Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tangan Dingin Gubernur Wujudkan Rumah Melayu Sambas

Syahriani Siregar • Jumat, 19 Mei 2023 | 18:39 WIB
BERSAMA: Gubernur Sutarmidji bersama para pejabat, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang hadir saat peresmian Rumah Melayu Sambas Berkemajuan, Kamis (18/5). (IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST)
BERSAMA: Gubernur Sutarmidji bersama para pejabat, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang hadir saat peresmian Rumah Melayu Sambas Berkemajuan, Kamis (18/5). (IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST)
SAMBAS - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meresmikan Rumah Melayu Sambas yang telah selesai dibangun, Kamis (18/5). Kehadiran rumah adat yang terletak di Desa Sungai Rambah, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas itu merupakan penantian panjang masyarakat di sana.

Karena memang sejak pemekaran wilayah Kabupaten Sambas pada tahun 2000, daerah berjuluk Serambi Mekkah itu belum memiliki rumah adat Melayu. Akhirnya, dengan komitmen yang tinggi dari berbagai pihak, termasuk Gubernur Kalbar, hal itu bisa terwujud.

Bahkan Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sambas mengakui berkat tangan dingin Gubernur Sutarmidji, Rumah Melayu Sambas bisa berdiri. Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) MABM Kabupaten Sambas Misni Safari mengungkapkan, dalam pembangunan Rumah Melayu Sambas, gubernur melalui pemerintah provinsi (pemprov) telah menghibahkan anggaran sebesar Rp6,6 miliar.

“Berkat tangan dingin Gubernur Sutarmidji yang telah mengalokasikan total hibah Rp6,6 miliar, Rumah Melayu Sambas akhirnya terwujud,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) MABM Chairil Effendy. Chairil mengakui, dengan tangan dingin gubernur, rumah Melayu di wilayah Kalbar, khususnya Kabupaten Sambas mampu diwujudkan. Menurutnya, sejak peresmian rumah adat Melayu pertama pada 18 tahun silam, saat ini Kalbar telah memiliki total tujuh rumah adat Melayu yang tersebar di sejumlah daerah.

“Terima kasih Bapak Gubernur telah membantu pembangunan rumah adat Melayu ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sutarmidji menyampaikan bahwa di momen peresmian Rumah Melayu Sambas, semua pihak harus sama-sama bersatu untuk membangun daerah. Mengingat masyarakat di provinsi ini yang begitu heterogen, Midji-sapaan karibnya mengatakan, bersatu merupakan kunci untuk kemajuan. Salah upaya untuk menyatukan masyarakat bisa melalui budaya-budaya yang ada.

“Rumah Melayu untuk mengembangkan budaya Melayu, rumah radakng untuk mengembangkan budaya Dayak, rumah adat Tionghoa, rumah adat Bugis dan lainnya. Semuanya bersinergi bukan untuk saling menang tapi kita harus bisa menjual budaya kita untuk mendatangkan wisatawan dari luar,” ujarnya.

Misalnya keberadaan Rumah Melayu Sambas yang baru diresmikan tersebut. Menurutnya, bangunan ini bisa menjadi potensi objek wisata di Kabupaten Sambas, yang mana para pengunjung yang datang tidak hanya wisatawan lokal, tetapi juga mancanegara terutama dari negara tetangga Malaysia.

Oleh karena itu, ia meminta agar ke depan kompleks Rumah Melayu Sambas tersebut ditambah atau dilengkapi dengan berbagai objek penunjang. Misalnya penampilan seni dan budaya pada momen  tertentu. “Semoga kelengkapan rumah Melayu ini bisa (cepat) selesai. Kalau perlu, rumah adat Melayu ini juga dilengkapi dengan perpustakaan atau rumah baca,” pungkasnya.

Acara peresmian Rumah Melayu Sambas berlangsung semarak dengan turut dihadiri Bupati Sambas Satono, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sambas, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta ribuan masyarakat Sambas. Kedatangan Gubernur Sutarmidji dan rombongan disambut dengan atraksi pencak silat melayu. Acara kemudian ditutup dengan makan saprahan yang merupakan adat istiadat budaya Melayu.

Seperti diketahui, sebelum meresmikan Rumah Melayu Sambas, Gubernur Sutarmidji sempat berkunjung ke Desa Jawai Laut, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas. Di sana gubernur meresmikan pembangunan rumah khusus beserta Prasarana Sarana dan Utilitas Umum (PSU) relokasi bagi korban bencana. Dalam kesempatan itu sekaligus dilakukan penyerahan secara simbolis kepada 20 keluarga penerima rumah bantuan tersebut.

Bantuan itu merupakan program pemerintah provinsi (pemprov) lewat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim). Pembangunan rumah relokasi itu dilaksanakan pada tahun anggaran 2022, atas bencana yang terjadi pada tahun 2021 pada permukiman warga di kawasan Wisata Batu Lapak, Jawai Selatan. "Jadi ini dibangun murni dari dana APBD provinsi, bukan (dana) pusat, bukan kabupaten. Ini murni APBD, karena (terdampak) bencana, ya kami bantu," ungkapnya. (bar) Editor : Syahriani Siregar
#rumah melayu sambas #tangan dingin #gubernur