SAMBAS – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Ganjar Eko Prabowo, menyebutkan bahwa jumlah pasien cuci darah di Kabupaten Sambas kian mengkhawatirkan.
Berdasarkan data di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pemangkat, mencapai sekitar 300 orang dalam satu bulan.
“Kalau data di RSUD Pemangkat, kurang lebih ada 300 orang pasien yang melaksanakan cuci darah di RSUD Pemangkat,” kata Ganjar, belum lama ini.
Menurutnya, jika melihat dari jumlah penderita gagal ginjal secara keseluruhan, angkanya lebih tinggi. Pasalnya, beberapa di antaranya melakukan cuci darah atau perawatan di rumah sakit lain, termasuk di Kuching (Sarawak, Malaysia) atau di Singkawang.
“Kalau dihitung dari jumlah penderita, itu lebih banyak dari 300 orang, karena diperkirakan mereka berobat di Kuching, kemudian di rumah sakit di daerah Kalimantan Barat, Jakarta, dan rumah sakit lainnya,” jelas dia.
Dirinya mengapresiasi pihak RSUD Pemangkat yang saat ini memiliki fasilitas cuci darah serta tambahan puluhan alat berkat adanya investasi dari sebuah perusahaan.
Ganjar juga mengharapkan kepada orang tua untuk menjaga makanan atau jajanan yang dikonsumsi anak-anak mereka sebagai upaya mencegah gagal ginjal pada anak.
“Kuncinya adalah bagaimana para orang tua menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi anak-anak, ini adalah cara untuk mencegah gagal ginjal,” ungkap Ganjar Eko.
Menjaga pola konsumsi anak harus dilakukan orang tua, karena penyakit gagal ginjal sulit sembuh bahkan bisa tidak sembuh sama sekali.
“Gagal ginjal berarti ginjal dalam tubuh harus diganti dengan mesin, sehingga paling tidak sekali dalam seminggu harus ke rumah sakit. Gagal ginjal sulit sembuh bahkan bisa jadi tidak sembuh,” pungkas dia. (fah)
Editor : A'an