SAMBAS - Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sambas, Misni Safari, mengapresiasi jajaran TNI khususnya Anggota Satgas Pamtas Yonkav 12/BC Pos Gabma Temajuk yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 35,9 kilogram dan 35 ribu pil ekstasi di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Temajuk, Kecamatan Paloh.
Misni Safari menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh TNI, terutama Anggota Satgas Pamtas Yonkav 12/BC Pos Gabma Temajuk, adalah salah satu langkah untuk melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman bahaya narkotika.
“Barang haram ini merupakan ancaman serius bagi masa depan daerah dan bangsa. Kita harus bersatu untuk mencegah masuknya narkotika ke dalam masyarakat,” ujarnya, Kamis (18/7) di Sambas.
Dia mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi peredaran narkotika yang sudah merambah hingga ke wilayah pedesaan dan lingkungan masyarakat.
Misni Safari mengajak seluruh pihak, terutama masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan guna melindungi lingkungan dari bahaya narkotika.
“Meskipun sulit untuk mengendalikan peredaran narkotika, namun dengan solidaritas dan kerjasama semua elemen masyarakat, lingkungan kita bisa aman dari bahaya tersebut,” katanya.
Sebelumnya, Satgas Pamtas Yonkav 12/BC Pos Gabma Temajuk berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu seberat 35,9 kilogram yang terbungkus dalam 34 paket, serta 35 ribu butir pil ekstasi yang terbungkus dalam 7 paket.
Penyelundupan ini digagalkan pada Sabtu (13/7) sekitar pukul 03.10 WIB saat mereka berpatroli di jalur tikus. (fah)
Editor : A'an