SAMBAS - Masyarakat Kecamatan Paloh antusias mengikuti kampanye dialogis Calon Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) nomor urut 1, Sutarmidji yang digelar di Dusun Perintis, Desa Nibung, Kabupaten Sambas, Sabtu (28/9) malam. Selain memaparkan tentang visi misi, dan program pasangan Midji-Didi, Sutarmidji yang turut didampingi Calon Bupati Sambas Fahrur Rofi, juga berdialog mengenai berbagai persoalan di Kalbar, dan Kabupaten Sambas secara khusus.
Sambutan hangat dari masyarakat begitu terasa sejak rombongan tiba di lokasi kegiatan. Mereka mengelu-elukan nama Sutarmidji, dan Fahrur Rofi. Sebagian bahkan meneriakkan yel-yel dukungan untuk keduanya dengan penuh semangat. Termasuk pembawa acara yang menyambut kedatangan tamu istimewa tersebut dengan beberapa pantun selamat datang.
Dalam sambutannya, pertama-tama Sutarmidji menyampaikan soal pendampingnya, calon wakil gubernur (wagub) Kalbar Didi Haryono. Didi dikatakan dia, merupakan putra asli kelahiran Sambas yang juga mantan Kapolda Kalbar, yang menjabat pada tahun 2017-2020. "Jadi saya ambil wakil Pak Didi, baliau itu lahirnya di Sambas, dan besarnya di Singkawang," katanya.
Di hadapan ratusan masyarakat yang hadir, Midji-sapaan karibnya berjanji akan melanjutkan program-program pembangunan yang telah berjalan selama dirinya menjabat Gubernur Kalbar periode 2018-2023. Salah satunya terkait pembangunan infrastruktur jalan. Yang khusus di Kabupaten Sambas, ia mengatakan sudah hampir tuntas. "Jalan provinsi di Sambas ini tinggal empat kilometer saja (yang belum mantap), saya kalau jadi (gubernur) lagi, pasti akan saya selesaikan," janjinya.
Selain itu, Midji juga memuji percepatan pembangunan desa di Kabupaten Sambas. Dimana saat ini, dari total 195 desa di kabupaten tersebut, sudah ada 189 desa yang berstatus mandiri. Sisanya enam desa merupakan desa maju. "Jadi status desa itu mulai dari sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju, dan mandiri. Hebatnya di Sambas ini sudah tidak ada desa sangat tertinggal, tertinggal, dan berkembang, yang ada hanya desa maju, dan mandiri," ungkapnya.
Hal tersebut yang menurutnya menjadi salah satu kelebihan Kabupaten Sambas. Karena belum ada daerah lain se-Kalbar yang desa mandirinya sebanyak di Sambas. Ia pun memperkirakan, dalam satu tahun lagi, semua desa di Sambas sudah mandiri. "Mudah-mudahan tahun depan selesai semua, itu tidak bisa hanya (dikerjakan) kabupaten, harus diambil alih provinsi, jadi kita bekerjasama," ucapnya.
Ke depan, mantan wali kota Pontianak dua periode itu terus mengajak semua pihak untuk membangun Kalbar dengan kebersamaan. Karena tanpa adanya kebersamaan, maka akan sulit terjadi percepatan-percepatan dalam pembangunan. Mengingat wilayah Kalbar yang sangat luas. "Makanya saya juga membawa beliau (Rofi), karena partai (pengusung) sama, partai Nasdem, dan PKS yang mengusung beliau, juga mengusung saya dengan Pak Didi. Saya pesan, kita boleh beda pendapat, tapi antar pendukung jangan saling menghujat, menjelekkan. Sampaikan program-program saja," ujarnya.
Tak lupa, Midji juga berpesan akan dua hal yang harus benar-benar diperhatikan oleh masyarakat, termasuk di Kabupaten Sambas. Yakni terkait pendidikan, dan kesehatan. Dimana kedua hal itu, dinilainya sangat penting untuk bisa diakses oleh seluruh masyarakat Kalbar.
Ia mengimbau, semua anak harus bisa sekolah. Jangan sampai ada satupun anak yang putus sekolah. Minimal rata-rata harus tamat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. "Maka dari itu, yang pertama kali saya lakukan saat menjadi gubernur yakni membebaskan sekolah negeri gratis, itu semua murid tidak perlu bayar lagi (SPP) untuk SMA/SMK negeri, kebijakan itu merata (se-Kalbar). Saya juga sudah membangun sekolah lebih dari 60 (sekolah baru) se-Kalbar," jelasnya.
Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar saat dipimpin Sutarmidji telah menjalankan program sekolah gratis sejak tahun 2019. Untuk sekolah yang berada di bawah kewenangan Pemprov, yakni jenjang SMA/SMK, dan SLB negeri se-Kalbar seluruhnya gratis. Program tersebut memberikan bantuan beasiswa sebesar Rp100 ribu, per bulan bagi setiap pelajar SMA/SMK negeri, dan sebesar Rp200 ribu per bulan bagi setiap pelajar SLB negeri.
Lewat program sekolah gratis tersebut, diharapkan dapat mengurangi angka putus sekolah. Karena dengan bersekolah, anak yang lahir dari latar belakang masyarakat tidak mampu pun, dapat merubah perekonomian keluarga menjadi lebih baik. "Maka saya ingatkan kepada bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak kita jangan sampai putus sekolah. Kalau misalnya merasa tidak mampu sampai kuliah, masukkan anak ke SMK, cari jurusan yang bisa mandiri, setelah lulus bisa membuka usaha sendiri," pesannya.
Lalu yang kedua soal kesehatan. Midji juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar ter-cover program jaminan sosial BPJS Kesehatan. Ia meminta aparat pemerintah setempat aktif mendata masyarakat tidak mampu. Karena pemerintah memiliki program Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. "Soal BPJS harus segera diurus, jangan nunggu sakit baru diurus, karena kita tidak tahu kapan bisa sakit. Karena orang yang kaya raya pun, jika sudah jatuh sakit, bisa menjadi miskin, makanya perlu BPJS Kesehatan, agar dapat pengobatan gratis," paparnya.
Midji menjelaskan, setiap tahun Pemprov Kalbar selalu menyediakan anggaran untuk bantuan premi BPJS Kesehatan bagi masyarakat tak mampu. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp40 miliar sampai Rp50 miliar per tahun. "Belum lagi bantuan pembayaran iuran dari pemerintah pusat juga ada. Harusnya dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), masyarakat tidak mampu (semua) harus dapat (program PBI) BPJS Kesehatan," katanya.(bar)
Editor : A'an