Seperti yang terpantau di SMP Negeri 7 Tebas, di hari pertama pelaksanaan PPDB, sudah ada sejumlah calon peserta didik yang mendaftar, yang diantaranya didampingi para orang tua calon siswa.
“Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 7 Tebas, dimulai Senin (3/7). Alhamdulillah, dihari pertama orangtua/wali dan calon peserta didik baru sudah ada yang datang,” kata Mustari, Ketua PPDB SMP Negeri 7 Tebas, Senin (3/7).
Di sekolahnya, sebut Mustari, di tahun ini menerima peserta didik dari lulusan SD/MI dengan target empat rombongan belajar atau Rombel. “Pada tahun lalu peserta didik kelas IX yang lulus jumlahnya ada 4 Rombel, dan tahun ini mudah-mudahan terpenuhi target 4 Rombel,” katanya.
Target tersebut diharapkan bisa terpenuhi meski keberadaan sekolah berada di lingkungan sejumlah desa.
“Meskipun lokasi sekolah masuk dalam kategori wilayah pedesaan, tapi kami optimis target kuota 4 Rombel terpenuhi dengan melihat potensi dari lulusan SD/MI pendukung yang berada di sekitar SMP Negeri 7 Tebas,” katanya.
Hal itu terlihat, di hari pertama pembukaan musim penerimaan siswa baru. Sudah ada puluhan calon siswa mendatangi SMP NEgeri 7 Tebas.
“Alhamdulillah, di hari pertama sudah ada 90 calon peserta didik yang mendaftar. Itu artinya sudah terisi 3 Rombel. Semoga dihari kedua target 4 Rombel sudah bisa terpenuhi,” kata Mustari.
Kepala SMP Negeri 7 Tebas, Asnidar mengapresiasi kerja keras panitia PPDB tahun ini, yang tak hanya menunggu di sekolah tapi sudah menyebarkan brosur kepada sekolah-sekolah terdekat.
“Saya salut dan sangat mengapresiasi kerja keras panitia PPDB yang bergerilya membagikan brosur ke sekolah-sekolah SD terdekat yang masuk wilayah zonasi," katanya.
Panitia juga memasang pengumuman dan baliho di sejumlah titik serta mendatangi tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk ikut melakukan sosialisasi PPDB pada acara-acara pernikahan dan kemasyarakatan lainnya, termasuk perangkat desa di Desa Makrampai Kecamatan Tebas. Sejumlah harapan disampaikan komite sekolah di tahun ajaran baru. Dimana jangan sampai ada anak usia sekolah tak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
“Kami berharap tidak ada anak tamatan SD/MI yang tidak melanjutkan sekolah jenjang SMP/sederajat,” kata Ketua Komite Sekolah, Halidi. (fah) Editor : Misbahul Munir S