Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dosen dan Mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis Pariwisata Poltesa Mengikuti PKM Kolaborasi Internasinal Indonesia-Malaysia

A'an • Selasa, 27 Agustus 2024 | 12:54 WIB
Dosen dan mahasiswa saat ikuti PKM Kolaborasi Internasional yang pelaksanaannya dipusatkan di Desa Temajuk
Dosen dan mahasiswa saat ikuti PKM Kolaborasi Internasional yang pelaksanaannya dipusatkan di Desa Temajuk

SAMBAS - Dosen dan mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata Politeknik Negeri Sambas berpartisipasi dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kolaborasi internasional (Indonesia dan Malaysia) yang dibuka pada selasa (13/8) dan dilanjutkan kegiatan lapangan yang difokuskan di Desa Wisata Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas

Kegiatan PKM pada 13-20 Agustus tahun 2024, dibuka di i-CATS University College Kuching – Sarawak Malaysia yang dihadiri Direktur Poltesa, Yuliansyah, S.E., M.E, merupakan kolaborasi oleh tiga perguruan tinggi dari Indonesia yaitu Politeknik Negeri Sambas, Telkom University Bandung, Universitas Panca Bhakti Pontianak, dan Perguruan Tinggi Malaysia yaitu i-CATS University College Kuching-Sarawak.

PKM yang diselenggarakan dosen dan mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata Poltesa Berjudul “Pendampingan Penyediaan Konten Informasi Dual Bahasa tentang Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas, dan Informasi Wisata Lainnya pada Website Desa Wisata Temajuk” dengan susunan tim pelaksana PKM Sabahan, S.P., M.Si sebagai ketua dan Janiarto Paradise Pawa, S.Si., M.Si sebagai anggota serta didukung lima mahasiswa yaitu Anjas Gustian Syahri, Monalisa, Sherin Dania, Heni Sasmita, dan Septyani Lestari. Selain itu, PKM ini terselenggara berkat kerjasama dengan perguruan tinggi Telkom University Bandung dengan jumlah 3 dosen pembimbing dan 5 Mahasiswa, Universitas Panca Bhakti Pontianak dengan jumlah 2 dosen pembimbing dan 5 mahasiswa dan juga dari i-CATS University College Kuching-Sarawak dengan jumlah 2 dosen pembimbing dan 6 mahasiswa. Sedangkan peserta yang terlibat dalam kegiatan pendampingan ini berasal dari unsur Kelompok Sadar Wisata, pelajar, karang taruna, dan perwakilan Pemerintah Desa Temajuk. “Alasan dipilihnya Desa Temajuk sebagai fokus lokasi PKM kolaborasi internasional atas pertimbangan dua hal. Pertama, bahwa Temajuk adalah desa wisata pertama di Kabupaten Sambas. Kedua, karena keberadaan nya berbatasan langsung (laut dan darat) dengan negara Malaysia sehingga desa ini dianggap sebagai daerah strategis bagi kedua negara (Indonesia dan Malaysia),” kata Ketua PKM kolaborasi internasional Poltesa, Sabahan, S.P., M.Si.

Saat ini, sebutnya, akses dari pusat pemerintahan Sarawak Malaysia ke Teluk Melano sudah didukung akses jalan darat, sejak diresmikannya jalan negara pada 2019. Sehingga menjadikan Teluk Melano sebagai destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan dari luar. Hal ini membuka peluang besar bagi pengembangan desa wisata Temajuk karena desa ini berbatasan langsung dengan kampong Teluk Melano Malaysia.

Dalam melakukan promosi suatu destinasi pariwisata di era sekarang, penggunaan teknologi informasi dipandang sangat penting guna memperluas akses informasi. Selain itu, sistem informasi digital juga dirancang untuk mendukung keberlanjutan dan daya saing industri pariwisata di daerah.

“Penggunaan teknologi informasi dan internet telah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Promosi berbasis website merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi kendala tersebut. Dengan adanya website, informasi mengenai daya tarik wisata yang di dalamnya terdapat atraksi wisata, aksesibilitas, dan amenitas dapat disampaikan secara efektif dan efisien,” katanya.

Keberadaan website dual Bahasa (Indonesia dan Inggris) dapat dimanfaatkan yang nantinya jangkauan dan kemudahan akses informasi wisata desa wisata Temajuk bisa sampai kepada wisatawan di luar provinsi Kalimantan Barat dan bahkan wisatawan mancanegara.

“Besar harapan kami sebagai pelaksana PKM agar pengelola desa wisata Temajuk dapat memanfaatkan media informasi website secara optimal, adanya Website dua bahasa dapat memuat berbagai konten seperti deskripsi tempat wisata, galeri foto, video, informasi akses, fasilitas pendukung, serta agenda kegiatan yang dapat menarik minat wisatawan termasuk dari mancanegara,” katanya.(fah)

Editor : A'an
#PKM #poltesa #PKM internasional