SAMBAS – Sejumlah mahasiswi yang tergabung dalam Korps Himpunan Mahasiswa Islam Wati (Kohati) Cabang Sambas menunjukkan kepedulian mereka terhadap upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sambas. Masyarakat didorong untuk tidak ragu melaporkan kejadian ke pihak terkait, termasuk lembaga pemerintah yang sudah ada.
Ketua Kohati Cabang Sambas, Pertiwi Astuti, menyatakan bahwa upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan telah menjadi bagian dari program kerja Kohati Cabang Sambas. Mereka terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait dalam hal ini.
Baru-baru ini, Kohati Cabang Sambas melakukan pertemuan dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sambas. Pertemuan tersebut bukan hanya untuk menjalin silaturahmi, tetapi juga sebagai langkah sinergis dalam memerangi kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Dalam pertemuan pada hari Selasa (2/7), kami disambut baik oleh Kabid Perlindungan Anak (PA) Ainie dan Kabid Pemberdayaan Perempuan (PP) Ardiansyah. Ini juga merupakan bagian dari program kerja Kohati, dengan tujuan memperkuat sinergi dalam menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sambas,” ujar Pertiwi.
Salah satu fokus utama dalam kegiatan tersebut adalah progres dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang telah dibentuk untuk mempermudah warga atau siapa pun yang ingin melaporkan atau mengetahui adanya kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Kohati Sambas duduk bersama dengan Kabid Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan Ardiansyah untuk membahas progres UPTD. Dalam diskusi kami dengan Kabid PA dan PP DP3AP2KB, kami mendapat informasi bahwa UPTD telah berjalan dengan baik dan lancar. Oleh karena itu, Kohati Cabang Sambas akan mendukung peran UPTD dalam mencegah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di masa mendatang,” tambahnya.
Dalam waktu dekat, Kohati Cabang Sambas juga akan melaksanakan kegiatan sosialisasi bersama dengan Dinas P3AP2KB dan stakeholder lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk aktif melaporkan jika menemui atau menyaksikan tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Kami akan mengadakan agenda bersama dengan Dinas P3AP2KB dalam waktu dekat, dengan harapan dapat mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kejadian kekerasan terhadap perempuan dan anak kepada instansi terkait,” kata Pertiwi.
Kepala Bidang Perlindungan Anak (PA) DP3AP2KB Kabupaten Sambas, Ainie, menyambut baik kerjasama tersebut dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Kerjasama dengan semua pihak, termasuk Kohati Cabang Sambas, adalah bagian dari upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak di Kabupaten Sambas,” katanya.
Ainie juga mengapresiasi peran Kohati Cabang Sambas yang peduli terhadap situasi di Kabupaten Sambas, khususnya terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak. "Kami sangat menghargai upaya yang dilakukan oleh mahasiswa HMI Cabang Sambas. Mereka menunjukkan kepedulian dalam pencegahan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih terjadi di Kabupaten Sambas,” ungkapnya. (fah)
Editor : A'an