Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

233 KK Terdampak Banjir, Satono Tinjau Langsung Warga Terdampak Banjir di Desa Sepantai

A'an • Rabu, 4 Desember 2024 | 13:18 WIB
BERI BANTUAN: Bupati Sambas Satono terjun langsung ke daerah banjir di Dusun Sepandak, Desa Sepantai, Kecamatan Sejangkung oada Senin (2/12) untuk memberikan bantuan.
BERI BANTUAN: Bupati Sambas Satono terjun langsung ke daerah banjir di Dusun Sepandak, Desa Sepantai, Kecamatan Sejangkung oada Senin (2/12) untuk memberikan bantuan.

SAMBAS – Bupati Sambas, Satono, meninjau secara langsung kondisi banjir yang melanda Dusun Sepandak, Desa Sepantai, Kecamatan Sejangkung. Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Sambas ini mendengarkan keluhan warga yang terdampak banjir di wilayah tersebut.

Pada peninjauan langsung yang dilaksanakan pada Senin (2/12) tersebut, Bupati Sambas menggunakan speedboat karena rute sungai lebih efektif untuk menuju Desa Sepantai, yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang.

Setibanya di lokasi, tepatnya di Dusun Sepandak, Desa Sepantai, Satono berkeliling memantau sejumlah rumah warga yang terdampak banjir akibat pasang air sungai, hujan dengan intensitas tinggi, dan kiriman air dari hulu. Bupati Sambas juga langsung menyerahkan bantuan berupa bahan makanan untuk meringankan beban warga yang rumahnya terdampak banjir.

Dialog pun dilakukan antara kepala daerah dan masyarakat mengenai kondisi yang terjadi. “Saya bersama Forkopimda Sambas ke lokasi, kami melihat sejumlah rumah warga memang terdampak, hingga air masuk ke dalam rumah,” katanya.

Satono juga menyebutkan bahwa bencana banjir ini mengganggu aktivitas warga, mulai dari sektor pendidikan hingga pertanian dan ekonomi. “Adanya banjir ini menyebabkan terganggunya aktivitas ekonomi dan pendidikan, terutama saat kami turun ke lokasi, debit air masih mengalami kenaikan,” ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas, Marjuni, menyampaikan bahwa hingga Senin (2/12), kondisi banjir di wilayah tersebut disebabkan oleh air pasang, hujan dengan intensitas tinggi, serta kiriman air dari hulu. Hal ini menyebabkan sejumlah rumah warga di Desa Sepantai, Kecamatan Sejangkung, terdampak. “Hasil pantauan langsung kami pada Senin (2/12), kondisi banjir sudah mulai surut sekitar 85 centimeter dibandingkan hari sebelumnya,” kata Marjuni.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan bersama perangkat desa setempat, terdapat sekitar 233 Kepala Keluarga (KK) dan 34 rumah yang terdampak. “Sekitar 233 KK dan 34 rumah terdampak, di antaranya air masuk ke dalam rumah dengan ketinggian bervariasi,” ujarnya.

Marjuni juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang saat ini terdampak banjir, dan umumnya warga yang tinggal di daerah aliran sungai, agar selalu menyampaikan informasi terkini kepada petugas BPBD dan perangkat desa. Terlebih, sesuai dengan perkiraan ramalan cuaca, kondisi pasang air sungai dan intensitas hujan diperkirakan masih akan cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan. (fah)

Editor : A'an
#sambas #Satono #banjir