Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Sejumlah Rumah di Desa Sepantai Sejangkung Sambas Terendam Banjir

A'an • Selasa, 16 Januari 2024 | 11:13 WIB
BANJIR : Rumah warga di Desa Sepantai diantaranya terendam banjir. Kondisi ini bahkan sudah terjadi sejak Senin lalu.
BANJIR : Rumah warga di Desa Sepantai diantaranya terendam banjir. Kondisi ini bahkan sudah terjadi sejak Senin lalu.

SAMBAS – Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sejangkung secara bersama-sama terus lakukan pemantauan kondisi debit air banjir yang saat ini melanda sejumlah desa di Kecamatan Sejangkung, diantaranya dialami warga Desa Sepantai.

Seperti yang dilaksanakan pada Sabtu (13/1) lalu, Kapolsek, pihak kecamatan yang merupakan perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Sambas, Danramil, serta sejumlah pihak di Kecamatan Sejangkung bersama pihak desa, turun ke Dusun Sepandak dan Satai di Desa Sepantai. Dimana ada puluhan rumah warga yang terendam air banjir.

“Kami, terus melakukan pengecekan mengenai kondisi air di sejumlah wilayah yang terkena banjir. Salah satunya di Desa Sepantai, kami Forkopimcam lihat secara langsung Dusun Sepandak dan Satai yang rumah warganya ada puluhan terendam air banjir,” kata Kapolsek Sejangkung, IPTU Acep.

Ketika di lokasi saat itu, ketinggian air dari jalan dusun, sekitar satu meter. Kondisi yang ada juga diakui warga mengganggu aktivitas, terlebih mayoritas masyarakat yang ada bertani atau bercocok tanam.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya mendengarkan apa yang menjadi keluhan masyarakat terhadap banjir yang ada, kemudian ada sedikit bantuan disampaikan kepada masyarakat yang rumahnya terdampak air banjir.

Kondisi air banjir, sebutnya, untuk di Desa Sepantai sudah terjadi sejak Senin (8/1) atau sudah lima hari lebih. Bahkan ketinggian sejak hari pertama, terus naik hingga saat ini.

“Sepantai ini adalah desa di Kabupaten Sambas yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bengkayang, sehingga ketinggian air yang ada sangat tergantung dari kondisi air di aliran sungai yang ada di Kabupaten Sambas, jadi kalau di Sepantai tak hujan tapi di wilayah hulu (Sungai di Bengkayang) hujan maka air bisa saja naik, belum lagi ditambah dengan kondisi air sungai yang sedang pasang,” katanya.

Berdasarkan informasi, warga belum ada yang mengungsi dan masih memilih berada di rumahnya masing-masing dengan membuat tempat yang tinggi untuk mengamankan barang-barang serta anggota keluarga.

“Meskipun air mulai tinggi warga setempat masih belum mengungsi dan memilih bertahan di rumahnya dengan membuat tempat yang aman dari air,” katanya.

Anggota DPRD Kabupaten Sambas, H Eko Suprihatino mengharapkan kepada masyarakat yang saat ini terkena air banjir, diharapkan untuk selalu menjaga kesehatan, dan selalu mengawasi anak-anaknya.

“Jika memang sudah dalam kondisi membahayakan, lebih baik warga mengungsi, karena pemerintah tentunya sudah menyiapkan hal tersebut terkait dengan antisipasi jika bencana yang terjadi,” katanya.(fah)

Editor : A'an
#Desa Sepantai #debit air #banjir #Sejangkung