salah satu aksi nyata upaya penurunan angka stunting. "Telur ayam dengan berbagai kandungan gizinya mampu berkontribusi menunjang tumbuh kembang anak dan menjaga kesehatan anak," kata Hendy. Namun demikian, jika ada yang alergi telur ayam, bisa diganti dengan makanan lain yang memiliki kandungan gizi yang diperlukan. “Kemungkinan adanya anak yang alergi terhadap telur, disarankan mengganti dengan asupan dari sumber gizi yang lain,” katanya.
Hendy berharap, kedepannya peran Puskesmas untuk berperan aktif dalam melakukan pengawasan diwilayahnya masing-masing, sebagai upaya penanggulangan stunting pada anak. "Jadikan program mengkonsumsi telur atau lain jika alergi, sebagai kebiasaan hari-hari masyarakat hingga ke pedesaan, ini menjadi upaya menekan angka stunting, dan harus menjadi tugas bersama termasuk Puskesmas,” katanya.
Sementara itu, Satono menyampaikan harapannya aksi nyata yang digagas Dinas terkait ini diharapkan mampu menurunkan angka stunting pada anak. "Kegiatan ini (Materindu) merupakan aksi nyata yang dilakukan dan saya berharap mudah-mudahan untuk seterusnya kegiatan yang melibatkan Dinas Kesehatan, TP PKK, pihak Kecamatan hingga Desa ini bisa berlanjut untuk berkolaborasi bersama menurunkan angka stunting," kata Bupati
Terlebih, saat ini, sesuai data angka stunting di Kalbar ini cukup tinggi yakni 32,6 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional. "Upaya penurunan angka stunting dimulai dari adanya janin, untuk itu upaya edukasi pada pasangan pranikah terkait masalah gizi dan perawatan kesehatan sejak ibu hamil, menyusui hingga anak-anak terus bertumbuh kembang, perlu terus dilaksanakan. Karena itu merupakan fase penting dalam pertumbuhan anak," kata Satono.
Ia juga menyerukan kepada semua elemen masyarakat termasuk media untuk mensosialisasikan program-program penekanan angka stunting seperti makan telur ini. "Saya rasa kegiatan sosialisasi dan aksi nyata seperti ini sangat bagus, dan berharap kolaborasi Dinas Kesehatan, TP PKK, pihak Kecamatan hingga Desa bisa terus berlanjut melalui berbagai programnya dengan mengajak peran media, tokoh masyarakat, pemuka agama, dan adat untuk memberikan pembinaan pada masyarakat di daerahnya masing-masing," katanya.
Ketua TP PKK Kabupaten Sambas Yunisa yang juga merupakan bunda PAUD Kabupaten Sambas menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Dinas Kesehatan dan jajaran Pemkab Sambas yang terlibat dalam program Materindu. Lanjut dia, sinergitas TP PKK dan Dinas Kesehatan dalam upaya perbaikan gizi utamanya pada anak-anak dirasa sangat efektif dan tepat. “Saya berharap agar TP PKK di Kecamatannya masing-masing yang telah mengikuti launching tadi bisa dan komitmen meneruskan program ini di wilayah binaan masing-masing," kata Yunisa. (fah/ser) Editor : Misbahul Munir S